
Akina mendapatkan dua gadis yang terlihat seperti mencintai dirinya sekarang, setidaknya Akina tidak merasa keberatan karena Asuka bisa kembali hidup dan akan selalu bersama dirinya ketika masalah tentang teknologi dan sistem ini berakhir. Pertarungan masih tetap berlanjut dan Chiara bisa melihat beberapa pesawat berdatangan untuk mengeluarkan pasukan robot lebih banyak lagi.
"Kenapa mereka selalu terus berdatangan seperti ini!? Tidak ada habisnya jika Sage terus mengerahkan seluruh pasukannya itu...!!!" Chiara terbang menuju arah Akina selagi menghancurkan beberapa robot yang menghalang jalan-nya, ia pikir bahwa pertarungan ini tidak ada habisnya. Tujuan Sage terus melepaskan pasukan-nya agar mereka bisa terkalahkan di tempat ini juga.
Sage tidak akan pernah menyerah, walaupun Malaikat Technoven sempurna seperti Yumari yang sudah terkalahkan karena kekuatan dari Fallen Angel, dia mencari cara agar Heavenly bisa kehilangan terhadap keseimbangan-nya itu. Layar Virtual besar muncul di hadapan-nya dan menunjukkan persentase sekitar [29%], persentase itu menunjukkan sisa kesucian yang terdapat di Heavenly.
"Kita sekarang sudah masuk ke tahap terdekat, jangan harap bahwa kalian bisa menang. Teknologi dan sistem yang aku kembangkan akan menciptakan banyak pasukan yang terbuat dari robot...!!!" Sage melakukan beberapa program dengan mengetik keyboard-nya beberapa kali, The Virus membantu dirinya untuk menciptakan robot dan Android baru agar jumlah pasukan mereka bisa terus bertambah.
Pembuatan robot dan Android yang sudah diperbarui itu hanya menghabiskan waktu selama lima menit karena kecanggihan dari teknologi, setiap robot dan Android sudah tercipta maka Sage akan memasukkan mereka ke dalam pesawat dan mengirim mereka semua menuju Helaria untuk membasmi seluruh malaikat tersisa yang berada disana.
"Kau benar-benar Malaikat yang tidak mudah menyerah, aneh sekali. Apakah kau yakin seluruh ciptaan-mu dapat menghentikan mereka semua terutama Fallen Angel yang bernama Akina itu?" Tanya Virus sehingga Sage menjawab-nya dengan kasar karena ia tidak mau diganggu, ia saat ini dipenuhi dengan keringat karena terus bekerja untuk memperbarui sistem yang tertera di dalam Android dan Robot itu.
Rosalia tidak tahan untuk melihat, ia merasa bahwa dirinya sendiri itu tidak berguna. Malaikat Agung seperti dirinya hanya diam saja dan menjadi budak bagi Sage, seharusnya ia melakukan sesuatu yang dapat menghentikan Sage sebelum semuanya berakhir. Jika Heavenly sudah terpengaruh secara keseluruhan dengan sistem dan teknologi maka semua malaikat yang masih bertahan akan berubah menjadi Fallen Angel yang tidak terkendali.
"Kalian pasti bisa... ayo..." Rosalia menundukkan kepala-nya lalu ia pergi meninggalkan ruangan itu untuk memikirkan sebuah rencana, ia sempat untuk memberitahu Malaikat Agung bahwa ia sudah tidak bisa lagi melaksanakan tugas-nya karena Sage dan teknologi itu. Seluruh malaikat Agung juga bahkan memperingati Rosalia bahwa mereka tidak masuk ke dalam Heavenly karena pelindung yang saat ini sedang menyelimuti Heavenly.
"Aku percaya... aku harus percaya bahwa masih ada harapan untuk Heavenly!" Rosalia menatap keluar dengan ekspresi yang terlihat serius, "Mereka tidak perlu melawan seluruh pasukan robot itu, setidaknya mereka harus melarikan diri untuk pergi menuju kuil percobaan..."
__ADS_1
***
Kedatangan pasukan lainnya mampu membuat seluruh penduduk Helaria murka karena mereka sudah terlalu lama bertarung sampai tenaga yang mereka miliki terus berkurang, tubuh mereka dipenuhi dengan keringat karena lelah bertarung melawan pasukan baru yang terus berdatangan. Sebagian dari mereka sudah mati berjuang dan sebagian dari mereka juga ingin pergi melarikan diri tetapi kemana.
Keiko mulai menyemangati seluruh penduduk-nya untuk tetap bertarung demi masa depan Xuusuatouri yang sebenarnya, malaikat seperti mereka harus tetap bertahan untuk mendirikan kesucian yang seharus tertera di dalam Heavenly. Suara Keiko sangat keras bahkan seluruh malaikat kembali bertarung demi masa depan yang cerah, Chloe mulai mendekati Keiko karena ia membutuhkan dirinya untuk menghubungi kepala desa lainnya yang sedang dalam perjalanan menuju Helaria.
