Flower of Virtues

Flower of Virtues
26: Latihan


__ADS_3

Melantha saat ini sedang melakukan meditasi di atas lantai sambil menenangkan pikiran-nya, itu adalah proses latihan untuk mengontrol energi suci-nya juga membantu kemampuan melati-nya untuk bisa mengontrol dalam menggunakan berbagai sihir melati yang dapat mendukung seseorang seperti meningkatkan atribut mereka. Chloe disebelah-nya terus memberi dirinya beberapa saran agar ia bisa bertambah kuat.


"Kekuatan-mu terlepas dimana-mana." Chloe bisa merasakan kekuatan Melantha yang terlepas begitu saja, ia tidak dapat mengontrol-nya dan itu bukanlah pertanda yang cukup baik. Melantha lebih memfokuskan pikiran-nya sekarang agar kekuatan yang ia keluarkan bisa terasa tenang. Sebagai seorang Legenda, Chloe benar-benar membantu Melantha dalam proses latihan-nya ini.


Chloe mengharapkan lebih dari Melantha karena sihir melati-nya yang dapat membantu Malaikat di sekitarnya itu cukup baik seperti meningkatkan kekuatan dan kecepatan mereka seiring pertarungan berjalan. Chloe sadar bahwa Akina dan Asuka hilang entah kemana, padahal Akina baru saja menyarankan latih di tempat pemandian air panas agar suhu udara-nya itu bisa dijadikan sebagai cobaan untuk berlatih.


"Akina dan Asuka itu... kapan mereka akan datang sih? Suhu ruangan ini semakin lama semakin bertambah panas, setidaknya suhu ini bagus juga untuk dijadikan sebagai latihan. Suhu yang panas seperti ini cukup bagus juga untuk memperkuat fokus seseorang." Chloe duduk di sebelah Melantha lalu ia mencoba untuk melatih fokus-nya sehingga kedua kedua lengan muncul dan melewati pinggang-nya itu.


"Chloe lengah..." Asuka selama ini muncul di belakang Chloe karena bantuan dari kelopak bunga mawar-nya itu, ia langsung memainkan dada-nya berkali-kali sampai Chloe melebarkan kedua mata-nya. Suara mereka sangat mengganggu bagi Melantha karena ia tidak bisa fokus, bunga melati yang bermunculan di sekitar-nya mendadak layu karena fokus-nya yang hancur itu.


"A-Asuka... hentikan... kamu juga punya 'kan... hentikan... mainkan-lah punya-mu..." Kata Chloe sehingga Asuka berhenti tetapi ia masih menggerakkan jari-jarinya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat polos, "Punya Asuka sudah sering, sekarang Asuka ingin coba yang lain." Asuka melanjutkan memainkan dada-nya sehingga Chloe tidak bisa melawan balik karena pergerakan Asuka yang cukup cepat.


"Berisik sekali!!! Carilah tempat yang lain selain tempat ini...!!!" Seru Melantha keras sehingga ia mengangkat tubuh Asuka lalu melempar-nya masuk ke dalam kolam pemandian air panas, Chloe mulai menutup dada-nya lalu ia mundur beberapa langkah karena Asuka benar-benar mahir dalam melakukan serangan secara diam-diam, ia juga selalu menyerang tempat terlarang dan sensitif.


"Hah... hah... dasar Asuka... dia agresif sekali menyentuhnya..." Kata Chloe sehingga ia bisa melihat akar meluncur keluar dari dalam kolam itu lalu bergerak menuju arah Melantha dan mengikat seluruh tubuh-nya, Asuka berenang ke atas lalu ia mengendalikan akar itu untuk membuat tubuh Melantha bisa merasakan arti dari kenikmatan.


"A-Asuka... a-apa yang kamu lakukan...?! H-Hentikan... t-tidak... aku tidak bisa menikah jika kamu melakukan hal seperti ini..." Apa yang Melantha rasakan sekarang itu seperti diikat oleh tentakel lengket tetapi kenyataan-nya dia diikat oleh akar yang cukup licin karena Asuka menemukan sabun lalu ia mengoleskan kedua lengan-nya dengan sabun agar akar yang ia keluarkan bisa menjadi lengket dan licin.


"Asukaaaaa... hentikaannn..."

__ADS_1


"Asuka ingin mencoba-nya." Kata Asuka, Melantha mulai melakukan hal yang sama sehingga tubuh Asuka sekarang terikat dengan akar melati, Chloe menunjukkan ekspresi yang terlihat aneh ketika melihat mereka berdua terikat dengan akar lengket itu. Mereka berdua mengerang dengan lembut, untungnya tidak ada siapapun kecuali mereka di dalam ruang pemandian air panas itu.


"Chloe juga ikut..." Asuka menumbuhkan akar lain-nya yang bergerak menuju arah Chloe, "T-Tidak, aku tidak ingin---" Akina datang dan menghancurkan semua akar itu menggunakan tombak-nya karena mereka menghabiskan banyak waktu dengan bercanda dan bermain permainan seperti itu.


