
Kedua mata Yumari terdapat beberapa kamera yang dapat merekam seluruh kejadian yang terdapat di Helaria sampai Sage bisa melihat apa yang Yumari lihat melalui layar virtual-nya itu, apa yang baru saja ia saksikan adalah pemandangan yang cukup indah sampai merayakannya dengan meminum beberapa bir. Yumari awalnya ingin menghancurkan Azusa tetapi ia malah mengenai Asuka yang mencoba untuk melindungi Azusa.
"Walaupun si pengkhianat sialan itu gagal mengenai Azusa... setidaknya Yumari mendapatkan seorang Guardian yang benar-benar menjadi ancaman untuk diriku! Tidak ada yang peduli, hahahahaha!!! Anak atau apapun itu, setidaknya dia tidak akan lagi mengganggu rencanaku!!!" Sage tertawa terbahak-bahak melihat Asuka yang terluka cukup parah di seluruh tubuhnya ketika menerima serangan itu, ia tidak terlalu peduli dengan kedua anak-nya itu asalkan rencananya masih bisa berjalan dengan lancar.
Rosalia di balik pintu melihat layar virtual tersebut, ia sontak kaget melihat Azusa yang berhasil selamat karena seorang Malaikat yang memiliki rambut merah muda, warna rambut malaikat itu mengingatkan dirinya kepada Asuka sejak bayi yang sudah memiliki rambut pendek dengan warna merah muda. Hal itu membuat Rosalia terharu dan menangis karena Asuka baru saja melindungi Adik-nya sendiri.
"A-Asuka..."
Azuka terkejut ketika melihat Kakak-nya tiba dalam waktu yang tepat untuk melindungi dirinya yang sedang berada di kondisi kritis, ledakan itu sangat besar bahkan menarik beberapa perhatian malaikat yang sedang bertarung. Melantha dan Akina yang berada di atas udara bisa melihat Asuka yang terluka cukup parah karena menerima serangan gelombang tadi.
"Asuka...!" Akina terkejut ketika melihat dirinya terluka hanya untuk melindungi adik-nya sendiri, ia mencoba untuk menghampirinya tetapi seorang Android yang memiliki model Vampire mulai menghalangi dirinya dengan melancarkan beberapa serangan. Mau tidak mau, mereka harus melanjutkan pertarungan sampai Helaria kembali aman.
"Hah... hah... ugh..." Tubuh Asuka mulai bergetar kesakitan, ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Azusa menatap Asuka dengan ekspresi yang terlihat bersalah karena ia tidak mau melihat kakak-nya terluka seperti itu, "K-Kakak?"
"Tidak apa-apa, Azusa. Ini hanya luka biasa..." Asuka tersenyum lalu ia terjatuh di atas tanah dengan tubuh yang tidak bisa ia gerakkan, jika ia mencoba untuk menggerakkan tubuhnya maka ia hanya akan merasakan nyeri dan kesakitan yang luar biasa. Akina bisa melihat Asuka yang terjatuh, ia merasa sangat khawatir dan ingin sekali mendekati dirinya tetapi Android Vampire yang bernama Wamzu itu terus menghalangnya.
Azusa menghampiri Asuka lalu ia mencoba untuk menyentuh tubuhnya yang terasa dingin, setengah dari tubuh Android Azusa mulai menumbuhkan kembali mata kirinya dan memulihkan luka-nya sendiri karena kemampuan natural dari seorang Android. Yumari hanya akan diam dan melihat Asuka yang sedang berada di kondisi sekarat, ia pasti akan mendapatkan banyak pujian dari Sage bahkan ia sudah bisa mendengar Sage yang bersenang-senang.
__ADS_1
"Azusa tidak akan membiarkan Kakak terluka... Azusa akan mencoba..." Azusa mencoba untuk memulihkan luka Asuka menggunakan mawar hitamnya tetapi bunga-nya langsung layu ketika menyentuh tubuh Asuka, "Percuma saja, pengkhianat. Gelombang tadi mengandung gas beracun untuk bunga kebajikan jadi sekarang tubuh Asuka sudah dipenuhi dengan racun, dia tidak akan selamat."
"Tidak... Malaikat... itu benar, Asuka tidak akan selamat, Azusa. Azusa harus bisa bertahan sendiri dan menghentikan Malaikat Technoven itu." Kata Asuka sambil menatap adik-nya, Azusa bisa melihat darah yang mengalir keluar di seluruh tubuhnya termasuk kepala-nya itu. Yumari benar-benar menikmati apa yang baru saja ia lihat sampai ia tidak bisa menahan tawa-nya untuk melihat Adik dan Kakak ini yang sebentar lagi akan mati.
"Awwww... sedih sekali ya, awalnya aku ingin bersenang-senang dengan Asuka, ehh... ternyata dia memiliki hati untuk adiknya yang setengah Android itu." Kata Yumari sambil tertawa terbahak-bahak, "Setidaknya masih banyak waktu untuk diriku bersenang-senang dengan Azusa, mungkin aku akan melakukan beberapa perbaikan untuk dirinya agar ia bisa menjadi Android yang sangat berbeda."
Heavenly sudah berada di titik ancaman yang paling besar ketika nyawa Asuka perlahan-lahan menghilang, seluruh bunga yang bermekaran dimana-mana mulai layu terutama bunga mawar biasa. Seluruh sistem dan teknologi yang berada di seluruh wilayah mulai menyebar karena Guardian harapan seperti Asuka tidak akan bisa selamat ketika tubuhnya terkena dengan asap beracun itu, tidak ada gunanya bahkan Melantha tidak bisa melakukan apapun kecuali bertarung.
