Flower of Virtues

Flower of Virtues
41: Lakukan untuk Dia


__ADS_3

Sage menghancurkan barang-barangnya yang terdapat di ruang kerjanya karena ia merasa sangat kesal ketika Roboten tidak bisa digerakkan, itu artinya dia sudah kehabisan rencana lain. The Virus mencoba untuk menenangkan dirinya karena ia masih memiliki banyak rencana dan tujuan yang harus dilaksanakan, Roboten bisa saja bebas tetapi The Virus menyarankan dirinya untuk melakukan beberapa peningkatan dan program.


"Sage, sekarang kita tidak perlu lagi khawatir dengan kemampuan seorang Guardian yang memiliki kekuatan melati itu, kita dapat dengan mudah mengalahkan mereka semua! Sekarang, gunakan seluruh kemampuan dan ilmu pengetahuan-mu untuk meningkatkan seluruh kekuatannya." The Virus mencoba untuk memberi dirinya semangat sehingga Sage kembali bekerja untuk meningkatkan Roboten, ia sudah berencana akan menyambut mereka semua di kota Technoven.


Sage bahkan memberitahu The Virus untuk menjadi inti tubuh dari Roboten, ia sendiri akan mengubah seluruh Android, Robot, dan Malaikat Technven bergabung dengan Roboten untuk menciptakan sesuatu yang sangat sempurna, jika ia berhasil mengalahkan para Guardian dan menaklukkan Heavenly maka ia bisa melanjutkan tujuan-nya dengan menaklukkan planet lainnya menggunakan kekuatan sempurna dari Roboten.


Mereka setuju dengan satu sama lain, Sage akan membiarkan Roboten yang saat ini sedang dalam mode istirahat-nya karena Sage akan mengerahkan seluruh kemampuan dan ilmu pengetahuannya untuk menyempurnakan Roboten bersama dengan zirah yang terbuat dari The Virus itu. Sage tidak lupa untuk tertawa terbahak-bahak, Rosalia setidaknya merasa sedikit khawatir sekarang karena Asuka dan Akina masih selamat.


***


Chiara menemukan beberapa tongkat hitam, ia mulai menyalakan seluruh tongkat itu menggunakan cahaya matahari yang sama panas dengan-nya dengan api. Tongkat itu langsung terbakar dan menerangi ruangan yang lumayan luas, sudah saatnya Chiara memberitahu yang lainnya bahwa mereka sudah tiba di dalam ruangan bawah tanah yang cukup dalam, ketika ia mencoba untuk mengeluarkan bunga kebajikan itu.


Chiara tercengang ketika melihat bunga melati yang tiba-tiba layu, tubuhnya tidak bisa bergerak untuk sesaat ketika mengetahui Melantha yang sudah tiada. Bunga melati-nya itu yang layu menandakan bahwa inti dari bunga kebajikan melati telah hancur, itu artinya Melantha tidak selamat ketika bertarung melawan Roboten, "A-Apa yang terjadi, Chiara?" Tanya Azusa.


Chiara menghantam tembok di sebelah-nya, "Sial... sial... apa yang dia rencanakan...!?"


"Ada apa, Chiara? Beritahu kami?" Tanya Chloe sehingga ia menunjukkan bunga melati yang layu, Azusa terkejut ketika melihat bunga melati tersebut, itu artinya dia mengetahui fakta bahwa Melantha telah terbunuh begitu saja. Chloe bisa melihat wajah mereka yang terlihat kesal dan sedih, bunga melati melambangkan Melantha sehingga ia sadar dengan situasi yang mereka hadapi saat ini.

__ADS_1


"Melantha... tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri ya...?" Chloe mengepalkan kedua tinjunya, mereka hanya perlu menunggu kedatangan Asuka dan Akina karena Chloe sekarang sudah melepaskan seluruh kekuatannya untuk memberi mereka semua tanda bahwa mereka saat ini sudah berada di dalam ruang bawah tanah yang dapat membawa mereka menuju kuil percobaan yang tersembunyi itu.


Saat ini, Akina dan Asuka bisa melihat bunga melati yang masih memancarkan cahaya putih, Asuka keluar dari dalam bunga melati yang dijadikan sebagai pelindung itu untuk meraih Melantha yang telah berubah menjadi bunga melati itu sendiri, ia menatapnya dengan ekspresi yang terlihat kaget dan bahkan ia tidak bisa menerima fakta bahwa Melantha baru saja mengorbankan dirinya untuk membuat sebuah tempat berlindung dan menghentikan Roboten.


Seluruh malaikat yang bertahan mulai menatap melati itu dengan ekspresi yang terlihat sedih, mereka semua mulai berlutut menundukkan kepala mereka untuk menunjukkan rasa hormat tinggi kepada Melantha yang merelakan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan mereka semua, "Melantha... aku kira kita akan menyelamatkan Heavenly bersama..." Kata Akina yang mencoba untuk menahan air matanya.


Asuka melihat bunga melati yang ia pegang itu perlahan-lahan berubah menjadi bunga yang layu, ia bisa mendengar suara Melantha yang mengatakan selamat tinggal beberapa kali tetapi setelah satu menit berlalu, bunga melati itu langsung menghilang begitu saja dan berubah menjadi partikel putih. Asuka mengepalkan kedua tinjunya karena ia merasa sangat kesal dengan seorang Malaikat yang bernama Sage itu karena sudah membunuh seluruh malaikat dan teman yang ia sayangi.


