
Chiara melompat ke belakang lalu memegang erat tombak-nya ketika melihat beberapa Android dan Robot yang menyerang dirinya secara berkelompok, tombaknya mulai ia putarkan sehingga menyerap seluruh cahaya matahari yang berada di atasnya lalu memancarkan kembali seluruh matahari itu sampai beberapa bunga matahari mulai tumbuh di sekitarnya, ia berputar lalu menurunkan tombak-nya dan melemparnya ke depan sehingga tombak itu melesat maju menuju arah Robot dan Android di hadapan-nya.
Tombak itu melaju cepat, setara dengan kecepatan cahaya. Tombak itu mampu menghancurkan seluruh Android dan Robot yang menghalangi bahkan sampai menghancurkan Core dan Chip mereka secara langsung karena bantuan dari cahaya matahari yang begitu panas-nya yang mampu menyebabkan [Overheat] juga. Setidaknya Chiara bisa melihat beberapa peningkatan ketika melihat seluruh Android dan Robot itu berkurang, ia juga bahkan bisa melihat beberapa malaikat yang masih bertahan.
Chiara menoleh ke belakang karena ia mendengar jeritan seorang gadis, ia terkejut ketika melihat Android yang memiliki model Malaikat berhasil memenggal dua kepala Guardian dengan kedua tombak yang ia pegang itu. Chiara menunjuk tombak-nya untuk menariknya kembali lalu ia mendapat Android Malaikat itu yang memiliki nama Menma, "Kau memiliki tampang seperti malaikat tetapi sikap-mu lebih menonjol dengan seorang dewi kematian..."
Menma mulai menatap Chiara lalu ia mendeteksi dirinya sebagai Guardian yang sangat berbahaya karena pengalaman bertarung-nya dan kekuatan dari bunga kebajikan yang begitu hebat. Chiara mulai memegang erat tombak-nya dan tersenyum seris, "...aku akan memasukkan tombak ini ke dalam bagian bawah atau kepalamu lalu mengubah dirimu menjadi es krim!"
Chiara melebarkan kedua matanya ketika melihat Android itu mulai mengeluarkan beberapa senapan melalui punggung dan kedua lengannya itu, semua senapan tersebut menembakkan beberapa cahaya emas yang terarah kepada Chiara tetapi ia dapat menahan semua cahaya itu menggunakan ujung dari tombak-nya sehingga ia menyerap seluruh cahaya tersebut, tombak yang ia pegang mulai memancarkan sinar emas dan mengeluarkan beberapa listrik emas yang menghancurkan Robot di sekitarnya.
Menma mengeluarkan beberapa misil yang meluncur cepat menuju arah Chiara, ia hanya perlu diam karena misil itu bergerak terlalu cepat sehingga mengenai tubuhnya. Misil itu memiliki daya ledakan tinggi Tenma tersenyum ketika melihat ledakan dahsyat itu, sekarang Chiara berada di dalam asap itu yang mulai menipis lalu menunjukkan Chiara yang diselimuti dengan bunga matahari sebagai pelindung dirinya yang menyelamatkan dirinya dari serangan apapun untuk sementara.
"Tidak buruk juga... kau benar-benar Guardian yang dapat membuat diriku bertambah kuat, Sage pasti akan melakukan beberapa program baru kepada ciptaan-nya yang baru karena kita semua hanyalah sebuah Android yang bisa menunjukkan kemampuan kalian di tempat ini! Tidak ada artinya juga melanjutkan karena desa ini sudah menjadi kuburan!" Menma melompat ke atas lalu meluncurkan beberapa gelombang tipis yang memiliki gerakan zig-zag dan tak beraturan, Chiara mulai menggunakan tombak-nya dengan tangan kiri lalu ia memutarnya dan menghantam semua gelombang itu dengan putaran tombaknya.
Chiara melompat ke belakang lalu ia melebarkan kedua sayapnya dan melesat menuju arah Menma yang masih meluncurkan beberapa gelombang, semua gelombang itu dapat dengan mudah Chiara hapuskan menggunakan tombak-nya, sekarang ia mencoba untuk mendekati Menma agar bisa melukai dirinya dan mencari Chip yang terpasang di dalam tubuhnya itu.
__ADS_1
Pergerakan-nya sungguh cepat bahkan kedua mata Menma tidak dapat melakukan analisis dengan kecepatan cahaya tersebut sehingga ia sadar bahwa Chiara berada tepat di hadapan-nya sambil mengayunkan tombaknya yang hampir mengenai leher Menma, untungnya ia menghindari serangan itu dengan tepat sehingga Chiara terbang melewati dirinya bersama tombak yang ia gerakan.
Chiara berputar kembali dan Menma menoleh ke belakang dengan tubuhnya yang perlahan-lahan diselimuti dengan pelindung yang berwarna biru, Chiara bisa melihat celah tepat di puncak kepala Menma, ia mengayunkan tombak-nya dengan cepat sampai Menma terkena serangan tersebut dan terlempar menuju daratan. Menma masih bisa bergerak, ia mencoba untuk menyerang Chiara dari arah belakang tetapi ia berhasil berubah menjadi kelopak bunga matahari.
