Flower of Virtues

Flower of Virtues
40: Shield


__ADS_3

Chiara, Azusa, dan Chloe berhenti terbang ketika mereka merasakan tekanan yang sangat besar. Entah apa yang mereka rasakan saat ini tetapi tekanan ini terasa sangat berat walaupun mereka sudah pergi jauh dari desa Helaria itu, kedua mata Azusa dapat melihat dari jarak yang sangat jauh bahkan penglihatannya bisa sampai menuju desa Helaria itu dan ia bisa melihat Roboten itu yang mengamuk dan menghancurkan daratan beberapa kali.


"Ini buruk... Sistem Azusa baru saja memberitahu Azusa bahwa seluruh robot, Android, dan Malaikat Technoven yang berasal dari setiap kota telah bergabung menjadi satu sehingga menciptakan satu robot sempurna yang bernama Roboten. Kekuatannya sangat kuat bahkan matahari memberi robot itu kekuatan." Kata Azusa, ia ingin sekali membantu Asuka tetapi Chloe meraih tangannya untuk menghentikan dirinya karena mereka sudah dalam perjalanan yang cukup jauh dari Helaria.


"Kakak-mu akan marah besar jika kau kembali, Azusa. Lebih baik kita gunakan kesempatan ini untuk mencari kuil percobaan itu...!" Seru Chloe, Azusa mengangguk lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju kuil percobaan itu tanpa melihat ke belakang, Chiara mengeluarkan tiga bunga kebajikan yang masih bersinar tetapi salah satu dari bunga itu mulai kehilangan cahayanya dan cahaya itu berwarna putih yang keluar dari bunga melati.


"Melantha benar-benar bekerja keras, cahaya yang dimiliki bunga kebajikan mawar ini mulai hilang, itu artinya dia merencanakan sesuatu yang besar. Dia benar-benar ceroboh untuk mengerahkan seluruh kekuatannya demi menciptakan sebuah sihir yang sangat hebat tetapi kecerobohan itu setidaknya dapat menyelamatkan seluruh Malaikat yang berada disana." Chiara mengibarkan sayapnya lalu ia terbang dengan cepat menuju arah barat, Chloe dan Azusa mulai mengikuti dirinya karena Chiara baru saja memberitahu dirinya bahwa kuil itu sudah dekat.


Di sisi lainnya, Akina tidak bisa lagi bertarung karena tubuhnya yang lemas ketika terlalu banyak menggunakan wujud Fallen Angel-nya itu, Roboten melancarkan beberapa serangan menuju daratan untuk mencoba melukai seluruh malaikat itu tetapi mereka berhasil menghindarinya sehingga gelombang merah yang keluar dari Roboten mulai menyambut mereka dan melukai mereka cukup parah. 


Asuka mencoba untuk menyerang Roboten dengan melancarkan beberapa serangan menggunakan kedua katana-nya tetapi serangannya tidak memberikan efek apapun sehingga pergerakan Roboten cukup cepat sampai ia melancarkan satu serangan yang mengenai Asuka dan melemparnya ke belakang. Melantha yang berada di atas udara terlihat ketakutan karena Roboten memiliki kekuatan dan kecepatan yang sangat besar.


"Asuka!!!" Akina mencoba untuk menghampiri Asuka tetapi Roboten menumbuhkan sebuah ekor dan berhasil menghantam Akina sampai ia terlempar ke belakang, Keiko memerintah seluruh pasukannya untuk menyerang secara bersamaan tetapi mereka semua berakhir terkena hantam. Roboten dapat menyerang menggunakan apapun yang ia miliki terutama kabel besar yang dapat ia ciptakan dan ditambah lagi ekor-nya yang dapat tumbuh lagi dan lagi.


"Asuka..." Akina merangkak menuju arah Asuka yang terluka cukup parah, Asuka bisa melihat Roboten yang mencoba untuk menginjak Akina tetapi ia sempat menyelamatkan dirinya dengan menarik tubuhnya ke belakang lalu mereka secara bersamaan terbang menuju Roboten untuk melancarkan serangan kombinasi, serangan yang mereka lakukan cukup cepat bahkan sampai menghindari kabel Roboten yang ia melancarkan beberapa serangan kepada Asuka dan Akina.


