
Akina terkejut ketika melihat sikap agresif Asuka keluar begitu saja ketika ia mencoba untuk melindungi teman-nya sendiri, gadis malaikat itu mulai menjaga jarak dengan Asuka karena ia hanya dapat menyerang dari jarak yang sangat jauh dengan melempar pisau-nya beberapa kali tetapi Asuka berhasil menghancurkan-nya sehingga ia berubah menjadi kelopak bunga yang menyebar. Gadis itu melepaskan aroma melati yang sungguh menyengat sehingga tubuh-nya itu mulai diselimuti dengan aura putih.
Bunga kebajikan dari melati, kemungkinan ia bisa menemukan mereka karena kemarin mereka baru saja menikmati pemandian air panas dengan aroma melati. Akina pernah membaca sebuah buku sejarah tentang bunga kebajikan, terdapat sebuah kemampuan yang dapat melacak musuh jika aroma itu sudah menyentuh tubuh-nya.
Pertarungan terlihat berat sebelah karena pertahanan gadis itu cukup kuat, kelopak mawar Asuka tidak mampu menyayat tubuh-nya sehingga semua kelopak bunga itu berkumpul di belakang lalu membentuk kembali menjadi Asuka yang berputar lalu mengayunkan kedua katana-nya sehingga gadis itu terlempar menuju daratan karena daya serangan yang Asuka miliki cukup kuat.
"Asuka!" Akina mencoba untuk menghentikan-nya tetapi terlambat karena Asuka memunculkan kedua pistol-nya lalu ia menembakkan beberapa peluru mawar, gadis itu kembali bangkit lalu menghancurkan semua peluru itu dengan melempar pisau-nya beberapa kali, "T-Tunggu! Beri aku waktu, hei!!!" Gadis itu terkejut ketika melihat Asuka berada di hadapan-nya sambil mengayunkan kedua katana-nya itu tetapi Akina berhasil menahan serangan itu menggunakan tombak-nya.
"Salah satu Guardian seperti kita, tidak ada sejarah dimana seluruh Guardian bunga kebajikan mencoba untuk membunuh satu sama lain. Kita harus tetap bersatu dan saling melindungi satu sama lain." Kata Akina sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, Asuka mengangguk lalu ia menghilangkan kedua katana-nya sambil menunjukkan ekspresi yang polos, "Hah... hah... kalian terlihat cukup hebat dan gegabah ya untuk menampakkan diri kalian di luar sana."
"Apa maksud-mu?" Tanya Akina.
"Kenapa menyerang Akina?" Tatap Asuka, gadis itu terkejut ketika wajah Asuka berada tepat di hadapan-nya secara tiba-tiba, "Sekali lagi, maafkan aku tahu?! Aku hanya bercanda, bercanda! Tidak perlu dibawah hati dan mencoba untuk membunuh-ku seperti tadi, bodoh!" Gadis itu menyilangkan kedua lengan-nya sambil mengembungkan kedua pipinya.
Akina menepuk wajah-nya sendiri ketika gadis itu menyerang dengan alasan bercanda, di balik arti dari bercanda-nya itu kemungkinan memiliki sesuatu yang tidak ingin ia bicarakan, "Sungguh langka sekali untuk bertemu dengan seorang Guardian juga, perkenalkan... nama-ku adalah Shimatsu Akina dan gadis disebelah-ku bernama Hanami Asuka."
"Osu." Asuka mengangkat lengan kanan-nya, "Atsukomarin Melantha, panggil saja Melantha. Sekali lagi maafkan diri-ku karena sudah membuat kalian terkejut karena tiba-tiba menyerang kalian dari belakang."
__ADS_1
Akina jelas akan memaafkan siapapun asalkan dia sadar dengan kesalahan-nya sendiri, Asuka hanya diam ketika Melantha meminta maaf karena bagi-nya ucapan maaf itu belum cukup sebelum ia mau melakukan sesuatu demi Asuka yang sudah terbawa emosi dan agresif seperti tadi. Mereka menatap Asuka yang menatap Melantha dengan tatapan polos-nya itu.
"Ucapan maaf untuk Asuka masih kurang, Asuka ingin coba-coba itu!" Asuka mulai menggerakkan jari-jarinya sambil menatap ukuran dada Melantha yang terlihat cukup lezat bagi Asuka, Akina mulai terkejut sehingga ia menundukkan kepala-nya kepada Melantha dan memberi-nya harapan agar ia bisa menahan dengan kepolosan Asuka.
"A-Apa yang kau maksud, A-Asuka?" Melantha melihat Asuka mulai mendekat sambil menggerakkan jari-jarinya itu, entah kenapa ia merasa tidak nyaman karena pandangan Asuka dari tadi hanya menatap dada-nya dan itu membuat dirinya ketakutan sampai ia mencoba untuk melarikan diri tetapi tidak bisa karena kedua kaki-nya terikat dengan akar yang Asuka sudah keluar.
"E-Ehh!?"