"Keiko, ikut aku sebentar." Kata Chloe, Keiko mengangguk lalu ia mengikuti Chloe yang pergi menuju Chiara. Keiko bisa melihat beberapa Guardian disana yang sedang berlindung sedangkan ia bisa melihat seorang Fallen Angel yang menghancurkan seluruh Malaikat Technoven itu yang mencoba untuk mendekat.
Mereka mendarat di sebelah Chiara, "Keiko, jika kita melanjutkan pertarungan ini melawan mereka semua maka kita tidak akan bisa pergi untuk melanjutkan latihan terakhir kita di kuil percobaan. Kau hubungi seluruh kepala desa dan malaikat yang bertahan hidup untuk mundur, lebih baik mereka berlindung dibandingkan menghabiskan waktu dengan melawan semua robot dan Android sialan itu."
"Kita ganti rencana kita sekarang juga, mulai dari sekarang... kita gunakan rencana darurat kita yaitu melarikan diri lalu berlindung. Aku ingin seluruh Malaikat yang masih bertahan bisa berlindung di sebuah tempat yang aman sampai kita kembali dari kuil percobaan itu... jika kita sudah menjalankan pelatihan terakhir kita maka tidak ada waktu yang harus kita siakan! Kita akan langsung menyerang Technoven!" Chiara mulai menjelaskan rencana baru-nya kepada mereka semua, Akina yang sedang bertarung bisa mendengarnya bahkan ia mulai menjaga jarak dengan mereka agar Android dan Malaikat Technoven itu tidak mendapatkan informasi baru dari Chiara.
Sage merasa kesal dan frustrasi ketika Akina berhasil menghancurkan seluruh Malaikat Technoven yang terpasang dengan Chip kuat-nya, kekuatan seorang Fallen Angel benar-benar mengerikan bahkan The Virus menjelaskan kepada dirinya bahwa [71%] keburukan yang terdapat di planet Heavenly, semuanya telah berubah menjadi sumber kekuatan paling besar untuk Akina sampai ia dapat menghancurkan musuhnya dengan mudah, sekali serangan yang ia lakukan bahkan sampai mengenai Chip dan Core Malaikat itu.
"Masalahnya, bagaimana cara kita melarikan diri jika Helaria sekarang sudah dipenuhi dengan pasukan robot sialan itu!? Kau bilang perjalanan menuju kuil percobaan itu akan sangat panjang bahkan kita harus melewati arah barat yang saat ini dipenuhi dengan robot dan Android!" Chloe menunjuk arah barat yang saat ini dipenuhi dengan robot dan Android yang sedang bertarung melawan seluruh penduduk Helaria.
"Chiara, sepertinya kita terlambat...!" Kata Keiko, ia terlambat dalam menghubungi mereka semua karena para malaikat lainnya baru saja datang dengan jumlah yang sangat banyak, Chiara melebarkan kedua matanya ketika seluruh Robot, Android, dan Malaikat Technoven itu mulai berkurang karena kedatangan dari para malaikat yang berasal dari desa berbeda.
__ADS_1
"Chiara, apakah Asuka dan yang lainnya harus melarikan diri ketika melihat semua ini?" Tanya Asuka karena seluruh pasukan robot itu langsung hancur ketika menerima beberapa serangan panah emas yang dilepaskan oleh seluruh malaikat itu, kedua kepala desa mulai mendarat di sebelah Keiko sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
"Namaku adalah Terumi, kalian tidak perlu melarikan diri dari medan perang ini karena kami sudah datang dalam waktu yang tepat. Seluruh pasukan malaikat yang berasal dari desa [Heravia] pasti akan menyelesaikan semua ini dengan cepat, desa kami dipenuhi dengan Malaikat yang dipenuhi dengan pengalaman bertarung!"
Teruma adalah kepala desa dari Heravia, ketika Chiara melihat seluruh pasukan Sage telah terkalahkan, ia merasa tidak yakin bahwa semua pertarungan ini akan berakhir.
Kepala desa yang lainnya bernama [Xaxa] dan ia telah mengumpulkan banyak malaikat yang mahir dalam menggunakan busur dan panah yang terbuat dari cahaya ilahi. Chiara masih ingin membuat sebuah rencana karena firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk sehingga wilayah Helaria mulai bertambah gelap.
"Angkat kepala kalian dan lihat..." Chiara menunjuk sebuah robot raksasa yang sedang mengangkat lengan kanan-nya, perut robot itu mulai terbuka dan mengeluarkan Malaikat Technoven lainnya.
"Inilah yang akan terjadi jika kita tidak memiliki rencana baru...! Sage sudah berpikir untuk mengalahkan kita semua di desa ini...!!!"
"Kalau begitu mari kita kerahkan semuanya...!!!" Seru Teruma.
"Kau lanjutkan merancang rencana-mu, Chiara." Kata Xaxa yang mulai menyuruh seluruh pasukannya untuk menyerang mereka semua.
"Ya..."
__ADS_1