
Wilayah tempat tinggal Asuka segera diserang dengan api-api biru, peri itu segera menciptakan dua pedang panjang melalui bunga mawar dan menyambut beberapa serangan dari seluruh Android yang datang. Melihat Android itu yang menampakkan diri mereka membuat peri itu yakin bahwa ciptaan Android satu ini pasti sempurna dan sangat teliti dalam membunuh musuh-nya.
Seluruh Android dan Cyborg yang datang menghancurkan wilayah itu dan membakar semua mawar kebajikan yang ada sampai menjadi debu, peri itu maju ke depan dan melakukan beberapa tarian pedang yang dapat menghancurkan beberapa Cyborg dan Android tersebut. Tarian pedang itu adalah kemampuan rahasia dari sesosok penjaga bunga kebajikan, seluruh serpihan bunga mawar mengelilingi tubuhnya dan menyebabkan seluruh Android dan Cyborg itu meledak.
"Dancing Blade Rose of Virtues: First"
Peri itu mengatakan kemampuan tarian pedang pertama dimana ia maju ke depan sambil mengayunkan kedua pedang-nya dengan arah yang berlawanan menyebabkan musuh segera mengalami kehancuran yang cukup dahsyat, selagi mengayunkan pedang itu peri tersebut dilindungi dengan serpihan bunga mawar yang dapat dijadikan sebagai pelindung atau serangan lain-nya, seperti sihir.
Semua Android dan Cyborg yang masih bertahan itu segera melakukan pengamatan terhadap peri, dengan menghabiskan lima detik saja sudah cukup untuk membuat kedua robot itu mengetahui pergerakan peri serta titik kelemahan-nya, Peri itu terkena beberapa tembakan dari tangan Cyborg itu sampai meninggalkan luka-luka lubang dimana darah mengalir keluar.
Ketika peri itu mencoba untuk melakukan gaya lain, robot-robot itu segera mengetahuinya karena mereka berhasil mendapatkan segala informasi yang dimiliki oleh peri. Apa yang peri itu harapkan ternyata terjadi karena Android dan Cyborg yang mencoba untuk membunuh dirinya adalah ciptaan sempurna yang terbuat oleh Malaikat.
Asuka yang sedang bersembunyi di tempat aman merasa sensitif bahwa seluruh mawar kebajikan terbakar habis serta jantung-nya berdetak cepat menandakan bahwa peri itu tidak akan bertahan lama melawan Cyborg dan Android itu. Ketika perasaan buruk melanda dirinya, ia segera mengintip keadaan sekitar dan melihat peri itu yang berlutut di atas tanah.
Kedua mata Asuka bersinar merah muda seketika dan tidak bisa merasakan jiwa lagi di dalam peri itu, peri tersebut telah gugur ketika melindungi tempat tinggal-nya. Seluruh Android dan Cyborg itu segera menghancurkan wilayah itu dan membakarnya sampai tidak ada mawar kebajikan yang tersisa.
Ekspresi Asuka tidak berubah kecuali bibir-nya yang tadi lurus sekarang berbentuk V terbalik melihat keluarga-nya terbunuh begitu saja, rasa dendam muncul di dalam dirinya tetapi dia tidak menunjukkan rasa amarah atau ekspresi apapun. Dirinya terasa hampa sampai ia menunggu seluruh Android dan Cyborg itu membereskan pekerjaan mereka.
"Asuka... tidak punya keluarga lagi..." Ucap Asuka sambil membentuk bibir-nya menjadi V yang ke atas.
__ADS_1
BAAAMMM!!!
Suara tembakan senjata pistol yang terdengar memiliki suara yang sama dengan sniper, dengan hanya satu peluru sudah mampu membuat tiga kepala Android meledak, membuat mereka segera menghancurkan diri mereka sendiri. Semua Cyborg dan Android itu mengalihkan pandangan mereka ke arah gua dimana Asuka sedang berdiri sambil menggenggam sebuah pistol atau handgun yang tercipta dari mawar beserta motif-nya.
Dengan kedua mata Asuka yang memancarkan cahaya merah muda, penglihatan-nya menandakan sebuah tanda bunga mawar yang mekar di titik kelemahan mereka. Kedua penglihatan Asuka dapat mendeteksi kelemahan musuh dan juga kemampuan mereka berkat bantuan dari mawar kebajikan.
Semua Android dan Cyborg itu mencoba untuk meneliti kelemahan dan pergerakan Asuka, tetapi tidak bisa karena alat peneliti mereka terhalang dengan helai bunga mawar yang dapat membuat Android dan Cyborg itu bingung sampai mereka meneliti helai mawar itu dan mendapatkan sebuah virus dan error. Asuka mulai mengerti sekarang kenapa Android dan Cyborg itu bisa mendapatkan virus dengan hanya meneliti helai mawar karena mereka dirancang untuk tidak mengetahui informasi tentang bunga kebajikan.
"Asuka... akan melakukan tugas-nya, Asuka akan membuat kalian meledak. Asuka bertanya-tanya apakah robot bisa merasakan ketakutan...? Apakah kalian di program dengan rasa ketakutan...? Asuka penasaran..." Asuka memejamkan mata kiri-nya dan mengarahkan pistol-nya ke depan.
