
Matahari telah terbit di arah timur. Semua orang sudah bangun dan siap untuk pergi menuju rumah kepala desa untuk membentuk sebuah aliansi yang dapat membantu mereka ketika mencoba untuk menghentikan semua teknologi dan sistem yang terdapat di Technoven. Melantha tidak ikut karena ia lebih memilih untuk pergi melihat pemandangan yang indah sendiri, ia pergi sendirian sambil menenangkan pikirannya itu.
Akina menoleh kepada Azusa dan Asuka yang sedang berpegangan tangan, mereka terlihat sangat akur. Entah kenapa hal itu membuat dirinya merasa cemburu karena tidak bisa berbicara dengan Asuka akhir-akhir ini tetapi ia setidaknya akan memberi mereka waktu bersama karena Azusa dan Asuka itu saudara kandung yang baru saja bertemu kembali hari ini.
Mereka semua tiba di depan rumah sederhana, rumah itu adalah rumah dimana kepala desa tinggal. Chiara bisa melihat sebuah tulisan di pintu tersebut [Keiko], sepertinya Keiko adalah nama dari kepala desa itu. Chiara mulai mengetuk pintu itu sehingga Keiko membukanya lalu menatap mereka semua dengan ekspresi yang terlihat terkejut.
Hal ini sungguh mendadak karena Keiko didatangi oleh banyak sekali Guardian dengan ekspresi yang terlihat serius, "A-Ada butuh apa ya?" Tanya Keiko karena ia khawatir bahwa mereka akan melakukan sesuatu kepada dirinya, Chiara mulai berbicara dengan dirinya bahwa ia datang hanya untuk membahas sesuatu yang penting.
Keiko tentunya menerima mereka karena mereka adalah Malaikat Guardian, malaikat yang harus dilindungi pada situasi berantakan seperti ini. Keiko sudah mengetahui tentang perbuatan Sage dan ia pernah mendengar pembicaraan kepala desa lainnya bahwa para Guardian adalah harapan untuk Xuusuatouri.
Mereka semua duduk di atas sofa dan melihat Keiko yang mempersiapkan beberapa teh hangat dan makanan ringan, "Kamu tidak perlu repot-repot menyiapkan makanan karena kami hanya ingin membahas sesuatu yang pendek tetapi penting."
"Tidak apa-apa. Anggap saja seperti rumah sendiri. Mari kita mulai, ada perlu apa ya?" Tanya Keiko sehingga Chiara mulai mengambil cangkir teh hangatnya lalu meminumnya, ia ingin membasahi tenggorokan-nya agar ia bisa berbicara panjang lebar mengenai aliansi ini.
"Langsung ke intinya saja karena kita sebentar lagi akan pergi, Keiko... apakah kau sudah melihat dunia di luar desa ini? Teknologi dan sistem sudah mempengaruhi semuanya, itu bukanlah pertanda yang baik karena Heavenly sudah akan kehilangan terhadap keseimbangan-nya dalam hitungan hari." Ketika Chiara berbicara seperti itu, Keiko mengerti apa yang dia maksud karena dia memiliki sebuah teknologi yang memunculkan layar Virtual, layar itu mulai ia tunjukkan kepada mereka semua.
Layar itu menunjukkan planet Heavenly yang sudah dipenuhi dengan warna, sekarang hanya tersisa tiga desa yang masih bertahan dalam melawan kedatangan para robot dan Android. Mereka semua tercengang ketika melihat tiga desa tersisa yang masih bertahan, itu artinya ketiga desa itu harus bisa bekerja sama menjadi satu untuk menghancurkan kota Technoven. Tidak perlu bertahan, mereka hanya harus menyerang intinya saja.
"Jika kau tau apa yang aku maksud maka mari kita para malaikat saling membantu satu sama lain untuk mempermudah semuanya. Aku yakin Heavenly bisa kembali jika kita semua saling bekerja sama dengan membentuk sebuah aliansi melalui ketiga desa itu. Semua malaikat berkumpul dan bertarung bersama-sama." Kata Chiara, ia bangkit dari atas kursi-nya sehingga Keiko setuju dengan pilihan itu tetapi wajahnya terlihat sedih.
__ADS_1
Keiko memberitahu mereka bahwa sebagian Malaikat yang berlindung di Helaria itu tidak mau bertarung, mereka lebih memilih untuk berlindung dan melarikan diri dari semua serangan itu. Entah apa yang akan terjadi kepada mereka semua jika Helaria di serang dengan Android yang lebih kuat bahkan jika seorang Malaikat Technoven menyerang maka semuanya akan berakhir karena penjaga Helaria terus berkurang setiap hari terlewati.
"Jangan menyerah dulu, Keiko! Kau harus mencobanya dengan memberitahu mereka semua melalui alat yang dapat membesarkan suara-mu itu! Aku yakin mereka akan mendengar perkataan-mu itu!" Chiara menoleh kepada Asuka dan Akina untuk segera bergegas pergi menuju aula, mereka sudah merencanakan semua ini sejak awal jadi mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan.
