
Sage menekan tombol merah yang berada di hadapan, semua persiapan yang ia rencanakan akhirnya selesai, sekarang ia hanya perlu menunggu kedatangan seluruh malaikat itu menuju neraka mereka. Sage sudah memperbarui seluruh sistem dan meningkatkan teknologi-nya sehingga seluruh Robot dan Android yang berada di planet Heavenly berubah menjadi barang rongsok yang tersedot dengan Roboten, perut Roboten menyedot seluruh Robot dan Android yang ada di Heavenly.
Setelah semua Android dan Robot itu masuk ke dalam tubuh Roboten, robot itu mengalami peningkatan dan perkembangan yang sangat mengerikan dimana tubuhnya bertambah besar dan di tambah lagi seluruh anggota tubuhnya yang dipenuhi dengan senjata yang mematikan. Roboten berjalan pergi meninggalkan wilayah Helaria karena ditugaskan oleh Sage untuk diam di Technoven dan berjaga sampai seluruh Malaikat itu datang dan menyerang.
Sage sudah sepenuhnya siap untuk menyambut para Malaikat itu bahkan ia pergi menuju ruangan persiapan untuk memasang zirah canggih yang baru saja ia ciptakan, ia melakukan beberapa analisa lalu masuk ke dalam tabung sehingga tubuhnya langsung diselimuti dengan zirah tebal dan canggih, Sage menatap ke depan dan kepalanya langsung diselimuti dengan helm canggih yang memiliki kaca merah.
"Bersiaplah, malaikat... sebentar lagi kalian akan bertemu dengan dewa Malaikat yang baru!!!" Sage menghancurkan tabung itu lalu ia pergi menghampiri Rosalia untuk menyerap seluruh kekuatan dan tenaga-nya menggunakan kabel yang muncul di belakang punggungnya, Rosalia tercengang ketika melihat Sage yang menghampirinya lalu menusuk punggungnya dengan kabel-nya itu sampai seluruh kekuatan dan tenaganya mulai terserap.
"S... Sage..." Rosalia langsung pingsan dan zirah Sage mulai berubah menjadi emas, ia terlihat seperti seorang kesatria emas yang siap untuk membasmi kejahatan. Sage menghantam tinjunya sendiri lalu ia kembali menuju ruangan kerjanya untuk memantau kembali seluruh malaikat yang sekarang keluar dari tempat persembunyian-nya itu, Sage hanya harus menunggu kedatangan Asuka yang lainnya.
***
Seluruh Malaikat yang masuk ke dalam ruangan itu melihat pilar yang sama tetapi memiliki warna yang berbeda, Chiara sendiri sempat terkejut karena ia tidak harus lagi menahan rasa kesakitan ketika berada di ruangan itu. Itu artinya ujian yang lakukan tadi tidak memberi dirinya kesakitan yang diberikan oleh ruangan tersebut, sepertinya mereka semua lulus dan satu-satunya cara agar mereka bisa membangkitkan potensi itu adalah...
Sebuah tulisan muncul di pilar itu yang mengatakan bahwa mereka semua berhak menyimpan inti dari bunga kebajikan yang mereka bawa, seluruh Malaikat itu sekarang mengerti sehingga mereka mengeluarkan inti dari bunga kebajikan itu dari dalam tubuh mereka masing-masing. Chiara menempati inti daru bunga matahari kebajikannya di atas pilar tersebut sehingga ruangan mulai dipenuhi dengan bunga matahari yang mekar dan melancarkan sinar kepada Chiara.
"Kekuatan ini!?!?" Chiara terkejut ketika tubuhnya merasa panas untuk sesaat tetapi sekarang tubuhnya terasa lebih suci dan kuat dari sebelumnya, pilar itu sekarang mulai memiliki tulisan lain yang mengatakan bahwa inti dari bunga matahari mempercayai Chiara sebagai Guardian-nya karena sudah mengembalikan bunga inti itu ke tempat asalnya yaitu kuil percobaan dan tulisan terakhir adalah Chiara sudah menyempurnakan bunga tersebut dan sekarang ia tidak harus khawatir tentang kehilangan bunga matahari kebajikan.
__ADS_1
Asuka sempat terkejut ketika melihat seluruh bunga mawar di sekitarnya mulai mekar dan mengeluarkan aroma yang cukup bergairah, tubuhnya diselimuti dengan aura merah muda dan tubuhnya entah kenapa terasa lebih ringan. Azusa tidak jauh berbeda dari Asuka karena dia memiliki bunga kebajikan mawar tetapi yang membedakannya hanya tipe sehingga bunga kebajikan itu menghancurkan sistem yang berada di tubuh Azusa dan sekarang ia telah bebas dari segala perintah.
Azusa dapat bertarung sekarang, ia tidak perlu mengkhawatirkan tentang batasan yang akan menghalangi dirinya, Akina sekarang dapat menggunakan bunga kebajikan Wisteria-nya untuk membuat seluruh robot itu dipenuhi dengan karat. Mereka semua langsung keluar dari dalam ruangan itu dengan hasil leher mereka sekarang memiliki sebuah lambang bunga berdasar bunga kebajikan mereka, Chloe muncul di ruangan itu karena ia bisa merasakan kekuatan yang besar.
