Flower of Virtues

Flower of Virtues
48: Akan berakhir sebentar lagi


__ADS_3

Chloe melancarkan beberapa serangan menuju arah Malaikat Technoven yang memiliki kekuatan cukup besar, ia juga bahkan memiliki DNA dari seluruh ras yang ada. Chloe menghindari semua serangan malaikat Technoven itu yang bernama [Tarkado], ia adalah musuh yang tidak bisa diremehkan begitu saja karena Chloe bisa merasakan kekuatan yang berbeda-beda di dalam tubuh Tarkado.


Mereka terbang ke atas lalu mulai saling bertukar serangan, Chloe menyerang Tarkoda di tambah dengan menyerang malaikat Technoven lainnya yang mencoba untuk melukai dirinya karena pertarungan ini tidak berjalan cukup baik karena Tarkoda menginginkan Chloe mati dengan cepat, ia tidak mau bertarung satu lawan satu secara adil. Benturan pedang mereka yang beradu mulai terdengar dimana-mana, di mulai dari daratan dilanjutkan menuju atas udara.


Serangan Chloe mulai ditahan oleh Tarkoda dan Tarkado melancarkan beberapa serangan yang melesat mengenai tubuh Chloe karena refleks pergerakan-nya yang cepat itu. Tarkado melancarkan beberapa serangan tetapi Chloe berhasil memegang pedangnya lalu ia hancurkan dan mengayunkan pedangnya secara langsung sampai mengenai wajah Tarkado dan melemparnya ke belakang.


Tarkado muncul di hadapan Chloe lalu ia melancarkan sebuah tendangan yang mampu melemparnya ke belakang, Tarkado meluncurkan beberapa bola merah melalui kedua tapaknya tetapi Chloe berhasil menghapus semua serangan itu dengan serangan kombinasi dari pedang yang ia pegang. Ia terbang ke atas lalu Tarkado mengikutinya sehingga ia tertipu karena Chloe langsung muncul di hadapannya dengan melancarkan serangan kombinasi.


Chloe menghantam puncak kepala Tarkado sehingga ia terjatuh di atas tanah, ia melempar pedangnya ke arah kepala Tarkado lalu ia menginjak kenop pedang itu sehingga kepalanya hancur dan kembali terbentuk dengan tambahan kabel yang mengikat seluruh tubuhnya, ia melepaskan dorongan besar di sekitar tubuhnya yang mampu menghancurkan kabel tersebut lalu mereka melesat ke atas langit dan saling melancarkan serangan yang saling beradu.


Tarkado mendorong Chloe mundur dengan melepaskan angin yang besar melalui mulutnya lalu ia meluncurkan bola meteor api yang keluar melalui kedua tapaknya itu, Chloe maju ke depan sehingga tubuhnya menerima serangan itu. Meteor yang meledak itu menimbulkan banyak asap sampai Tarkado tidak bisa melihat Chloe untuk beberapa saat, asap itu mulai menipis dan Chloe menyambut dirinya dengan serangan pedangnya yang sudah dialirkan kekuatan besar


Chloe berhasil menebas tubuh Tarkado menjadi dua tetapi ia dapat membentuk tubuhnya kembali, Tarkado mencoba untuk menusuk punggung Chloe tetapi terlambat karena Chloe melemparnya ke atas menggunakan dorongan besar yang keluar melalui bilah pedangnya itu, "Crosswide Blade!" Chloe melakukan serangan berbentuk silang ke arah musuh lalu ia menghancurkan dirinya dengan melepaskan gelombang cahaya melalui bilah pedangnya itu.


Tubuh Tarkado yang terbelah menjadi kepingan kecil mulai membentuk kabel yang mencoba untuk mengikat tubuh Chloe dan menyambar dirinya dengan listrik tetapi kedua mata Chloe bisa melihat pergerakan secepat apapun untuk sementara, ia menghancurkan seluruh kabel itu menggunakan pedangnya lalu ia menoleh ke belakang karena bisa merasakan keberadaan malaikat Technoven lainnya yang mencoba untuk menyerang dirinya dari belakang.

__ADS_1


"Sword Art: Supreme Slash!" Chloe melakukan teknik serangan tebasan yang sangat kuat ke arah seluruh malaikat Technoven itu sampai seluruh tubuh mereka terbelah menjadi bagian kecil, Chloe berputar lalu terbang ke atas langit dan meluncurkan gelombang cahaya yang menghapus seluruh tubuh mereka menjadi debu-debu kecil.


Chiara melepaskan gelombang cahaya matahari yang besar dari tubuhnya sehingga gelombang itu terlepas ke atas langit, ia memegang erat tombak-nya lalu maju ke depan dan menghancurkan seluruh Malaikat Technoven yang mencoba untuk menghalang jalannya itu. Chiara bisa melihat seorang Malaikat Technoven yang memiliki kekuatan jauh berbeda dari yang lainnya, ia terlihat seperti mencoba untuk menyelamatkan Sage tetapi ia tidak akan membiarkannya.


Chiara muncul tepat di hadapan Malaikat Technoven yang bernama [Botamon] lalu ia melancarkan tendangan yang melemparnya ke belakang. Botamon melepaskan beberapa gelombang merah melalui senapan yang bermunculan di tubuhnya tetapi Chiara berhasil menghapus seluruh serangannya menggunakan tombak-nya itu, ia segera maju ke depan lalu melancarkan beberapa serangan yang terarah ke titik kelemahan Chiara.