"Melantha... Asuka janji akan membawa Heavenly menuju kesucian yang baru, tidak ada lagi dampak negatif kecuali positif untuk Heavenly. Asuka akan mengubah teknologi dan sistem itu menjadi sesuatu yang positif!" Asuka mulai menatap Akina lalu mereka mengangguk dan memberitahu seluruh malaikat bahwa mereka akan pergi menuju kuil percobaan untuk membuka potensi tersembunyi yang terdapat di dalam tubuh mereka.


Semua malaikat itu mengerti dan tidak akan keluar sampai Asuka memperingati mereka semua, seluruh malaikat itu mengharapkan keberuntungan dan kebaikan untuk mereka semua agar rencana penyerangan terakhir di kota Technoven bisa berjalan dengan lancar. Asuka dan Akina mulai saling berpegangan tangan lalu mereka melakukan kemampuan berpindah menggunakan sihir bunga kebajikannya itu.


"Apa yang kalian lihat disana...? Apa yang terjadi dengan Melantha disana?" Tanya Chiara sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat seperti kesal karena tidak menerima fakta, Akina mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Chiara tetapi apa yang ia jelaskan hanya membuat mereka semua kesal termasuk membuat Chiara kesal karena ia mengharapkan banyak potensi dari bunga kebajikan melati.


Bunga kebajikan melati itu memiliki sihir yang cukup hebat dalam mendukung satu sama lain, aroma melati-nya juga dapat menarik perhatian musuh, intinya dia sangat berguna di dalam tim karena bunga kebajikan mawar-nya itu. Dia benar-benar hebat bahkan dia tidak bisa digantikan begitu saja, "Kenapa kehilangan tidak menghentikan dirinya...!? Dia itu seorang Guardian yang dapat meningkatkan seluruh atribut kita!"


"Apakah Melantha mempunyai keluarga?" Tanya Azusa sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.

__ADS_1


"Aku dengar dia memiliki beberapa teman dan orang tua... aku yakin mereka sudah terpengaruh karena Chip itu." Jawab Chloe.


"Kita semua adalah keluarganya." Kata Akina.


"Aku tahu dia mati tetapi kalian masih bisa menggunakannya bukan...? Bagaimana jika kita menggunakan kristal waktu ini!? Kenapa aku tidak memberikan kristal ini kepada kalian---" Akina mencoba untuk menghentikan Chiara karena jika ia menggunakan kristal waktu maka pengorbanan yang akan dia lakukan sia-sia sehingga ia pasti akan melakukannya lagi dan lagi, pengunduran waktu tidak akan mengubah apapun.


"Ketahuilah sihir waktu yang asli dan sihir waktu yang memiliki julukan [Fallen Time], waktu bisa dapat mengubah apapun di sekitarnya sedangkan Fallen Time hanya akan mengubah satu waktu dan mengembalikan-nya seperti kebangkitan dari Asuka, aku sempat untuk menghidupkannya kembali tetapi wujud Fallen Angel-ku sudah menginjak batasan dimana aku tidak dapat menghidupkan Melantha kembali.


"Semua ini salah-ku, maafkan aku..." Kata Akina, ia mulai menyalahkan dirinya sendiri tetapi semua itu bukan salah siapapun, Chiara terlihat sangat kesal sampai ia tidak bisa menerima fakta tentang kematian Melantha.


"Kita pasti masih bisa mencoba untuk mengembalikan-nya, ayo lah... jangan menyerah---"


"Tidak... semuanya harus terjadi. Apa yang dilakukan Melantha itu adalah harapan baru untuk seluruh Malaikat." Asuka mulai berbicara sekarang, Chiara mulai terkekeh karena ia yakin bahwa Melantha masih bisa kembali dengan bantuan dari wujud Fallen Angel milik Akina tetapi Asuka mulai merasa sangat kesal ketika melihat Chiara yang terus membicarakan Melantha yang sudah tiada.


"Tidak... ada... yang bisa dilakukan. Semuanya harus terjadi, harapan baru telah muncul untuk kita para malaikat!" Asuka mulai menghampiri Chiara dan berbicara tepat di hadapannya, Chiara sontak kaget ketika melihat Asuka yang menunjukkan ekspresi kesal, peristiwa ini adalah sesuatu yang langka karena melihat Asuka dapat menunjukkan emosi dan perasaannya sekarang.


"Mungkin Chiara ingin bertarung dengan robot yang bernama Roboten itu! Lebih baik Chiara seharusnya ikut bertarung dan membiarkan Melantha mencari kuil percobaan itu! CHIARA BAWA SELURUH KEKUATAN ITU DAN SEKARANG JUGA PERGI MENUJU ROBOTEN ITU!!!" Seru Asuka keras, ia mulai pergi meninggalkan Chiara karena ia sudah tidak tahan melihat semua masalah ini yang terjadi karena Sage.

__ADS_1


"Asuka seharusnya menghentikannya... mengorbankan nyawa hanya untuk memberi malaikat kesempatan untuk mengembalikan kesucian yang terdapat di Heavenly." Kata Asuka yang mulai meneteskan beberapa air mata.


"Sudah, mulai dari sekarang kita harus melanjutkan latihan terakhir kita..."


__ADS_2