
[Technoven] - [Pusat Teknologi]
Rosalia menghampiri jendela lalu ia menatap dunia luar, Technoven... kota yang dipenuhi dengan malaikat dan semua malaikat itu memiliki tambahan di tubuh mereka seperti teknologi canggih yang dapat membantu mereka untuk melakukan sesuatu yang berbeda, mereka terlihat seperti malaikat yang di modifikasi, kenapa Malaikat bisa menjadi seperti ini...? Mengembangkan teknologi dan menggunakan teknologi bukanlah pekerjaan mereka.
Rosalia menyentuh jendela karena ia teringat dengan anak-nya yang di tinggal di tengah hutan berbahaya itu, Asuka... ia selalu memikirkan Asuka karena sekarang sudah bertahun-tahun ia belum bertemu dengan gadis kecil, entah ujian apa yang akan ia hadapi tetapi Rosalia melihat banyak sekali Android canggih yang sedang di program untuk memburu seluruh bunga kebajikan, Sage memberitahu diri-nya maksud dari memburu adalah menyelamatkan mereka dan menyimpan mereka di sesuatu tempat yang sangat aman.
"Asuka... apa yang terjadi pada-nya disana ya...?" Tanya Rosalia, ia menoleh ke belakang dan melihat Sage yang benar-benar berubah menjadi setengah Malaikat dan robot karena tubuh-nya yang di modifikasi penuh dengan teknologi, ia sudah tidak lagi melihat suami-nya melainkan seorang malaikat gila dengan teknologi itu sendiri.
"Sage... apakah sudah saatnya untuk kita menjemput Asuka...? Lebih baik kita menjemputnya secara langsung 'kan? Mengandalkan teknologi itu terlalu berlebihan karena kita malaikat seharusnya bisa pergi dan terbang untuk mencari-nya, dia pasti kesepian disana dan entah kemana ia akan pergi." Roselia mencoba untuk memberitahu Sage tentang Asuka tetapi ia menolak karena sedang sibuk mengurusi ciptaan lain-nya, Roselia bisa melihat Sage yang menciptakan sebuah Android baru tetapi Android itu terlihat sama persis seperti seorang malaikat.
Sejujur-nya Android yang berada di dalam tabung itu adalah anak Sage dimana ia bercinta dengan malaikat lain-nya untuk membuat sebuah anak yang dapat dijadikan sebagai eksperimen, Rosalia tidak ingin ikut campur atau melakukan sesuatu yang dapat membuat Sage kesal karena dia pasti akan menyiksa dan memukul-nya sehingga mengikat dirinya, "Kau tidak perlu mencari-nya, biarkan anak-ku mencarinya..."
"Tetapi dia kesepian di sana! Kita sudah mendapatkan beberapa berita dari Cyborg dan Android yang kau lepaskan bukan...? Mereka semua hancur karena Asuka pikir mereka mencoba untuk membunuh diri---" Sage langsung memukul wajah Rosalia sampai ia terjatuh, setelah itu ia menginjak tubuh-nya beberapa kali, "Jangan banyak bicara, dasar malaikat tidak berguna! Lebih baik kau tidak menguruskan anak kita...! Biarkan ciptaan-ku yang membawanya pulang!!!"
***
__ADS_1
Asuka dan Akina pergi ketika matahari pergi karena mereka tidak memiliki banyak waktu, Asuka terlalu bersemangat sehingga ia terus menarik lengan Akina agar bisa pergi lebih cepat tetapi Akina belum mengetahui wilayah dan kemana ia harus pergi karena peta itu belum ia baca sebelum-nya. Akina mengeluarkan peta tersebut lalu ia melihat-lihat, desa ini letak-nya cukup jauh dari [Technoven] dan perjalanan mereka sudah pasti jauh sekali.
Akina melihat beberapa garis merah, garis merah itu menandakan jalan yang berbahaya sedangkan garis hijau itu adalah jalan yang cukup aman... tetapi sayang sekali, jalan hijau dipenuhi dengan wilayah yang berwarna merah. Banyak sekali tempat berbahaya, perjalanan mereka benar-benar akan berakhir cukup panjang juga karena mereka harus melewati sepuluh desa yang terdapat di planet [Heavenly].
"Jauh... Asuka lelah berjalan." Asuka mulai berbaring di atas tanah, "Jangan berbaring seperti itu, Asuka, kotor." Akina membantu Asuka untuk berdiri dan ia memberitahu-nya untuk pergi menggunakan kedua sayap yang terdapat di punggung-nya itu karena Akina bisa melihat peta itu menunjukkan bahwa perjalanan menggunakan sayap seperti-nya aman, hanya saja mereka harus mengurusi makhluk yang berada di atas udara.
