Flower of Virtues

Flower of Virtues
28: Untuk Anakku


__ADS_3

Mereka semua sekarang mulai terbakar penuh dengan semangat ketika melihat seorang Guardian yang benar-benar hebat dan lebih berpengalaman soal teknologi datang untuk membantu mereka semua menghentikan Technoven. Chiara akan memberikan tongkat itu kepada Akina karena ia lebih membutuhkan-nya, ia memilih secara acak karena ia tidak terlalu peduli dengan tongkat itu.


"Kau gunakan tongkat itu dengan benar, jangan sampai patah atau hilang... tongkat itu sementara karena kita para Guardian dapat mengalahkan semua teknologi dan sistem itu jika kita berlatih dengan benar." Kata Chiara, mereka semua menoleh kembali kepada Chiara sambil menunjukkan ekspresi serius.


"Apa yang kau maksud soal itu? Beritahu aku, kau pasti memiliki sebuah rencana tentang kekuatan bunga kebajikan itu, apakah kau memiliki sesuatu yang dapat mengejutkan kami juga?" Tanya Melantha.


"Begitulah, Seeds of Virtues... kalian pasti sudah mengetahuinya 'kan? Jika sudah maka kita akan melanjutkan ke proses selanjutnya, kita hanya perlu menyempurnakan kekuatan bunga kebajikan kita dengan mengunjungi [Temple of Trial's Virtues], sebuah kuil percobaan yang diciptakan hanya untuk kita para Guardian. Itu adalah tempat yang dapat membangkitkan potensi tersembunyi kita masing-masing." Kata Chiara, kuil itu terdengar cukup tidak asing karena Melantha pernah mendengarnya. 


"Kamu mengetahui kuil apa itu, Melantha? Aku sendiri belum pernah mendengar-nya." Akina mulai menatap Asuka yang saat ini sedang bermain dengan Azusa, "Asuka pernah mendengar-nya dari Peri tetapi Asuka tidak pernah dengar Peri memberitahu Asuka banyak tentang kuil itu."


"Kuil percobaan adalah tempat untuk membangkitkan potensi tersenyum yang terdapat di dalam diri kita masing-masing. Aku sendiri yakin bahwa percobaan yang akan kita hadapi disana itu sangat ketat, setiap ruangan memiliki lambang bunga kebajikan. Anggap saja seperti ujian dan hasil-nya akan membangkitkan potensi kita." Itu yang Melantha ketahui, Chiara mengangguk karena apa yang dia katakan itu benar.


"Aku sudah menginjak ujian yang terakhir tetapi aku tidak bisa melakukan-nya karena aku harus menahan sinar gelombang matahari selama menit. Guru-ku memberi-ku beberapa bocoran tentang ujian terakhir bahwa semua Guardian harus bisa menahan serangan sihir kebajikan mereka sendiri." Kata Chiara, mereka semua mulai mengangguk dan setuju untuk pergi mengunjungi kuil percobaan itu agar mereka bisa mengalahkan Malaikat Technoven lebih mudah.


"Baiklah, kami sepertinya sepakat untuk bisa pergi mengunjungi kuil percobaan itu." Kata Chloe, walaupun ia bukan Malaikat dan seorang Guardian tetapi ia setidaknya bisa membantu jika masalah muncul tiba-tiba, "Kalau begitu kita akan pergi setelah kita menyelesaikan tugas lain..."


""Tugas lain?"" Mereka terlihat bingung.


"Kita membutuhkan kekuatan dari Malaikat yang tinggal di Helaria, besok pagi aku ingin berbicara dengan kepala desa untuk membentuk sebuah aliansi agar bisa menyerang Technoven secara bersamaan. Setiap kepala desa mampu menghubungi satu sama lain dan aku yakin aliansi ini akan mempermudah kita untuk menyerang inti---" Melantha tiba-tiba menghantam meja sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, mereka menatap Melantha dengan ekspresi yang khawatir.

__ADS_1


"Kenapa kau tiba-tiba marah seperti itu?" Tanya Chiara.


"Apa yang kau katakan barusan tadi itu percuma, sejak aku datang ke desa ini... itu adalah tujuan-ku juga, mengajak mereka semua untuk bekerja sama dalam mengalahkan Technoven. Dengar aku, Chiara... semua Malaikat yang tinggal di desa ini penuh dengan pengecut bahkan Guardian sendiri tidak mau melakukan kewajiban-nya sendiri!" Kata Melantha, ia tidak ingin lagi berbicara dengan satupun Malaikat yang tinggal di Helaria.


"Jika kau berbicara seperti itu maka kau tunggu saja di penginapan ini sampai aku kembali." Chiara mulai bertanya kepada mereka semua, sepertinya hanya Melantha yang tidak ikut karena ia tidak ingin berbicara dengan seorang pengecut. Chiara mengangguk lalu mereka setuju dengan rencana untuk membentuk sebuah aliansi agar bisa menyerang kota Technoven lebih mudah lagi.


"Kalau begitu sekarang kita hanya perlu beristirahat saja dulu." Kata Chiara sehingga ia pergi meninggalkan ruangan itu untuk memesan sebuah kamar untuk diri-nya dan Azusa. Mulai dari sekarang mereka akan mengatasi masalah ini dengan serius karena mereka tidak memiliki banyak waktu.