"Aktifkan gas---" Chiara muncul lebih cepat dan langsung melancarkan satu serangan yang terarah kepada punggungnya tetapi Menma diselimuti dengan aura biru yang mampu menahan serangan Chiara dengan mudah, "Itu saja yang kau miliki...?" Chiara mundur ke belakang lalu ia mengangkat tombak-nya ke atas sehingga beberapa bunga matahari mulai tumbuh dari atas tanah dan ia langsung meluncurkan gelombang emas ke arah Menma.
Menma tidak ingin menanggung resiko-nya jadi ia menggunakan pelindungnya itu sebagai tumbal agar ia bisa melarikan diri dengan melesat menuju arah Chiara, tiba-tiba lengan kirinya langsung hancur ketika terkena serangan tombak Chiara yang berputar cukup cepat. Chiara menunjuk kembali tombak-nya agar ia bisa menariknya kembali, ia bisa melihat Menma yang mulai mengarahkan seluruh senapan-nya menuju daratan.
Chiara menoleh ke bawah dan melihat beberapa gelombang emas yang keluar melalui setiap daratan tersebut, untungnya Chiara dapat menghindari semua serangan itu lalu ia melanjutkan-nya dengan mendekati Menma dan mengayunkan tombak-nya sehingga ia terlempar ke belakang ketika melihat Menma berhasil menyelimuti tubuhnya dengan aura lagi. Chiara terbang ke atas udara karena daratan yang ia lihat mulai mengeluarkan banyak sekali gelombang yang memiliki pergerakan rumit.
"Tidak ada ampun!" Gelombang emas yang besar meluncur keluar melalui dada-nya tetapi Chiara sempat untuk melindungi dirinya menggunakan bunga matahari yang muncul di sebelah kanannya, Menma melesat ke depan lalu Chiara menyambut dirinya dengan melancarkan satu serangan yang dapat ditahan oleh Menma, ia langsung memegang tombak Chiara.
"Cara bertarung-mu... hebat juga, aku tidak memiliki kesempatan sedikitpun untuk bertarung melawan seorang Guardian yang memiliki banyak pengalaman tentang pertarungan, aku tidak beruntung hari ini ketika bertemu dengan-mu, malaikat." Perkataan itu membuat Chiara kesal sehingga ia membelah tombak-nya menjadi dua lalu melancarkan serangan kombinasi yang mampu merusak tubuh Menma, ia mulai menggabungkan kembali kedua tombak-nya menjadi satu lalu mundur beberapa langkah ke belakang.
Pergerakan Chiara bertambah cepat ketika bunga matahari di sebelah-nya mulai memancarkan cahaya emas yang mengenai tubuhnya, ia tidak ingin melanjutkan pertarungan ini yang cukup menyebalkan karena Menma memiliki pertahanan yang cukup tebal. Chiara melancarkan serangan kombinasi menggunakan tombak-nya itu lalu ia bisa melihat Menma yang melindungi dirinya menggunakan pelindung tetapi pelindung itu dapat dengan mudah hancur dengan satu serangan menggunakan tombak-nya itu.
__ADS_1
"K-Kecepatan apa ini... apakah matahari benar-benar memberi dirimu kecepatan dan kekuatan!?" Seru Menma keras.
"Aku adalah Guardian yang menjaga bunga matahari kebajikan! Tentu saja matahari adalah sumber kekuatan bagiku!!!" Chiara berhasil menghancurkan kedua lengan Menma lalu ia melancarkan serangan lainnya yang mampu menghancurkan tubuh Menma menjadi kepingan kecil, setelah itu ia bisa melihat Core dan Chip di hadapan-nya, ia menghancurkan-nya menggunakan tombak yang ia pegang itu.
"E-Error... memulai rencana darurat... ledakan terakhir..." Chiara masih bisa mendengar Menma yang berbicara, seluruh bagian tubuhnya mulai mengeluarkan cahaya merah dan Chiara melebarkan kedua matanya karena ia terlambat untuk melakukan sesuatu sebelum semua bagian tubuh-nya itu mulai menimbulkan ledakan dahsyat yang memiliki daya ledakan cukup besar.
Baaaammmmmm...!
Ledakan itu hanya menghancurkan bunga matahari yang Chiara ciptakan, dirinya berhasil berlindung dengan menciptakan mahkota bunga matahari. Chiara melihat sekeliling dan ia bisa melihat desa ini sudah menjadi medan perang karena banyak ledakan yang terjadi, seluruh Android itu benar-benar cerdik untuk melakukan ledakan terhadap diri sendiri di detik kematian mereka.
"Sungguh menyebalkan... aku terluka..." Chiara memegang lengan kanan-nya yang mengalirkan darah deras, ia mengalihkan pandangannya ke arah Asuka yang masih terluka karena lengan kiri-nya itu yang patah. Chiara mencoba untuk menghampiri dirinya tetapi beberapa Malaikat Technoven mulai menghalangi-nya.
"Ahh, sialan...
"...banyak sekali es krim yang akan aku buat!!!"
__ADS_1