"Gunakan sayap-mu itu, Asuka... apakah kamu bisa menggunakan-nya?" Tanya Akina, ia menunjukkan kedua sayap-nya kepada Asuka lalu ia mengibarkan-nya sehingga Asuka langsung terkejut ketika melihat-nya karena ia bisa melihat partikel emas keluar ketika sayap itu bergerak, Asuka menunjukkan punggung-nya sehingga Akina terkejut ketika melihat Asuka memiliki sayap merah mudah yang sangat kecil, terlihat imut juga.
"Asuka tidak tahu cara menggunakan-nya..." Asuka memejamkan kedua mata-nya dan ia sekuat mungkin mencoba untuk menggerakkan kedua sayap-nya tetapi tidak bisa sehingga Akina mulai mendekati dirinya untuk membantu membuka kedua sayap Asuka yang belum pernah ia pakai, "Sepertinya kamu tidak pernah memakai kedua sayap ini ya... jika kamu tidak terbang selama satu hari sekali menggunakan sayap-mu itu maka kedua sayap-mu akan terasa kaku sehingga tidak bisa kamu kibarkan."
"Uwah... suara itu terdengar langka." Akina mulai tersenyum, ia mencoba untuk mempermainkan Asuka dengan mengusap kedua sayap-nya beberapa kali lalu mencoba untuk membuka-nya, Asuka terus mengerang dengan ekspresi polos-nya itu, "Hyah... Hyaahhh... Akina... Asuka merasa geli. Akina mesum..."
"Bukan-nya itu kamu ya..." Akina bisa melihat sayap Asuka mulai berkibar, terdapat partikel merah muda yang keluar ketika sayap-nya berkibar seperti itu. Akina mulai menggenggam erat tangan Asuka lalu ia membantu diri-nya untuk terbang, Akina akan memandu-nya karena Asuka terlihat seperti tidak berpengalaman dalam menggunakan kedua sayap-nya.
Akina melayang duluan dan ia bisa melihat Asuka terlihat penasaran, ia menoleh ke bawah dan mencoba untuk melompat sehingga ia ikut melayang dengan pelan karena kedua sayap-nya bergerak cukup pelan sehingga Akina mulai memberitahu-nya untuk menggerakkan-nya secara bertahap agar ia bisa mengontrol kecepatan dan keseimbangan tubuh-nya itu. Akina terbang ke atas dan Asuka mulai mengikuti sampai ia bisa melihat wilayah desa.
__ADS_1
"Uwoohhhhh..." Asuka mengubah mulut-nya menjadi segitiga karena ini pertama kali-nya ia bisa melihat wilayah desa dan hutan dari atas udara, ia sendiri mulai menoleh ke atas dan melihat beberapa awan merah muda yang terlihat cukup lezat. Asuka terbang cepat menghampiri awan itu dan Akina terlihat bingung kenapa ia pergi ke atas, itu hanya akan melambatkan pergerakan-nya.
"Asuka, kamu kema--- Ehh!? Itu bukan makanan!" Akina menghampiri Asuka karena ia sedang memakan semua awan itu, ia menarik Asuka lalu mengajak-nya untuk pergi ke arah barat untuk bsia mengunjungi desa selanjut-nya yaitu [Surhaven], "Asuka lapar..." Kata Asuka dan Akina tidak terlalu menghiraukan-nya karena Asuka selalu saja lapar, lapar yang dia maksud itu bisa memiliki arti yang berbeda-beda jadi dia harus menjaga diri-nya.
"Jangan kemana-mana ya... Ingat tujuan-mu itu." Akina meremas pipi Asuka, "Yaaaaaa..."
Mereka terbang menuju arah barat dengan kecepatan rata-rata, di dalam perjalanan-nya itu mereka bisa melihat beberapa robot yang terbang menggunakan sayap mereka. Akina memberitahu Asuka untuk tetap berjaga-jaga karena banyak sekali halangan seperti robot dan makhluk yang akan muncul di atas udara, Akina dan Asuka mengeluarkan senjata mereka lalu menghancurkan semua robot yang mencoba untuk melawan mereka.
Ledakan dari robot itu menarik perhatian banyak sekali malaikat yang sedang menebang beberapa pohon, "Akina... Asuka merasakan seseorang." Asuka menoleh ke belakang Akina dan ia bisa melihat seorang malaikat yang melempar sebuah pisau tajam ke arah-nya tetapi Asuka berhasil menangkis pisau itu ke atas lalu melepaskan beberapa kelopak bunga yang melesat menuju arah malaikat itu.
Akina menoleh ke belakang dan ia melihat Asuka sedang bertarung bersama seorang malaikat gadis yang memiliki rambut berwarna putih, ia juga mencium aroma melati dari malaikat tersebut, "Ahh...? Guardian lain-nya...?! Asuka, berhenti! Dia berada di pihak kita!"
"Asuka melihat-nya melempar pisau kepada Akina, itu artinya..."
"...bunuh!"
__ADS_1