Chloe pergi sendirian untuk memberitahu semua penduduk yang ia lihat untuk berkumpul di aula dengan sebuah alasan bahwa mereka semua akan bertarung dan bekerja sama demi mengalahkan Sage dan teknologi yang ia ciptakan itu. Chiara terus menyemangati dirinya sehingga Keiko mulai mencoba untuk memberi pengumuman untuk seluruh penduduknya, ia bersama Chiara pergi menghampiri ruang pengumuman.
Keiko mulai berbicara di [Microphone] yang dapat membuat suaranya bisa terdengar dimana-mana, ia memberitahu seluruh penduduknya untuk berkumpul di aula jika mereka ingin bekerja sama untuk bertarung dan menghentikan kegilaan yang disebabkan oleh Sage. Keiko mengulangi pembicaraan-nya lima kali agar semua orang bisa mendengarnya, setelah itu Chiara memberitahu dirinya untuk menghubungi kepala desa lainnya untuk mengumpulkan seluruh Malaikat yang dapat di ajak bekerja sama.
"Dengan kekuatan kita yang disatukan maka tidak ada hal mustahil yang tidak bisa lakukan! Ayo! Sekarang waktunya untuk menghubungi mereka, Keiko!" Kata Chiara, Keiko mulai menyentuh layar virtual-nya itu untuk menghubungi dua Malaikat lainnya.
Di sisi lainnya, Asuka dan Akina terlihat kaget ketika melihat malaikat yang berjumlah sedikit berkumpul di aula. Azusa mulai menggunakan mata buatan-nya itu untuk menghitung jumlah Malaikat yang berkumpul berdasarkan persentase, hasilnya cukup mengejutkan dan mengecewakan sehingga ia menyentuh perut Asuka.
Asuka menoleh kepada dirinya, "Ada apa, Azusa?"
"Azusa menghitung mereka dengan mata kanan Azusa... Azusa hanya bisa melihat 37 persen malaikat yang berkumpul di aula, sebagiannya tidak terlalu peduli karena mereka sedang melakukan aktivitas mereka." Apa yang baru saja Azusa katakan membuat Akina kesal karena ia bisa melihat beberapa malaikat yang sedang nongkrong dan menghabiskan waktu yang tidak penting dari arah jauh.
"DASAR KALIAN MALAIKAT PENGECUT YANG TIDAK SAYANG DENGAN NYAWA DAN PLANET KALIAN SENDIRI!!!" Teriak Akina keras sehingga suaranya bisa terdengar oleh seluruh penduduk malaikat, sebagian merasa tersinggung tetapi mereka tidak terlalu peduli karena masalah yang dihadapi oleh Heavenly ini bisa teratasi dengan keajaiban, mereka terlalu mengandalkan keajaiban tanpa berusaha.
"Sudahlah Akina... tidak ada pilihan lain. Malaikat itu tidak sayang dengan Heavenly." Kata Asuka.
__ADS_1
***
Chiara saat ini sedang berbicara dengan kepala desa lainnya, mereka semua sudah pasti setuju dengan membentuk aliansi itu karena kedua desa telah mengumpulkan seluruh malaikat yang siap untuk bertarung dan berjuang dalam menghentikan kegilaan Sage. Keiko sendiri terlihat senang bahwa rencana kerja sama ini berjalan cukup lancar, ia hanya perlu mendatangi aula sekarang.
"Jika kalian sudah mengumpulkan semua malaikat itu maka pergi sekarang juga dari desa kalian. Kita semua harus berkumpul di satu tempat, di desa ini sepertinya aman!" Kata Chiara, mereka tidak merasa keberatan melainkan mereka memberitahu Chiara akan pergi dalam waktu yang dekat, setelah itu Chiara merasa lega bahwa semua ini berjalan cukup lancar.
Mereka berdua pergi meninggalkan rumah itu untuk memeriksa aula, apakah seluruh malaikat sudah terkumpul di aula? Ketika mereka tiba di aula, wajah mereka terlihat kaget karena hanya sebagian malaikat saja yang terkumpul dan rata-rata mereka terlihat siap untuk bertarung. Chiara menoleh ke belakang lalu ia bisa melihat beberapa malaikat yang sedang menghabiskan waktu tidak mereka dengan berbicara dan bersenang-senang.
"Grrgghhh...!!! Kesabaranku habis!!! Dasar penduduk bodoh...!!!" Chiara menghampiri mereka tetapi...
Baammmm!!!
Terdengar suara ledakan yang berasal dari arah barat, semua malaikat itu mengalihkan pandangan mereka ke arah barat dan melihat tembok yang besar itu mulai runtuh lalu menunjukkan jumlah malaikat Technoven yang sangat banyak. Akina terkejut ketika ia melihat robot dan Android yang mulai berdatangan dari arah yang berbeda, serangan mendadak dan sepertinya pertarungan besar akan di mulai sekarang.
"T-Tidak mungkin...! Mereka berencana untuk menyerang sekarang!?" Tubuh Chiara merinding ketika melihat seluruh tembok itu hancur dan menunjukkan pasukan malaikat Technoven yang sudah siap untuk membantai mereka semua dan membunuh Guardian yang tersisa.
"Sepertinya sudah di mulai..."
"...kuncinya adalah bertahan hidup."
__ADS_1