Flower of Virtues

Flower of Virtues
25: Pesan untuk-mu


__ADS_3

"Mama baru saja memerintah-ku bukan...? Azusa bisa membaca pikiran Mama." Kata Azusa sambil membantu Rosalia untuk membawa Chiara menuju kamar-nya, Rosalia baru saja ingat bahwa Azusa hanya berpihak setengah kepada diri-nya dan setengah kepada Sage, setidaknya ia merasa terbantu sekarang karena Azusa itu sama seperti Asuka, polos tetapi ia di program untuk menjadi mesin pembunuh jika dia disuruh untuk melakukan-nya.


Rosalia menutup pintu-nya dengan rapat lalu ia menjatuhkan Chiara dan mengeluarkan tongkat yang beraliran listrik itu, ia meminta tolong kepada Azusa untuk mencari Chip yang terpasang kepada kepala-nya sehingga ia langsung menjawab dengan cepat bahwa Chip itu terletak di bagian kepala-nya, Rosalia mengangkat kepala Chiara lalu ia menusuk Chip yang terpasang di bagian belakang kepala-nya itu.


Tongkat itu mulai menyambar Chip tersebut dengan listrik kuat sampai Chip itu berakhir hancur dan kembali membuat Chiara sadar, Rosalia bersama Azusa mulai melepas diri-nya karena sekarang Chiara sudah kembali seperti semula tetapi kepala-nya masih terasa pusing, kedua penglihatan-nya juga buram seketika. Rosalia melebarkan kedua sayap-nya lalu ia menyelimuti tubuh Chiara dengan sayap-nya agar ia bisa menyembuhkan seluruh efek negatif dan luka yang ia alami.


"A-Apa yang terjadi...? Dimana aku...?" Chiara menyentuh wajah-nya sendiri lalu ia menatap Rosalia dan terkejut, ia tentu mengenal seorang malaikat yang dulu-nya pernah menjadi seorang guru, "B-Bu Rosalia... jangan-jangan kita berada di dalam pusat teknologi...?" Tanya Chiara dengan ekspresi yang terlihat serius, Rosalia mengangguk dan memberitahu diri-nya bahwa dia aman sekarang, tidak perlu bertarung atau melakukan sesuatu yang dapat menyebabkan bahaya lain-nya.


"Azusa, apakah kamu menerima perintah Mama untuk menjaga pintu dan melihat situasi di luar? Jika Papa atau siapapun masuk maka beritahu Mama dan beritahu mereka untuk pergi karena di dalam kamar Mama sedang ganti baju." Kata Rosalia, kedua mata Azusa memancarkan cahaya biru yang mengartikan ia menerima tugas itu, Azura tersenyum lalu ia mengangguk dan segera menjaga pintu kamar dengan mengintip melalui lubang kunci.


"Maafkan aku, bu... sepertinya aku tidak bisa mengalahkan Sage, ia mengetahui jelas kelemahan dari bunga matahari itu, ia sendiri bahkan bisa menciptakan bulan buatan. Aku bersama teman-temanku saja kalah dan aku yakin... jika aku berada disini dan diselamatkan oleh diri-mu maka sebelumnya aku terpengaruh dengan Chip itu ya." Chiara mulai meraba kepala-nya dan ia bisa merasakan luka kering lurus di bagian belakang-nya, ia sepenuhnya yakin bahwa Chip itu benar-benar mempengaruhi dirinya.


"Kau tidak perlu menyalahkan diri-mu, Chiara. Kau sudah melakukan apapun yang kau bisa, latihan-ku sepertinya masih belum cukup untuk membangkitkan kekuatan-mu yang sebenarnya." Rosalia duduk di hadapan-nya karena ia tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi, ia harus segera bertindak sebelum semuanya bertambah buruk.


