
Kali ini Sage melepaskan seluruh Robot yang baru saja ia ciptakan untuk bergabung menjadi satu sehingga menciptakan robot raksasa yang sangat besar. Chiara terlihat kesal ketika melihat kedatangan pasukan lain-nya bahkan robot raksasa itu sempat mengayunkan lengannya untuk mencoba menghancurkan wilayah Helaria menjadi wilayah yang dipenuhi dengan air lahar yang keluar dari dalam tanah.
Serangan robot raksasa itu dapat ditahan dengan mudah oleh para malaikat yang mengumpulkan cahaya matahari untuk dijadikan sebagai perisai besar yang mampu mendorong robot raksasa itu sampai jatuh karena perisai itu sangat keras. Sage terlihat kesal tetapi ia yakin bahwa perisai itu tidak akan bertahan cukup lama, tenaga mereka akan terkuras dan itu adalah pertanda yang baik.
"Kalian pergi saja sekarang, kami akan menahan mereka semua." Kata Xaxa tetapi Chiara memegang erat kerah bajunya karena ia juga membutuhkan seluruh malaikat ini untuk menyerang kota Technoven jika dirinya bersama seluruh Guardian tersisa menyerang kota Technoven maka itu tidak ada artinya karena ia yakin bahwa Sage sudah memasang banyak perangkap di dalam sana.
"Jangan bersikap gegabah! Apakah kau tahu mereka dapat menganalisis malaikat murni seperti kalian!? Seluruh pasukan Sage pasti akan mengetahui pergerakan dan apa yang akan kalian lakukan selanjutnya, lebih baik kalian semua berhenti melawan dan melarikan diri sekarang juga!" Seru Chiara, ia terlambat karena seluruh malaikat itu terus bertarung dan rela mengorbankan nyawa mereka asalkan para Guardian bisa selamat. Tenaga mereka juga terus terkuras karena mencoba untuk menahan serangan robot raksasa itu.
"Pergi sekarang juga!!! Jangan menghiraukan kami, kalian harus menyelesaikan latihan kalian di kuil percobaan itu sekarang juga atau semua yang kami lakukan itu sia-sia!" Seru Terumi sehingga Chiara mengepalkan kedua tinjunya, Asuka mulai menepuk punggungnya dan mencoba untuk memberitahu dirinya bahwa melarikan diri di mulai dari sekarang akan membawa mereka semua menuju kuil percobaan dalam waktu yang tepat.
"Asuka akan tetap disini bersama Akina dan Melantha, mulai saja rencananya dengan mencari kuil percobaan itu. Bawa Azusa dan Chloe agar Azusa dan Chloe bisa mengerahkan seluruh kekuatan-nya... Asuka, Akina, dan Melantha akan menyusul jika keadaan di tempat ini sudah membaik. Kita akan tiba disana menggunakan kemampuan berpindah kita." Asuka memberi Chiara bunga mawar, wisteria, dan melati sampai Chiara baru saja sadar dengan kemampuan yang dapat berpindah tempat.
"Kau benar juga... asalkan aku memiliki tiga bunga kebajikan ini maka kalian bisa berpindah dengan mudah kepada kami. Kalau begitu, aku serahkan sisa-nya kepada kalian semua!" Chiara menatap Azusa dan Chloe, mereka mengangguk lalu terbang menuju arah barat dan melancarkan beberapa serangan untuk membuat jalur bagi Chiara yang masih menatap Asuka, "Asuka, aku serahkan mereka kepada-mu. Jangan sampai kita kehilangan mereka semua."
"Asuka janji, Asuka akan melindungi mereka karena Akina di wujud Fallen Angel-nya itu sudah cukup untuk melawan robot raksasa itu sendirian. Jika pasukan Sage masih terus berdatangan maka pilihan terakhir para malaikat adalah melarikan diri untuk mencari tempat yang aman!" Kata Asuka sambil mengepalkan kedua tinjunya, Chiara mengangguk lalu ia melebarkan kedua sayapnya untuk terbang dan pergi meninggalkan desa Helaria.
__ADS_1
Asuka hanya perlu menunggu dan melindungi seluruh penduduk desa dari Malaikat Technoven itu, ia juga harus berhati-hati dengan Chip yang mereka lepaskan karena Asuka sendiri bisa melihat sebagian dari malaikat itu telah terpengaruh dengan Chip tersebut. Melantha masih sibuk dalam mencoba untuk mengeluarkan sihir melati kebajikan yang paling sedangkan Akina saat ini sedang menahan robot raksasa itu menggunakan kekuatan dari Fallen Angel-nya yang sebenarnya.
"Asuka mendukung Akina. Asuka juga akan melakukan yang terbaik!" Kata Asuka.
Kedua tombak Akina mulai berputar untuk melindungi dirinya dari serangan misil yang keluar melalui kedua tapak robot raksasa itu, Akina masih mencari cara agar ia bisa menghentikan robot raksasa ini yang sedang mengamuk. Tubuhnya sangat keras bahkan diselimuti dengan sebuah pelindung yang lumayan keras, ia menoleh ke atas dan melihat matahari itu memancarkan cahayanya kepada robot tersebut agar ia bisa bertambah kuat dan memiliki pertahanan tebal.