Mereka semua menghabiskan waktu hari ini dengan berlatih dan beristirahat, ketika malam hari sudah tiba... Azusa tidak ingin tidur sendirian karena ia takut kegelapan dan sendirian ketika ingin tidur, Asuka sepertinya tidak memiliki pilihan lain untuk tidur bersamanya karena ia sudah bosan tidur bersama Akina sejak kemarin, Akina tentunya tidak merasa keberatan karena Azusa adalah adiknya yang terlihat masih kecil.


Asuka mematikan lampu kamar agar Azusa bisa tidur dengan nyenyak, ia mulai berbaring di sebelah-nya. Azusa mulai naik ke atas tubuh Asuka dan menempati dagu-nya di atas dada Asuka lalu ia tersenyum ketika melihat wajah-nya, Asuka terlihat sangat terkejut ketika melihat Azusa selalu saja merasakan kebahagian seperti ini, ia juga selalu menunjukkan senyuman lebar-nya itu.


"Azusa ingin menghabiskan waktu lebih lagi bersama Kakak~" Azusa mendekati wajahnya lalu ia mencium bibir Asuka sehingga Asuka terkejut karena ia tiba-tiba membagi kasih sayangnya, Asuka mulai berpikir kenapa Azusa mengetahui hal seperti ini, "Azusa... apakah kamu tinggal bersama Mama dan Papa?"


Azusa mulai memiliki perasaan yang tidak enak ketika Asuka mulai membawa pembicaraan orang tua, walaupun Azusa setengah Android setidaknya ia masih memiliki perasaan dan emosi. Azusa sudah cukup dewasa untuk menghindari pembicaraan yang seharusnya Asuka tidak ketahui dulu, Rosalia tidak pernah memberitahu dirinya tetapi Azusa tidak ingin kebenaran orang tua-nya membebankan pikirannya itu.


Sage melakukan beberapa program kepada Azusa sehingga ia memiliki pikiran yang cerdas karena bantuan dari sistem dan teknologi, ia juga memiliki DNA Asuka yang akan berjalan sama dengan Asuka. Misalnya jika Asuka mengetahui soal percintaan maka DNA yang dimiliki Azusa akan bekerja dengan baik. Itu adalah kekuatan dan kelebihan dari teknologi dan sistem yang tercipta dari Core.


"Azusa tinggal dengan Mama dan Papa tetapi Azusa berpisah dengan Mama dan Papa ketika Malaikat mengubah Azusa menjadi setengah Android. Malaikat yang mengalami modifikasi menjadi seorang Android, Kakak tidak benci Azusa seorang Android?" Tanya Azusa dengan ekspresi polos-nya itu, Asuka tersenyum tipis lalu ia meremas kedua pipi Azusa.

__ADS_1


"Kalau Azusa adik Asuka maka Asuka akan terus menyayangi Azusa, Asuka tidak percaya bahwa Asuka memiliki adik seperti Azusa, Asuka senang bisa bertemu dengan Azusa." Asuka mulai mengusap kepala-nya dan perasaan bahagia Azusa mulai bertambah lebih dari sebelum-nya sehingga mereka saling berciuman, hal ini bisa terjadi kepada Azusa karena ia memiliki DNA polos dan pengetahuan seperti Asuka.


Ciuman di anggap sebagai pemberian kasih sayang, Asuka terkejut ketika melihat makanan Azusa mulai bersinar merah dan biru berkali-kali, "Ada apa, Azusa?"


"Seseorang yang mengubah Azusa menjadi Android mencoba untuk menghubungi Azusa dan memberi tugas, Azusa akan mengurusnya dengan memberi berita palsu." Kata Azusa sehingga mata-nya berhenti bersinar, Asuka tersenyum lalu ia mengusap punggung Azusa yang terasa lembut sekali, entah kenapa kulitnya terasa lebih lembut dari bayi.


"Umur Azusa berapa?"


"Azusa sebenarnya masih bayi sejak itu tetapi Malaikat itu menciptakan tubuh mungil ini untuk Azusa... bisa dibilang Azusa masih berusia satu minggu lebih, hehehe~" Azusa tersenyum sambil memejamkan kedua mata-nya, Asuka mulai mengelus kepalanya pelan-pelan karena ia sudah mulai menyayangi adik-nya lebih dari apapun dan ia akan selalu melindungi adik mungilnya.


"Dada Kakak besar ya, Azusa iri." Azura mengembungkan kedua pipinya sambil memainkan dada Asuka, "Nanti akan tumbuh kok, Azusa sekarang terlihat kecil... seperti tembok."


"Kakak bodoh... uwwwww..." Azura mulai menepuk dada Asuka beberapa kali dengan tenaga yang lemas, Asuka tersenyum melihat tingkat adiknya itu tetapi pikiran-nya masih terganggu dengan rasa penasaran terhadap kedua orang tuanya itu. 


"Azusa, Asuka masih merasa penasaran tentang Mama dan Papa. Apa yang sedang mereka lakukan sekarang dan apa yang terjadi kepada mereka...? Azusa enak tidak dibuang seperti Asuka tetapi Azusa lebih buruk dibandingkan Asuka karena berubah menjadi Android."


"Tidak apa-apa kok, Kakak. Azusa sudah senang untuk bisa menjadi diri sendiri, jika Kakak masih merasa penasaran maka..." Azusa sudah memutuskannya bahwa ia akan menjelaskan mereka pelan-pelan, ia juga akan memberitahu beberapa informasi palsu kepada Asuka karena ia harus mengetahui kebenaran tanpa meminta bantuan siapapun.


"...Azusa akan berbicara."

__ADS_1


__ADS_2