"Dengarkan aku Chiara, Sage sekarang telah meningkatkan teknologi dan sistem-nya menjadi lebih kuat lagi... dia telah menghisap kekuatan dari bunga matahari kebajikan itu, sekarang zirah dan seluruh Malaikat Technoven akan bertambah kuat jika mereka terkena pancaran sinar matahari." Kata Rosalia sehingga Chiara terlihat kaget, ia merasa bersalah juga kesal karena tidak bisa menang bertarung melawan Sage, zirah-nya itu benar-benar kuat dan canggih bahkan bisa melakukan apapun.


"Maafkan aku, sepertinya pelatihan-ku bersama anda di kuil percobaan itu tidak terpenuhi, aku masih tetap kalah melawan Sage." Chiara mengepalkan kedua tinju-nya lalu ia mengeluarkan sebuah alat [Messenger System], ia meraih tangan Chiara lalu memberikan alat itu kepada Chiara karena ia sudah merekam semua pesan yang ia ingin sampaikan kepada Asuka, "Mulai dari sekarang kau hanya harus mencari lebih banyak Malaikat terutama Guardian yang ingin bertarung demi melindungi Heavenly."

__ADS_1


"Alat apa ini...?" Tanya Chiara.


"Itu adalah sebuah alat yang dapat menyampaikan sebuah pesan kepada seseorang, aku ingin kau pergi dari tempat ini secepat mungkin sebelum Sage menyadari-nya, carilah anak-ku yang bernama Hanami Asuka... selagi kau mencari dirinya, setidaknya kau bisa mengumpulkan lebih banyak malaikat lagi untuk menyerang Technoven. Aku yakin kau bisa karena aku benar-benar mengandalkan-mu, Chiara." Rosalia mengeluarkan delapan kristal waktu tersisa lalu ia memberikan-nya kepada Chiara.


"Kau bawalah kristal waktu itu untuk kau gunakan pada saat keadaan genting, kristal yang dapat mengendalikan waktu dengan menghancurkan-nya lalu menyebutkan nama dari sihir tersebut. Ingat, ketika kau sudah bertemu dengan Asuka maka kau harus bisa mengajak diri-nya menuju kuil percobaan itu untuk menyempurnakan bunga kebajikan yang kalian miliki." Chiara hanya bisa mengangguk dan menuruti perkataan-nya karena Heavenly sekarang sudah dalam proses menuju kehancuran dari keseimbangan.


"Bagaimana cara-nya agar aku bisa menemukan Asuka...? Bu Rosalia sendiri tidak mengetahui tempat-nya." Kata Chiara sehingga Rosalia mulai memanggil Azusa untuk mendekat karena dia juga memiliki sihir bunga kebajikan yang memiliki tipe sama dengan Asuka yaitu [Black Rose]. Rosalia menyuruh-nya untuk mengeluarkan satu kelopak bunga-nya dan Azusa memunculkan-nya lalu ia menunjukkannya kepada mereka berdua.


"Azusa, apakah kamu bisa mencari keberadaan kakak-mu Asuka?" Tanya Rosalia.


"Hm! Azusa bisa merasakan Kakak di desa bernama Helaria! Kakak sedang bercinta sekarang." Ketika Azusa mengatakan itu, ruangan mulai hening seketika, ekspresi Rosalia dan Chiara berubah seketika menjadi terkejut dan suram terutama Rosalia yang terlihat sangat terkejut dan bahkan ketakutan bahwa Asuka sudah menemukan seorang laki-laki lalu ia bercinta dengan-nya tanpa menikah terlebih dahulu.


"Tunggu, Azusa! Kamu mengerti apa yang dimaksud dengan bercinta itu?!" Tanya Rosalia.


"Bercinta itu saling membagi kasih sayang kepada satu sama lain 'kan...? Mama bilang begitu kepada Azusa, Azusa sendiri sering melakukan-nya dengan Mama seperti berpelukan dan mencium pipi." Azusa tersenyum polos, Rosalia mengelus kepala-nya karena ia tidak salah juga tentang bercinta itu tetapi ia merasa sangat penasaran tentang Asuka yang sedang bercinta dengan seseorang sekarang.