"Asuka ingin mengenal Melantha lebih jauh lagi." Asuka mulai meremas dada-nya, "Hiii...! Hyahhh!!! A-Asuka, geli! Geli!!! Aku tidak bermaksud untuk menyuruh-mu berhenti--- tapi... hyaaaahhhh!" Melantha mengerang keras sehingga Akina mulai terkekeh pelan karena ia setidaknya melihat Asuka masih polos walaupun sudah menodai beberapa wanita termasuk diri-nya sendiri.
"Sekali lagi, aku tidak bermaksud loh, ingat itu. Alasan aku menyerang tadi hanya untuk melihat seberapa besar dan hebat-nya kemampuan yang kalian miliki, Guardian seperti kalian dengan gegabah-nya menampakkan diri di dunia luar yang mengerikan ini." Akina mulai mendengar perkataan Melantha sambil mengelus kepala Asuka dan Asuka hanya memejamkan kedua mata-nya sambil bersandar di dada Akina yang terasa seperti bantal.
Asuka setengah tidur dan sadar tetapi ia bisa mendengarkan penjelasan Melantha tentang seluruh malaikat yang tinggal di Technoven memburu semua malaikat yang memiliki kekuatan dari bunga kebajikan tersebut. Melantha pernah mengalami-nya sendiri bahwa salah satu teman-nya diculik oleh seorang malaikat dengan teknologi yang terpasang di kepala-nya itu.
Teman yang Melantha maksud adalah Guardian juga tetapi ia sudah tidak tahu dimana ia sekarang karena aroma melati-nya tidak dapat melacak dirinya, kemungkinan besar jika aroma melati itu menempel di tubuh seseorang tetapi dia tidak bisa melacak-nya... itu artinya dia sudah tidak ada di dunia, terbunuh.
Akina turut berduka cita mendengar-nya, Melantha bahkan menjelaskan beberapa robot yang diciptakan oleh seorang malaikat yang bernama Sage. Dia adalah malaikat yang sudah gila dan terobsesi dengan teknologi sehingga ia ingin mengubah planet ini menjadi planet yang sangat maju dan dipenuhi dengan teknologi jadi teknologi itu adalah solusi untuk melakukan apapun.
__ADS_1
"Jika planet ini dipenuhi dengan teknologi maka itu hanya akan menghancurkan hukum dari Xuusuatouri, planet yang tidak memiliki Tuchi atau malaikat suci yang sudah terpengaruh dengan sesuatu yang berdampak negatif maka planet itu akan berubah menjadi planet yang buruk... semua malaikat akan memiliki kutukan dari [Fallen Angel].
"Entah kenapa... soal teknologi ini membuat-ku kesal, mereka melupakan sesuatu tentang hukum Xuusuatouri dari bunga kebajikan. Aku yakin semua Guardian saat ini sedang bersembunyi dan mencoba untuk melindungi inti dari bunga kebajikan tersebut." Melantha menatap Akina dan Asuka, mereka dengan gegabah-nya memasukkan inti dari bunga kebajikan ke dalam tubuh mereka.
"Apakah kalian benar-benar ingin pergi menuju Technoven? Itu terlalu bahaya dan gegabah untuk kalian menampakkan diri seperti tadi... di atas udara dimana kalian bisa saja diserang oleh ribuan robot yang berdatangan, setiap kalian mendekati Technoven maka kalian akan menemukan Android atau apalah itu yang jauh lebih kuat." Akina awal-nya berpikir dua kali tetapi perjalanan panjang ini untuk Asuka yang belum pernah bertemu dengan orang tua-nya sama sekali, tujuan yang lumayan berbahaya tetapi ketika mendengar soal teknologi itu... Akina ingin berbincang bersama malaikat yang berada di dunia Technoven itu.
Melantha terkejut ketika mereka tidak tahu takut untuk pergi menuju Technoven, jika mereka ingin pergi maka Melantha juga ingin ikut bersama mereka berdua untuk membalas dendam teman-nya yang hilang entah kemana... ia masih memiliki banyak harapan tentang teman-nya, tidak mungkin dia akan mati begitu saja karena dia adalah Guardian dari anggrek kebajikan.
"Kalau begitu, aku ingin ikut bersama kalian berdua. Semakin banyak malaikat maka perjalanan kita mungkin akan terasa ringan, kita ada untuk melindungi satu sama lain." Kata Melantha dan Asuka mulai membuka kedua mata-nya lalu tersenyum tips, "Hm... ayo, Asuka ingin pergi bersama Melantha juga."
"Asuka... terima kasih." Melantha tersenyum lalu ia memejamkan kedua mata sehingga tiga bunga melati muncul di tapak kanan-nya lalu membentuk sebuah jubah berwarna putih, Akina dan Asuka terkesan ketika melihat Melantha dapat menciptakan baju dengan kemampuan bunga kebajikan-nya itu.
"Kita gunakan jubah ini untuk menghalangi identitas kita agar tidak ada satupun robot yang dapat menganalisa kita, hanya saja kita perlu berhati-hati soal malaikat yang ditugaskan oleh Sage untuk mencari bunga kebajikan juga." Melantha menggunakan jubah itu lalu mereka melakukan hal yang sama.
"Asuka pergi duluannnn..." Asuka terbang ke atas lalu mereka mengikuti-nya dari belakang.
"Tunggu, Asuka..."
__ADS_1