Tidak ada satupun Cyborg atau Android yang berani maju untuk menyerang Asuka karena kedua mata mereka yang terbuat dari kaca serta terdapat sistem yang dapat mengamati sekeliling-nya, Android dan Cyborg itu bisa mendeteksi banyak sekali bahaya di wilayah tersebut termasuk di depan yang dipenuhi dengan titik merah. Titik merah bagi Cyborg dan Android adalah titik bahaya atau kehancuran yang akan melanda diri mereka sendiri.
Android dan Cyborg yang masih hidup segera memanggil bala bantuan yang jauh lebih kuat dari diri mereka sendiri, Asuka bisa merasakan keberadaan robot lain yang mencoba untuk datang menuju wilayah tersebut. Android dan Cyborg itu menyerang Asuka dengan seluruh kekuatan mereka yaitu kedua lengan yang di modifikasi menjadi senjata api dan [Lightsaber] yang dapat membakar lawan serta menembus pertahanan apapun.
Kedua penglihatan Asuka dapat mendeteksi seluruh serangan itu bahkan apa yang lihat saat ini adalah serangan yang berjalan cukup lambat, Android yang mencoba untuk menyerang-nya dari belakang segera meledak ketika Asuka menembak-nya tanpa harus melihat ke belakang. Serangan apapun dan sekuat apapun Asuka dapat merasakan-nya karena ia ini sangat sensitif berkat bantuan dari mawar kebajikan.
Tidak menggerakkan kedua kaki-nya, Asuka membidik seluruh Android dan Cyborgi tu lalu menyerang mereka dengan menarik pelatuk pistol yang ia pegang. Dua peluru terlepas dari pistol itu dan melesat maju menuju arah Android dan Cyborg tersebut, mereka terbunuh dengan hanya satu peluru yang dapat Asuka kontrol, peluru itu dilapisi dengan warna merah muda dan peluru itu berhenti ketika lima musuh sudah mati.
Cyborg yang mendekat dengan Asuka segera mendapatkan lubang yang cukup besar di perutnya karena Asuka menghantam wajahnya dengan pistol kiri-nya lalu menembak perutnya dengan pistol kanan-nya. Cara bertarung Asuka menggunakan senjata api atau modern yang hanya diciptakan oleh Manusia cukup mahir juga, ia bisa menggunakan-nya di jarak yang cukup dekat.
__ADS_1
Seluruh Android dan Cyborg itu mengeluarkan suara yang terdengar error, terjadi ledakan yang cukup besar di sekitar Asuka karena robot-robot sampah itu memilih untuk meledak dibandingkan di bunuh oleh Asuka. Seluruh ledakan itu tidak dapat melukai Asuka bahkan ledakan itu sudah mengenai tubuhnya dan membakar-nya tetapi seluruh api yang membakarnya itu segera berubah menjadi partikel merah muda yang membuat memancarkan cahaya merah muda.
Bala bantuan datang kali ini sendirian, Asuka menatap robot itu dengan tatapan yang tidak memiliki ekspresi apapun. Robot itu sepertinya sudah bergabung menjadi satu robot yang kuat, Asuka bisa mengenal robot itu adalah Android yang menggunakan kemampuan [Assimilation] dimana mereka bisa bergabung menjadi satu Android yang jauh lebih kuat serta informasi mereka menjadi luas.
"Asuka tidak takut denganmu... Kamu takut dengan Asuka..." Asuka memutar kedua pistol-nya.
Asuka menatap Android itu tanpa memperlihatkan ekspresi apapun, satu keringat mengalir dari pipi-nya yang menandakan bahwa dirinya tidak begitu yakin untuk bisa menang melawan Android yang sudah bergabung itu. Asuka segera melakukan pengamatan kepada Android itu dan ia segera bersiap untuk melawan Android itu dengan kemampuan yang ia pelajari sejak bayi sampai sekarang.
Asuka melesat ke depan dan membuat Android itu segera menyerang Asuka menggunakan sihir api yang cukup panas sampai tubuh-nya terbakar dan meninggalkan luka bekas. Rasa sakit itu membuat dirinya semakin cepat dan ia melompat ke atas, mengarahkan kedua pistol itu ke seluruh tubuh Android itu.
"Dancing Gunslinger Rose of Virtues: Form I"
Asuka berputar seperti angin topan, Android itu mengeluarkan laser merah tebal menuju arah Asuka. Seluruh tubuh Asuka mengenai laser merah itu dan Android itu mendeteksi banyak sekali peluru yang berpencar, Android itu segera mengeluarkan senjata roket yang berjumlah ratusan di kedua lengan-nya dan melepaskan misil yang berjumlah ratusan ke arah semua peluru itu.
Ketika Asuka mendarat di atas tanah dengan kedua pistol-nya yang sudah hilang, ia pergi menghampiri peri itu dan segera mengangkatnya. Tanpa menghabiskan waktu Asuka menghisap bibir peri itu sampai peri tersebut berubah menjadi partikel-partikel yang memiliki warna merah muda. Seluruh partikel itu masuk ke dalam tubuh-nya dan memberi dirinya kekuatan serta pengetahuan yang lebih luas.
Asuka menciptakan pistol-nya lagi di tangan kanan-nya, "Asuka menang..." Asuka berjalan pergi dan menembak ke atas langit.
Seluruh peluru yang berpencar itu berkumpul di atas langit, membuat Android itu melirik ke atas dan mengalami error yang kritis karena seluruh peluru melesat secara sekaligus ke arah Android itu menyebabkan dirinya langsung meledak menjadi barang rongsokan.
__ADS_1