Rosalia mulai memikirkan rencana lain-nya agar Azusa bisa ikut dengan Chiara jika ia ikut bersama diri-nya maka Sage tidak akan memerintah Azusa untuk melakukan suatu tindakan yang buruk lagi, ia memiliki sebuah ide seperti menghancurkan Chip yang terpasang di kepala Azusa menggunakan tongkat-nya itu tetapi tidak ada reaksi apapun yang ditunjukkan oleh Azusa melainkan ia merasa geli, "Mama... Azusa geli."

__ADS_1


 Rosalia merasa bersyukur untuk bisa menghancurkan Chip yang mempengaruhi dirinya, walaupun dia setengah Android setidaknya ia bebas dari perintah buruk yang diberikan oleh Sage. Rosalia memberitahu mereka berdua untuk sekarang juga, ia tidak lupa untuk memberikan alat [Hacking Sytem] itu kepada Chiara untuk berjaga-jaga.


"Takdir Heavenly berada di tangan kalian, kumpulkan lah sebanyak-banyaknya pasukan Malaikat yang mau menyerang Technoven terutama para Guardian, kalian harus bisa bertemu dengan Asuka. Setelah itu kalian harus berlatih di dalam kuil percobaan itu, tidak ada yang bisa masuk ke dalam kuil itu kecuali Malaikat yang memiliki bunga kebajikan."


Mereka berdua mengangguk, Azusa memeluk Rosalia untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya, ia juga memberitahu dirinya bahwa Azusa akan merindukan Rosalia, Rosalia merasa sangat terharu ketika mendengar Azusa ternyata gadis Malaikat kecil yang baik dan penurut. Chiara berjalan menghampiri jendela lalu ia membukanya, sebelum ia pergi, ia menoleh kepada Rosalia.


"Sekarang... pergi, jangan menghabiskan lebih banyak waktu lagi." Kata Rosalia, Chiara mengangguk lalu ia mengajak Azusa untuk pergi melewati jendela tersebut. Mereka terbang secepat mungkin dan melewati pertahanan Technoven yang tidak dapat mendeteksi mereka sebagai musuh karena Sage sudah memperbarui sistem-nya untuk mengijinkan Chiara dan Azusa.


"Baiklah... sudah saatnya untuk melakukan drama sekarang." Rosalia menunjuk ke depan lalu ia meluncurkan gelombang emas melalui tapak kanan-nya sampai ia terlempar ke belakang dan mengenai tembok di belakang-nya sampai hancur. 


Suara alarm mulai terdengar keras, Sage bisa mendengar-nya dan The Virus memberitahu dirinya bahwa bahaya lainnya telah muncul, kali ini berasal dari arah kamar-nya. Sage bergegas masuk ke dalam kamar-nya dan melihat Rosalia yang tergeletak di atas lantai sambil menahan lengan kanan-nya yang dipenuhi dengan darah karena ia sengaja melukai dirinya sendiri.


"Apa yang terjadi, Rosalia!? Siapa yang menyerang dirimu!?" Tanya Sage, ia membantu Rosalia untuk berdiri lalu ia menyembuhkan lukanya menggunakan teknologi.


"Sepertinya malaikat yang sebelumnya menyerang tadi mengetahui diriku sebagai istrimu jadi dia mengincar untuk membunuh-ku... tetapi Azusa datang dalam waktu yang tepat, sekarang ia sedang mengejarnya." Kata Rosalia, rasa khawatir Sage mulai berkurang sekarang karena Azusa sedang mengajar-nya, ia mulai membantu Rosalia untuk berbaring di atas kasurnya.


"Tetap disini, jangan sampai kau dibunuh oleh mereka. Kau tidak bersalah." Kata Sage, ia pergi meninggalkan kamar-nya.

__ADS_1


"Berhasil... aku serahkan sisanya kepada kalian berdua..."


__ADS_2