"Akina, gunakan serangan kombinasi!" Asuka melepaskan beberapa kelopak bunga mawar yang mencoba untuk melukai Roboten tetapi seluruh bunga mawar itu berakhir layu sampai serangan kombinasi yang dilakukan Asuka tidak dapat melukai dirinya melainkan membuat kedua pedang yang Asuka pegang menjadi layu,  "Asuka ka--- Uwaaaaa..."

__ADS_1


Asuka terlempar ke belakang ketika menerima beberapa serangan dari kabel yang muncul di belakang Roboten itu, Akina merasa sangat kesal sampai ia mencoba untuk berubah kembali menjadi wujud Fallen Angel-nya tetapi gagal, setidaknya ia dapat menggunakan kedua tombak kebajikan surgawi-nya dan berhasil melukai Roboten itu. 


Luka yang diberikan oleh Akina masih belum cukup sehingga Roboten meluncurkan gelombang emas melalui mulutnya dan mengenai Akina sampai ia terlempar ke belakang, tidak ada harapan lagi untuk menang atau bertahan karena seluruh penduduk Malaikat yang mencoba untuk menciptakan perisai-nya berakhir hancur dengan satu injak dari kaki Roboten yang begitu besar dan keras.


"Sebentar lagi... ayo lah... aku pasti bisa..." Kedua lengan Melantha mulai bergetar, ia merasa bersalah ketika melihat beberapa Malaikat yang berjuang keras untuk menghentikan Roboten sedangkan dirinya sejak awalnya hanya berada di atas udara sambil mengumpulkan seluruh kekuatan dan tenaga-nya untuk melepaskan sihir melati yang sangat kuat, setidaknya ia dapat membantu setelah semua yang ia kumpulkan itu telah selesai.


Roboten menginjak daratan beberapa kali menggunakan kedua tapak kakinya sehingga daratan mulai retak lalu hancur dan mengeluarkan lahar panas, Roboten juga sempat menginjak beberapa Malaikat yang mencoba untuk menciptakan sebuah perisai tetapi gagal. Sebentar lagi Melantha bisa merasakan tubuhnya yang akan terasa ringan karena ia akan menggunakan seluruh kekuatan dari bunga melati.


***


Chiara melihat sebuah patung yang memiliki penampilan seperti Rosalia, ia akhirnya menemukan persembunyian dari kuil tersebut karena ia bisa melihat patung Rosalia. Chiara segera turun dari atas langit lalu menatap patung tersebut, Azusa dan Chloe mulai mendarat di belakang Chiara bahkan Azusa sampai memeluk patung tersebut, "Mama~ Mama~"


"Ayo, masuk." Chiara menarik lengan patung itu, pintu bawah tanah mulai terbuka lebar dan mereka segera masuk ke dalam ruang bawah tanah itu yang sangat gelap. Chiara dan Azusa bisa melihat di dalam ruang yang gelap karena mereka adalah malaikat sedangkan Chloe adalah seorang Legenda tetapi dia dapat menggunakan sihir cahaya dengan mudah jadi mereka masuk ke dalam ruangan bawah tanah itu dengan aman.


Di sisi lainnya, desa Helaria saat ini sudah menjadi lautan api dan bahkan Roboten benar-benar mengamuk sampai ia mengorbankan banyak sekali jiwa, Melantha melebarkan kedua matanya ketika ia merasa tubuhnya yang mulai dipenuhi dengan cahaya putih, kelopak bunga melati bahkan terlepas dari dalam tubuhnya sehingga aroma melati-nya itu bisa tercium di seluruh wilayah termasuk kota Technoven, Rosalia bisa mencium bau dari melati yang cukup wangi.