Chloe menatap Asuka dari jarak jauh dan ia sudah menerobos beberapa Robot dan Android tetapi mereka bergabung menjadi satu sehingga menciptakan Robot besar yang menahan dirinya. Pertarungan ini masih berlanjut dan seluruh Android itu hanya menahan mereka semua untuk tidak ikut campur dengan urusan Yumari yang akan membunuh Asuka dan Azusa, kedua malaikat yang terus menghalang revolusi baru untuk Heavenly.
"Asuka senang untuk bisa bertemu dengan Azusa, walaupun Asuka tidak bertemu dengan Mama dan Papa... akhir dari kehidupan ini bisa diperbaiki ketika Asuka bertemu dengan Azusa, terima kasih... Asuka senang bisa mendapatkan adik seperti Azusa, Asuka ingin berterima kasih... setidaknya kehidupan Asuka tidak terlalu berguna..."
"Setiap masalah yang Azusa hadapi semakin buruk, setidaknya lawan semua itu dengan perasaan yang terdapat di dalam Azusa yaitu tekad... sekarang juga, lawan... atau pergi... Asuka tidak ingin Azusa menyusul Asuka... Azusa adalah adik yang benar-benar Asuka sayangi, Asuka bangga..." Asuka meneteskan air mata terakhirnya lalu ia memejamkan kedua matanya sehingga sistem yang berada di dalam tubuh Azusa mulai memperingati dirinya bahwa tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh Asuka.
"Tidak...!!! Kakak...!!!" Kedua mata Azusa memancarkan cahaya merah, sistem itu mencoba untuk menghentikan dirinya tetapi Azusa memaksa tubuhnya sehingga ia mengerang keras sampai kelopak bunga mawar hitam mulai menyelimuti tubuhnya dan melesat menuju arah yang berbeda.
"Sekarang... kesenangan dimulai---" Azusa melesat ke depan dan mencoba untuk melancarkan beberapa serangan tetapi Yumari bisa melihat pergerakan-nya dengan mudah karena sistem yang berada di dalamnya masih tetap menghalangi dirinya, Yumari menghantam wajah Azusa lalu melemparnya menuju arah Asuka sehingga sekarang ia tidak bisa melakukan apapun kecuali diam.
__ADS_1
"Aku ingin bersenang-senang tetapi sedih ya... sistem melarang dirimu untuk menyerang!" Yumari mencoba untuk menyerang Azusa lagi tetapi ia dihentikan oleh sebuah tombak yang tertusuk di hadapan-nya, ia menoleh ke atas udara dan melihat Akina yang berhasil mengalahkan Wamzu menggunakan tombak kebajikan satunya lagi yaitu [Chastity].
Akina mendarat tepat di sebelah Asuka lalu ia menatap wajahnya dengan ekspresi yang terlihat murka, ia berlutut lalu menyentuh leher Asuka sehingga ia tidak bisa merasakan detak nadi-nya itu. Hal tersebut membuat Akina yakin bahwa Asuka telah terbunuh begitu saja karena Yumari, ia mengepalkan kedua tinjunya sehingga kedua tombak-nya langsung berubah menjadi hitam dan membuat Yumari kebingungan.
Kedua matanya tidak dapat menganalisis apapun, Akina perlahan-lahan bangun lalu menoleh kepada Yumari dengan tatapan yang terlihat mematikan. Kedua saku Chiara mulai bergerak sendiri bahkan mengeluarkan satu kristal waktu yang berubah menjadi hitam, "A-Apa yang terjadi...?" Chiara menoleh ke atas langit dan ia bisa melihat langit biru berubah menjadi langit hitam yang mengeluarkan petir, petir itu menyambar daratan beberapa kali bahkan sampai membuat Chiara yakin sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Jangan-jangan...!?"
"K-Kau... tidak akan aku biarkan... kau tidak akan bisa pergi dari tempat ini...! Tempat ini adalah kuburan-mu sekarang...!!!" Kedua pupil Akina menghilang sesaat ketika rasa amarah mulai mempengaruhi dirinya, tubuhnya mengeluarkan banyak sekali aura hitam bahkan langit-langit mulai mengeluarkan angin topan yang berwarna hitam sampai Yumari tidak bisa mengetahui apa yang baru saja ia lihat, sistem itu sendiri mulai bingung bahkan Sage terlihat bingung ketika menatap Akina.
Cincin emas yang melayang di atas Akina perlahan-lahan berubah menjadi hitam bahkan kedua sayapnya ikut berubah menjadi hitam sehingga aura hitam terlepas dari tubuhnya dan menyelimuti wilayah Helaria dengan aura yang berwarna hitam. Sage terkejut ketika melihat Akina baru saja mengalami sebuah perubahan yang cukup mengerikan, ia tidak menyangka bahwa Akina dapat mengontrol wujud kutukan seperti itu.
"A-Akina...?" Azusa menatap Akina yang telah berubah menjadi malaikat yang berbeda, Chiara sendiri bahkan tercengang ketika melihat amarah-nya membangkitkan kutukan dari [Fallen Angel], dia telah sepenuhnya berubah menjadi seorang Fallen Angel.
"Wujud ini... tekanan ini... aura ini... dia telah berubah menjadi..."
"...Fallen Angel."
__ADS_1