Chiara menahan semua serangan itu menggunakan tombak-nya dan ia tidak perlu menghindarinya karena serangan yang mengenai tombak-nya itu hanya membuat daya kerusakan dari tombak itu bertambah jauh lebih besar dan kuat. Botamon tercengang ketika kedua tinjunya meleleh ketika ia terus menghantam tombak-nya sehingga ia mencoba untuk menendang kepala Chiara tetapi tendangan itu berhasil di tahan menggunakan tombaknya.


Botamon muncul di hadapan Chiara lalu ia mencekik lehernya dan menghantam wajahnya menggunakan kening-nya sampai ia terdorong ke belakang. Serangan yang mengenai tubuh Chiara tidak mampu melukai-nya sehingga ia membiarkan dirinya untuk terus menyerang sampai kedua lengannya meleleh karena tubuh Chiara sekarang memiliki panas yang sama seperti matahari.


Chiara berputar dan membelah tubuh malaikat itu menjadi beberapa bagian kecil setelah itu tombak-nya berputar dan meluncurkan gelombang emas yang mampu membakar tubuh Botamon menjadi debu. Chiara pergi meninggalkan wilayah itu lalu ia mencoba untuk membantu mereka semua bertarung melawan seluruh Malaikat Technoven itu yang terus berdatangan.


Azusa membantu seluruh Malaikat dengan mengubah seluruh Chip yang terlepas dari tubuh Malaikat Technoven itu menjadi kelopak mawar hitam, kelopak itu ketika mengenai tubuh malaikat itu langsung memulihkan tubuh mereka. Azusa mengalihkan pandangannya ke arah pusat teknologi yang dipenuhi dengan kehancuran karena pertarungan Asuka dan Sage yang berjalan cukup sengit.


Azusa mengalihkan pandangannya menuju seluruh malaikat yang sedang bertarung itu, setidaknya mereka sekarang dapat mengatasi semua masalah ini karena Azusa ingin sekali melihat apa yang sedang dilakukan oleh Asuka. Azusa melesat menuju arah pusat teknologi lalu ia mengintip dan melihat Rosalia yang pingsan, "Mama!" Azusa segera menghampiri Rosalia lalu ia menyelimuti tubuhnya dengan kelopak mawar hitam sampai seluruh tenaga dan kekuatannya kembali pulih.

__ADS_1


"A-Ack... Az... Azusa...?" Rosalia membuka kedua matanya lalu ia menatap Azusa, "Mama!!!" Azusa memeluk Rosalia erat karena ia sempat untuk menyelamatkan Rosalia yang berada di ambang kematian, Rosalia tersenyum lalu ia memeluk Azusa erat sehingga Sage terlempar keluar dari dalam ruang kerjanya. Rosalia bisa melihat Sage yang mulai menatap Rosalia dan Azusa dengan ekspresi yang terlihat kesal.


"Kekuatan...!!! Kekuatan...!!! Kekuatan...!!!" Sage menumbuhkan kabel besar yang mencoba untuk menyerap seluruh kekuatan Azusa dan Rosalia, Rosalia menghalang Azusa lalu ia mencoba untuk melawan Sage tetapi ia tidak bisa karena ia mulai mengingat Sage yang berada di dalam zirah tersebut. Asuka tiba lalu menarik kabel itu dan memegang-nya erat, setelah itu ia melempar Sage ke atas atap.


Asuka menoleh kepada Azusa dan Rosalia, ia tersenyum tipis karena bisa melihat wajah dari ibunya sendiri, "Asuka... lihat dirimu, kamu dulu masih kecil sekali tetapi sekarang kamu sudah besar... dengan kekuatan dan potensi yang sudah sempurna!" Rosalia tersenyum lalu ia melihat Sage yang mencoba untuk menyerap kekuatan Asuka tetapi ia berhasil memotong kabel-nya menjadi beberapa bagian lalu ia melesat menuju arah Rosalia dan melancarkan beberapa serangan yang mencoba untuk melukai dirinya.


Sage berhasil melindungi dirinya dari zirah yang terbuat dari emas itu, zirah itu mulai berubah menjadi bunga sehingga The Virus mulai merasa frustrasi, selama ini Sage benar-benar tidak berguna karena ia bisa membaca perasaannya, Sage masih memiliki rasa kepada putrinya sendiri dan itu membuat Virus merasa sangat kesal sampai ia mengeluarkan Sage dari dalam zirah itu, "Dasar tidak berguna!!! Rencana sudah kita rencanakan sejak kelahiran anak sialan itu tetapi kau benar-benar lemah melawan anakmu sendiri!!!"


Virus mencoba untuk menusuk punggung Sage menggunakan kabel-nya itu tetapi Asuka menghancurkan kabel itu lalu membawa Sage mundur, Virus mulai mengamuk bahkan Core yang mengembangkan teknologi dan sistem itu mulai melayang menuju Virus dan merasuki tubuhnya. Core itu mulai terpasang tepat di dadanya sendiri, "Grrgghhh..."


"Tidak berguna...!!! Malaikat bodoh!!! Kenapa aku harus bekerja sama dengan malaikat lemah seperti-mu...!!! Seharusnya...!!! Seharusnya aku mencari Fallen Angel yang ingin bekerja sama dengan diriku!!!" Zirah itu mulai menumbuhkan otot bahkan zirah itu sekarang berubah menjadi makhluk hidup, Asuka memegang erat kedua katananya lalu ia menatap Virus dengan ekspresi yang terlihat serius.


"Virus... kau akan aku hancurkan..."


"...sekarang juga!!!"

__ADS_1


__ADS_2