"Kalian sepertinya berhasil ya, selamat-selamat. Aku bisa merasakan kekuatan kalian yang melonjak tinggi dan menghancurkan semua batasan yang mencoba untuk menghalangi." Kata Chloe.
"Wahh, Kakak, lihat... lambang kita hampir sama, hanya saja punya Azusa warna hitam." Kata Azusa sambil menunjuk lehernya, Asuka tersenyum lalu ia mengangguk dan menatap mereka semua yang memiliki lambang bunga juga di leher mereka masing-masing. Itu artinya mereka sudah siap untuk melaksanakan pertarungan terakhir di kota Technoven.
"Baiklah, kita sepenuhnya siap untuk bertarung sekarang. Ingatlah, teman-teman! Kita semua harus bisa bertahan dan jangan menyia-nyiakan kekuatan yang kita dapatkan ini! Kita hancurkan Core yang mengembangkan teknologi dan sistem itu, kita hancurkan The Virus! Semua ini demi Malaikat, demi Melantha juga!!!" Seru Chiara yang mulai menunjukkan tinjunya kepada mereka.
"Untuk masa depan cerah Xuusuatouri! Heavenly berhak mendapatkan kembali kesuciannya!!!" Akina melakukan hal yang sama dengan Chiara.
"Demi keluarga! Melindungi satu sama lain, demi menyadari Ayah!" Kata Azusa.
"Demi cinta, kasih sayang, dan lain-lain." Kata Asuka dengan wajah polosnya.
""Yaaa!!! Ayo!!!"" Mereka semua pergi meninggalkan kuil itu dengan cepat dan sekarang dalam perjalanan menuju desa Helaria. Menghabiskan waktu yang cukup lama tetapi mereka dapat pulang dengan selamat, Chiara juga sempat kaget ketika melihat bunga melati besar yang dijadikan sebagai tempat berlindung, hal itu membuat dirinya tambah bersemangat untuk mengalahkan Sage.
__ADS_1
Mereka semua mendarat di atas bunga melati itu dan melihat tiga kepala desa yang melihat para Guardian itu sudah siap untuk bertarung, Chiara memerintah mereka semua untuk bersiap-siap menyerang kota Technoven. Seluruh Malaikat itu sudah berbaris di luar dan mereka sudah siap untuk merebut kembali Heavenly dan menghancurkan teknologi serta sistem yang berdampak negatif.
Asuka menatap semua Malaikat yang mulai berbaris itu, Chiara merancang sebuah rencana bahwa ia bersama teman-temannya akan menyerang terlebih dahulu untuk bisa menghancurkan semua perangkap yang direncanakan oleh Sage. Asuka hanya bias diam sambil menatap kedua tapak tangannya, setidaknya ia sempat untuk mengembalikan dan menyelamatkan dirinya dari The Virus.
Akina menggenggam tangan Asuka, "Asuka."
"Akina...?" Asuka menatap Akina.
"Ayo, kita berjuang, malaikat-ku." Kata Akina sambil mencium pipinya, mereka mulai berciuman sebentar dan Chiara mulai mengeluarkan suara keras untuk maju menuju kota Technoven sekarang juga. Semua pasukan Malaikat itu terbang menuju kota Technoven dan mereka sudah sepenuh siap untuk melawan pasukan robot Sage, Keiko memperingati Chiara bahwa Roboten telah menghilang dan pergi meninggalkan Helaria.
"Apa yang terjadi dengan Roboten sekarang?" Tanya Chiara.
"Awalnya aku tadi melihat dia kembali bergerak, apa yang baru saja Melantha lakukan sepertinya sudah tidak ada artinya untuk Roboten, melati yang menjebak dirinya telah layu dan wujud dari Roboten sekarang benar-benar berubah... jauh lebih mengerikan." Kata Keiko, Akina mendengar perkataan itu sehingga ia akan mengurus Roboten, kali ini dengan kekuatannya yang sudah sepenuhnya meningkat.
"Chloe, Azusa, Akina, dan Chiara. Serahkan Sage kepada-ku." Kata Asuka, ia menatap tajam ke dan bisa melihat beberapa pasukan Malaikat Technoven yang sudah siap untuk bertempur. Mereka semua mengangguk dan tidak akan mengganggu Asuka dalam melawan Sage karena sebagai putrinya ia harus bisa membawa Sage kembali, Azusa awalnya ingin membantu Asuka tetapi ia sudah memikirkan-nya bahwa ia akan mencoba untuk mencari Rosalia dan menyelamatkan dirinya.
Beberapa menit kemudian, kedua belah pihak saling bertemu dan mulai berhadapan. Asuka bisa melihat seorang Malaikat yang memakai zirah emas dan Malaikat itu mulai menunjukkan wajahnya sendiri kepada mereka semua, Asuka sontak kaget untuk melihat wajah Ayah-nya untuk pertama kalinya, dia terlihat gila karena terlalu banyak bekerja tetapi Asuka akan mencoba untuk memperbaiki dirinya.
__ADS_1
"Senang bertemu dengan-mu, putri-ku tercinta Asuka~ Sayang sekali ya, ini adalah yang terakhir... pertarungan terakhir ini akan menjadi..."
"...akhir bagi hidupmu!"