"A-Akina... kau menyelamatkan hidup-ku." Chloe merasa sangat lega bahwa Akina datang tepat waktu, Asuka dan Melantha terjatuh ke dalam kolam lalu Akina pergi menghampiri Melantha untuk melakukan latihan dan menikmati pemandian air panas tetapi Asuka mulai mengeluarkan akar lebih banyak lagi untuk mengikat tubuh Akina, ia baru saja lengah sehingga sekarang Asuka mulai mengangkat-nya ke atas.


"Asukaaaa.... aku sudah cukup... aku sudah lelah merasakan-nya..."


"...hyaahhh."


***


"Fokus dengan tubuh dan kekuatan kalian sendiri, anggap saja air panas yang mengenai tubuh kalian itu tidak ada. Melantha, kau harus selalu fokus dengan pikiran-mu agar sihir pendukung yang kau keluarkan bisa bertambah lebih menguntungkan dari sebelumnya." Melantha memejamkan kedua mata-nya dengan tenang, ia tidak bisa mendengar apapun kecuali suara Chloe dan keindahan dari air yang menetes.


"Asuka dan Akina... kalian harus mengendalikan kekuatan yang berada di dalam tubuh kalian dengan benar, jangan sampai kalian melepaskan kekuatan itu tidak sengaja maka kekuatan itu akan sia-sia jika kalian mencoba untuk mengumpulkan-nya. Siapapun dapat merasakan keberadaan kalian jika kekuatan itu terlepas begitu saja dari tubuh kalian, sekarang... dengarkan suara hati kalian dengan teliti." 


Terlihat beberapa perkembangan, Chloe senang ketika melihat mereka berlatih dengan benar bahkan Asuka sendiri bisa melakukan latihan itu dengan cara yang cepat dan benar. Latihan berakhir selama satu jam karena mereka harus melanjutkan latihan mereka di  tempat lain-nya contohnya seperti ruangan olahraga yang juga tersedia di fasilitas penginapan tersebut.


Chloe dan Melantha seperti biasa-nya sudah tiba duluan di ruangan olahraga, mereka mulai melakukan beberapa pemanasan.  Mereka tidak ingin menghabiskan banyak waktu jadi mereka mulai melakukan beberapa push-up, sit-up, dan lain-lainnya sehingga Asuka dan Akina datang pada saat satu jam kemudian.

__ADS_1


"Kalian lama sekali, sebenarnya kalian harus dandan dulu apa?" Chloe menoleh kepada mereka lalu terkejut ketika tubuh mereka sudah dipenuhi dengan keringat bahkan baju olahraga mereka yang terbuka itu juga sudah sedikit basah. Melantha dan Chloe tidak mengatakan apapun kecuali mengajak mereka semua untuk segera berlatih, wajah Akina saat ini merah karena Asuka tiba-tiba menyerang ketika ia memakai baju olahraga-nya itu yang terlihat membawa gairah. 


"Akina, tadi menyenangkan."


"Kamu memang tidak bisa mengontrol-nya ya..."


"Energi suci Asuka bertambah banyak." Kata Asuka, mereka mulai melakukan pemanasan seperti biasanya. Ruang olahraga ini pantas untuk digunakan sebagai tempat latihan karena mereka sekarang hanya harus fokus meningkatkan kekuatan dan ilmu bela diri mereka. Untungnya Chloe cukup berpengalaman jadi dia terus melatih mereka semua untuk bisa bertambah kuat seperti biasanya.


Ruangan olahraga itu juga bahkan memiliki beberapa samsak tinju yang dialirkan Tuchi jadi samsak tinju itu bisa bertahan lama, Asuka lebih memilih untuk meningkatkan sihir mawar-nya agar ia bisa kebal dengan gas beracun itu. Chloe bisa melihat Asuka yang mencoba untuk mempelajari sesuatu yang baru dari kemampuan mawar kebajikannya itu sedangkan Akina lebih fokus dengan kekuatan dari tujuh kebajikan surgawi.


Melantha mulai menggunakan seluruh sihir yang baru saja ia pelajari tentang melati kebajikan, Asuka dan Akina sekarang merasa jauh lebih kaut dari sebelum-nya karena bantuan dari melati kebajikan itu. Mereka mulai menghancurkan samsak tinju itu dengan mudah lalu melakukan proses latihan lain-nya bersama dengan Chloe.


***


Chiara dan Azusa mendarat di tepat di hadapan pintu masuk, mereka bisa melihat beberapa penjaga yang langsung mengeluarkan senjata mereka untuk mengancam kedatangan Chiara dan Azusa. Salah satu dari mereka bisa melihat bahwa Azusa itu setengah Android, jika mereka melihat Android maka mereka pasti akan melakukan eksekusi secara langsung.


"Satu peringatan, kami tidak menerima Android. Jika kalian tidak pergi sekarang juga maka---" Chiara dan Azusa mulai menunjukkan kekuatan dari bungan kebajikan mereka sehingga mereka sekarang yakin bahwa mereka berada di pihak yang sama.


"Jangan membuat putri dari Nona Rosalia marah loh." Chiara dan Azusa masuk ke dalam desa itu, para penjaga tercengang ketika mengetahui bahwa Azusa adalah seorang putri dari malaikat Agung Rosalia.

__ADS_1


""Rosalia udah bukan perawan!?!?!""


__ADS_2