Flower of Virtues

Flower of Virtues
27: Harapan Baru


__ADS_3

"Sepertinya Azusa tidak diterima di sini ya." Kata Azusa sambil menunjukkan senyuman lebar-nya, Chiara tidak menyangka bahwa Azusa masih bisa tersenyum lebar seperti itu walaupun dia tadi hampir saja dibunuh, sepertinya desa Helaria ini benar-benar sangat waspada dengan kedatangan malaikat tetapi mereka langsung percaya jika mereka adalah seorang Guardian yang menunjukkan bunga kebajikan mereka.


Karena mereka sekarang sudah tiba di desa itu maka mereka tidak perlu khawatir dengan kedatangan robot atau Android lainnya karena Chiara dengan desa ini cukup aman karena pertahanan-nya yang ketat juga para penjaga yang benar-benar tegas. Chiara sepertinya sekarang akan mencari Asuka dulu lalu ia akan berbicara dengan kepala desa ini untuk mengajukan permintaan bekerja sama.


Seluruh malaikat yang tinggal di desa ini ia yakin bisa bertarung dan cukup kuat untuk bisa menghentikan kota Technoven. Azusa mulai menggenggam tangan Chiara erat karena ia tidak mau tersesat, ia mencoba untuk mencari keberadaan Asuka dan ia langsung menemukan Guardian yang memiliki bunga kebajikan mawar.


"Azusa menemukan Kakak, Kakak tidak jauh dari tempat ini. Sebuah penginapan..." Kata Azusa, Chiara mengangguk lalu mereka pergi menghampiri penginapan besar yang ditunjuk oleh Azusa, Chiara dan Azusa berjalan sambil melihat sekeliling yang dipenuhi dengan Malaikat. Mereka sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing bahkan Chiara terkejut ketika melihat Guardian lain-nya tetapi mereka terlihat tidak khawatir sama sekali.


Semua malaikat di desa ini terlalu santai dan menganggap Heavenly enteng, mereka seharusnya sadar bahwa sebentar lagi adalah takdir menuju kehancuran untuk Heavenly. Chiara merasa sangat penasaran dengan kepala desa-nya, apakah ia tidak berencana untuk membuat sebuah aliansi untuk menghancurkan kota Technoven. Kekuatan mereka bersama mungkin cukup untuk menghancurkan seluruh teknologi dan sistem yang terdapat di Technoven.


Mereka tiba di depan penginapan itu, Chiara masuk lalu seorang malaikat mulai menyambut mereka berdua. Tanpa basa basi lagi, Chiara menanyakan seorang gadis yang bernama Asuka sehingga malaikat itu tidak mengetahuinya. Azusa mulai mengajak Chiara untuk pergi menghampiri ruangan olahraga dimana mereka bisa mendengar suara gadis yang mengerang.


Chiara mengintip melalui lubang kunci lalu ia bisa melihat Asuka yang saat ini sedang mempermainkan dada mereka, Azusa tersenyum lebar dan merasa sangat senang ketika ia bisa melihat kakak-nya untuk pertama kali-nya. Ini adalah kehidupan yang bahagia bagi dirinya untuk bisa melihat Kakak-nya yang sedang membagi kasih sayang.


Chiara awalnya tidak ingin masuk karena tidak mau mengganggu waktu mereka tetapi Azusa membuka pintu lalu ia menghampiri Asuka dengan ekspresi yang terlihat sangat senang. Asuka berhenti melakukan sesuatu yang tidak pantas kepada mereka lalu ia menatap Azusa yang lari menghampiri-nya, entah apa yang ia pikirkan saat ini tetapi Azusa terlihat seperti seseorang yang ia kenal sebelumnya.

__ADS_1


"Kakak! Kakak! Kakak!" Azusa melompat kepada Asuka sehingga ia terjatuh, "Kakak! Azusa akhirnya bisa bertemu Kakak! Kakak~~~" Azusa memeluk Asuka erat lalu ia mengusap wajah-nya dengan dada Asuka untuk membagi kasih sayang-nya juga, Akina bersama yang lain-nya terlihat kaget dan bingung karena Azusa baru saja memanggil Asuka sebagai kakak-nya sendiri, mereka terlihat mirip sih karena gaya rambut yang sama.


"Kakak... B-Bagaimana bisa?!" Tanya Akina sehingga Chiara masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi yang terlihat tegas. Ia menundukkan kepala-nya kepada mereka semua dan tidak lupa untuk memperkenalkan dirinya sebagai Malaikat yang memiliki julukan Guardian juga.


Asuka tidak bisa bergerak karena pelukan Azusa yang sangat erat, ia juga bisa merasakan bahwa Azusa adalah setengah Android dan Malaikat, itulah kenapa kekuatan yang dia miliki bisa besar. Chiara memberitahu mereka bahwa ia adalah seorang Guardian yang memiliki bunga matahari kebajikan sehingga mereka semua terkesan ketika mendengar hal itu.


"Kenapa kau bisa mengetahui kami disini?" Tanya Melantha.