"Teknologi yang bangkit karena matahari ya...? Teknologi tata surya 'kah, kalau begitu aku akan melawan dirimu secara adil menggunakan kekuatan-ku sendiri, aku dapat mengalahkan peningkatan kekuatan yang diberikan oleh matahari itu!!!" Akina menaikkan aura hitamnya sehingga cahaya matahari itu mulai tertahan dengan aura hitam Akina, ia tersenyum serius dan tidak sabar untuk menghancurkan robot raksasa tersebut bersama dengan anak-anaknya.
Robot itu melancarkan beberapa serangan kepada Akina tetapi ia berhasil menghindarinya dengan berubah menjadi kelopak bunga wisteria, ia muncul di atas udara dengan kecepatan yang dapat membingungkan sistem di dalam tubuh robot itu, kedua matanya tidak dapat mendeteksi pergerakan-nya untuk sesaat.
Akina mundur ke belakang lalu ia mendarat di atas tanah sambil menatap ke depan, Sage melakukan beberapa program terhadap robot itu agar bisa mengalahkan Akina tetapi Akina sendiri yang melampaui sistem tersebut sampai sempat untuk membingungkan-nya beberapa kali. Robot itu meluncurkan gelombang emas melalui mulutnya tetapi Akina menunjuk-nya menggunakan kedua tapaknya sambil melebarkan kedua matanya.
"Haaaahhhhhhhhhhhh!!!!" Gelombang itu kembali mundur menuju robot raksasa tersebut sehingga meledak tepat di wajahnya sendiri. Akina berputar lalu ia melesat ke atas dan melakukan putaran lainnya untuk menambahkan kekuatan besar di tendangan yang mengenai wajah robot tersebut, ia melanjutkan serangan itu dengan mengangkat kedua tangan-nya lalu ia merapatkan tinjunya.
"Pergilah.... dari sini!!!" Seru Akina keras sehingga ia meluncurkan serangan yang langsung menghancurkan kepala dari robot tersebut, robot itu terjatuh dan menyebabkan daratan menjadi retak. Beberapa kabel yang terletak di punggungnya mencoba untuk menghantam Akina tetapi ia berhasil menghindari semua serangan itu secara refleks.
__ADS_1
Akina mengangkat lengan kanan-nya ke atas sehingga ia mengumpulkan seluruh aura negatif dan keburukan yang terdapat di Heavenly lalu ia melempar sebuah meteor hitam yang mengenai tubuh robot itu lalu menghancurkan menjadi kepingan kecil. Akina sempat melihat Chip besar yang berada di dalam tubuhnya itu, ledakan itu sangat dahsyat bahkan ia harus melepaskan seluruh aura-nya untuk melindungi seluruh penduduk desa.
Sekarang mereka hanya perlu menunggu sampai Chiara menemukan kuil percobaan itu, Akina mulai merasa lelah ketika mengerahkan seluruh kekuatannya itu untuk menghentikan robot raksasa tersebut bahkan wujud Fallen Angel-nya tiba-tiba hilang begitu saja. Setidaknya ia merasa senang untuk bisa menyelamatkan penduduk desa ditambah lagi menghancurkan robot itu bersama dengan pasukan robot yang kecil.
"Hah... fuhhh..." Akina perlahan-lahan mendarat menuju daratan.
Sage tersenyum ketika melihat semua itu berakhir karena sekarang ia sudah tidak lagi akan menahan dirinya sendiri untuk menggunakan senjata yang sangat mematikan, ia mulai membuka kaca di sebelah-nya lalu menekan tombol yang memiliki tulisan [Merge]. Ketika tombol itu tertekan, wilayah Helaria mulai berguncang cukup dahsyat sampai mereka bisa melihat seluruh bagian robot itu mulai melayang menuju atas udara.
"Apalagi sekarang...!?" Akina mengerutkan wajahnya karena pertarungan ini terus berlanjut lagi dan lagi, Melantha bisa melihat dari jauh bahwa robot, Android, dan Malaikat Technoven lainnya mulai datang lalu masuk ke dalam seluruh bagian robot itu sehingga menciptakan sebuah robot yang baru dan jauh lebih kuat dibandingkan robot raksasa tadi.
Semua Robot, Android, dan Malaikat Technoven itu bergabung menjadi satu sehingga menciptakan robot yang jauh lebih berbahaya dan kuat. Hasilnya cukup memuaskan bagi Sage karena ia sudah melakukan program sempurna ke dalam robot tersebut, seluruh malaikat yang berada di wilayah itu mulai tercengang ketika melihat robot yang sangat besar dan mengerikan baru saja lahir.
Kedua matanya memancarkana warna merah untuk melakukan analisis terhadap seluruh malaikat itu, membutuhkan tiga detik saja sudah cukup untuk mengumpulkan seluruh informasi tentang para malaikat itu, "Tidak buruk... tidak buruk... aku akan mengerahkan seluruh kemampuan-ku untuk mengalahkan kalian disini dan sekarang juga! Kalian tidak akan pergi bisa masuk ke dalam kota Technoven sekarang..."
"Akan aku perkenalkan kepada kalian semua tentang robot itu, dia bernama..." Suara Sage bisa terdengar dari robot tersebut dan semua orang mulai merasa kesal ketika mendengar suaranya itu."
__ADS_1
"...Roboten!"