"Gunakan rencana terakhir ini, Asuka... semua-nya!" Melantha mengibarkan kedua sayapnya lalu ia melesat menuju arah Roboten dan Roboten bisa melihatnya lalu melancarkan beberapa serangan tetapi Melantha berhasil menghindari semua serangan itu dengan mudah, Melantha menunjuk Roboten menggunakan kedua tapaknya yang melepaskan bunga melati sehingga tubuh Roboten tidak bisa bergerak untuk sesaat karena bunga melati suci menyelimuti tubuhnya.

__ADS_1


Sage tercengang ketika melihat tubuh Roboten tidak melayukan bunga melati itu, Melantha melayang tepat di hadapan dirinya sambil memejamkan kedua matanya dengan tenang, Asuka dan Akina bisa melihat Melantha yang mencoba untuk melakukan sesuatu, tubuh Melantha mulai bergetar penuh dengan kekuatan bahkan bunga melati mulai bergerak di sekitarnya dan memberi dirinya kekuatan yang sangat besar.


"Percuma saja, Guardian!!! Roboten akan melayukan melati dan diri-mu itu yang gegabah!!!" Seru Sage keras, Roboten langsung memegang erat tubuh Melantha dan mencoba untuk menghancurkan-nya, Melantha tidak bisa merasakan apapun karena tubuhnya saat ini dipenuhi dengan kekuatan melati kebajikan-nya itu yang dapat meningkatkan pertahanan, "Kesempatan-mu bertahan sekarang nol!!!"


"Ini semua bukan tentang angka!!! Ini semua tentang keluarga!!!" Daratan mulai kembali membantu daratan yang semula sehingga Asuka dan Akina bisa melihat bunga melati besar yang mulai tumbuh, Akina bisa melatih kesempatan dan ia langsung mengeluarkan alat aliran listrik-nya lalu mencoba untuk melukai Roboten tetapi tongkat itu tidak mempan.


"Sial... Asuka, alat ini tidak berguna!" Seru Akina.


"Tidak, jangan pikirkan itu dulu! Melantha!!! Lepaskan, Melantha!!!" Seru Asuka keras sehingga Melantha menolak karena sihir yang sejak awal ia rencanakan sudah akan terjadi di tempat ini, sekarang juga. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan besar-nya itu sehingga Melantha berhasil melepaskan dirinya dari genggaman tangan Melantha.


"Aku adalah seorang Malaikat!!! Seorang Guardian yang akan melindungi seluruh bangsa-ku sendiri!!!" Seru Melantha keras, ia mulai mengangkat kedua lengannya ke atas sehingga bunga melati mulai tumbuh dan memakan seluruh malaikat termasuk Akina dan Asuka, bunga melati itu bisa disebut sebagai pelindung untuk mereka dan pelindung itu sangat kuat.


"T-Tidak... Melantha...!" Akina terkejut ketika melihat Melantha yang mulai meneteskan beberapa darah dari tubuhnya itu, ia masih bisa melihat Melantha dari beberapa celah melati tersebut, sepertinya melati yang ia ciptakan benar-benar tempat berlindung yang sangat aman.


Asuka dan Akina bisa melihat tubuh Melantha dan Roboten perlahan-lahan berubah menjadi bunga melati, Melantha memejamkan kedua matanya untuk mengingat kembali petualangan-nya bersama Asuka dan teman-temannya, hari ini dan di wilayah ini... ia akan menjadi pelindung demi mereka semua mereka, caranya itu dengan mengorbankan dirinya dan mengeluarkan sihir melati yang sangat kuat dengan membunuh diri sendiri.


"Keluarga adalah kekuatan! Tekad adalah pembawa kemenangan!!! Shield of Virtues' Jasmine!!!" Seru Melantha keras sehingga tubuhnya berubah menjadi melati dan setengah dari tubuh Roboten berubah menjadi melati, Sage terkejut ketika ia melihat pemberitahuan bahwa Roboten tidak bisa bergerak karena tubuhnya yang sudah berubah menjadi melati.

__ADS_1


"Tidaaaaaakkkkkkkkkk....!!!"


__ADS_2