"Hanami Azusa memiliki kekuatan bunga kebajikan yang sama dengan Asuka, [Black Rose of Virtues] jadi ia bisa mencari tahu letak Asuka. Aku harap mulai dari sekarang kita bisa berteman dan saling bekerja sama untuk mengalahkan Malaikat Technoven itu." Chiara saat ini berpikir untuk berkenalan dan mengenal mereka dengan pelan-pelan, ia akan memberikan pesan itu kepada Asuka besok karena sekarang mereka terlihat lelah karena selesai berlatih.


"Asuka tidak percaya bahwa Asuka punya adik." Asuka duduk di atas kursi lalu ia mengangkat tubuh Azusa yang kecil dan menempati-nya di atas paha-nya agar bisa duduk. Akina cukup kaget karena melihat adik-nya yang terlihat berbeda dengan kakak-nya sendiri, sama-sama terlihat polos tetapi Azusa terlalu ceria dan bersemangat dalam melakukan apapun.


"Yeeeyyyy~ Azusa sayang Kakak~" Azusa bersandar di dada Asuka lalu ia terkekeh lembut, Asuka tersenyum tipis lalu ia mengelus kepala-nya karena ia sekarang sudah yakin bahwa Azusa sendiri adalah adik-nya karena sebuah bukti yang terdapat di model rambut dan tanda lahir di tengkuk yang terlihat seperti bunga mawar, "Azusa... Kakak selama ini sendirian, untungnya Azusa datang." Asuka mulai memeluk diri-nya dari belakang.


"Azusa sekarang akan selalu bersama Kakak, Yey~" Azusa tersenyum lebar. Mereka semua tersenyum ketika melihat adik dan kakak yang saling bertemu lalu akur setelahnya. Akina sendiri merasa sangat bersyukur melihat Asuka yang menunjukkan sikap berbeda sekarang, ia terlihat lebih bahagia ketika bertemu dengan Azusa.

__ADS_1


Chiara mulai diam dan mengingat perkataan Rosalia sebelum-nya, ia hanya harus membicarakan langsung kepada inti-nya. Hindari pertanyaan yang tidak penting semisalnya dimana orang tua Asuka dan Azusa sebenarnya, Chiara sendiri sudah berpikir cukup dewasa sampai ia tidak akan memberitahu nama dari Ayah dan Ibu Azusa dan Asuka karena itu hanya akan membuat mereka terkejut.


Chiara hanya berharap kepada Azusa bahwa ia tidak memberitahu Asuka banyak tentang mereka berdua, "Chiara ya...? Jadi kau datang dari desa yang bernama [Tenzaru]." Tanya Melantha.


"Aku bersama seluruh Malaikat yang sudah aku kumpulkan di desa itu pergi menuju kota Technoven untuk menghentikan Sage yang benar-benar sudah berlebihan dalam menggunakan teknologi dan sistem ini, ia sudah melampaui batas yang sebenarnya... niat-nya dalam mengembangkan teknologi dan sistem saja berakhir negatif." Kata Chiara sambil menunjukkan ekspresi serius, ia menoleh kepada Azusa yang masih bersenang-senang bersama Asuka. Sepertinya aman untuk menyebutkan nama Sage dan Rosalia di hadapannya.


"Kau menerobos masuk ke dalam kota Technoven?!" Chloe terkejut ketika mendengar hal itu.


"Ya, walaupun jumlah kita yang banyak dan kita dipenuhi dengan Malaikat yang mahir dalam bertarung... kita semua tetap saja kalah karena Malaikat Technoven yang memiliki kemampuan dalam melepaskan sebuah Chip, semua malaikat yang aku kumpulkan telah berubah menjadi Malaikat Technoven. Aku sendiri juga sempat terpengaruh dengan Chip itu tetapi berakhir bebas karena seorang Malaikat yang baik hati."


"Aku sudah berpengalaman melawan Sage, dia benar-benar kuat karena bantuan dari zirah-nya itu yang bernama [The Virus], zirah yang dipenuhi dengan teknologi dan sistem... zirah itu dapat melakukan apapun bahkan serangan-ku terkadang tidak berguna untuk-nya. Satu-satunya cara agar kita bisa mengalahkan diri-nya itu mudah, melatih bunga kebajikan kita agar bisa menginjak tingkat kesucian yang sangat tinggi." Kata Chiara, mereka semua mengangguk dan sejak awal memang memiliki niat seperti itu.


Chiara mengeluarkan sebuah alat yang dapat menghancurkan teknologi dan sistem yaitu [Hacking System]. Mereka terlihat bingung ketika menatap alat yang terlihat seperti tongkat tetapi diselimuti dengan listrik biru, "Benda apa ini?" Tanya Akina.


"Ini adalah kunci untuk bisa mengalahkan semua sistem dan teknologi, nama-nya adalah Hacking System. Jika kau melawan robot atau Malaikat Technoven maka kau gunakan ini untuk menyerang bagian kepala atau leher-nya, seketika aliran listrik tongkat ini masuk maka sistem dan teknologi itu terpaksa harus mati dan berhenti." Perkataan Chiara membuat mereka semua tercengang bahkan Asuka sendiri terkejut, Azusa tersenyum ketika melihat Kakak-nya yang baru saja mengetahui hal seperti itu.

__ADS_1


""Kesempatan menang kita bertambah...!!!""


__ADS_2