
Malam ini adalah malam yang cukup menghangatkan bagi Asuka dan Akina karena mereka melakukan sebuah ritual untuk membuka sebuah kemampuan dari bunga kebajikan, mereka berdua terus merasakan sensasi yang berbeda... entah itu apa tetapi mereka perlahan-lahan menyukai-nya sehingga tidak ada niat untuk berhenti melainkan terus melanjutkan-nya sampai kasur mulai bergoyang cepat.
Di tengah malam mereka berhenti sebentar karena merasa lelah, entah kenapa tenaga dan energi suci mereka mulai terkuras sehingga kembali dengan jumlah yang lebih besar serta energi yang mereka dapatkan juga terasa lebih berbeda. Asuka dan Akina dipenuhi dengan keringat, Akina mulai bernafas berat karena ia lelah sedangkan Asuka hanya diam sambil memegang erat selimut-nya.
"Hah... hah... tadi itu cukup menyenangkan ya..." Akina tersenyum, Asuka mengangguk lalu ia mendekati Asuka dan bersandar di atas bahu-nya karena ia bisa merasakan sesuatu yang berbeda di dalam diri-nya. Mahkota dari bunga mawar mulai bermunculan di atas selimut mereka sehingga Asuka dan Akina terkejut ketika melihat-nya, "Apakah kamu melakukan itu, Asuka?"
"Asuka tidak melakukan apapun. Peri bilang bahwa kekuatan dari bunga kebajikan akan bertambah kuat jika energi suci yang berada di dalam Asuka bertambah lebih besar, kasih sayang dan cinta itu melambangkan bunga dari Mawar jadi Asuka merasakan kekuatan yang besar di dalam Asuka." Kata Asuka sehingga Akina sontak kaget ketika Asuka baru saja mengeluarkan kekuatan besar dalam sekejap tetapi semua kekuatan itu hilang seketika.
"A-Apa yang baru saja kamu lakukan, Asuka?"
"Asuka tidak tahu... Asuka bingung." Asuka tidak terlalu peduli dengan kejadian tadi karena ia tidak memikirkan-nya, ia tidak tertarik sama sekali jadi dia lebih memilih untuk diam sambil memegang selimut-nya dengan erat, "Dingin..."
Ketika Asuka mengatakan itu, Akina mulai mendekati diri-nya lalu memeluk diri-nya sehingga wajah Asuka mulai mengenai dada-nya itu yang terasa empuk bagi wajah-nya. Mungkin sekarang adalah waktu-nya untuk berbicara, Akina masih memiliki banyak pertanyaan karena ia merasa sangat penasaran tentang Asuka.
"Asuka, apakah kamu ingin berbicara dengan diri-ku...? Aku masih merasa penasaran tentang beberapa hal dari-mu, beritahu semua yang kau ingat saja dan beritahu aku secara jujur. Lepaskan semua perasaan yang ada di dalam diri-mu kepadaku karena aku akan selalu mendengar-mu." Kata Asuka sambil mengelus kepala-nya, ia mencoba untuk mengetahui Asuka lebih dalam lagi tetapi ketika ia berbicara seperti itu... keheningan mulai terjadi dan Asuka tidak mengatakan apapun kecuali memeluk Akina lebih erat.
__ADS_1
"Asuka sejak bayi di buang oleh Mama dan Papa tetapi Asuka tahu alasan kenapa mereka melakukan itu, Peri bilang bahwa Asuka harus ditinggalkan karena mereka akan melawan para Malaikat Technoven. Asuka pikir bahwa Mama dan Papa masih hidup disana jadi Asuka ingin mencari tahu-nya dengan menemui Mama dan Papa secara langsung." Asuka akhir-nya mulai berbicara, Akina memberitahu-nya untuk terus melanjutkan-nya... ia ingin mengumpulkan informasi lain-nya dari Asuka.
"Asuka benar-benar penasaran dengan Mama dan Papa, Asuka yakin Mama dan Papa itu malaikat baik-baik yang mau menyelamatkan Xuusuatouri karena mereka membela untuk melakukan pilihan yang sulit seperti meninggalkan Asuka dan melawan Sage."
"Peri bilang bahwa Asuka terlihat lebih menonjol dengan Mama karena itu Peri memberitahu Asuka ketika kehidupan Peri berakhir maka Asuka harus menemui mereka di Technoven, hanya saja Asuka khawatir karena tidak bisa bertemu dengan teman atau malaikat yang mampu membuat Asuka tertarik." Asuka terus berbicara sehingga Akina terus mendengar-nya, ia akan menanyakan pertanyaan lain ketika Asuka selesai berbicara.
"Ketika Asuka berhasil tiba di kota Technoven maka Asuka akan mencoba untuk mencari Mama dan Papa lalu membantu mereka semua untuk pergi, setelah itu Akina dan Asuka harus bisa bertarung bersama untuk mengalahkan Sage juga menghancurkan seluruh teknologi dan sistem yang ada!"
"Teknologi dan sistem yang hancur itu Asuka perbaiki dengan menciptakan kembali teknologi dan sistem yang bermakna positif, makna positif yang Asuka maksud itu seperti mengubah semua sistem dan teknologi untuk di program menjadi sesuatu yang dapat menanam kembali bunga kebajikan untuk seluruh Malaikat yang ada." Sepertinya Asuka baru saja menumbuhkan tujuan baru, mungkin ia mendapatkan tujuan itu karena Astrid yang membicarakan tentang teknologi dan sistem itu bisa berubah menjadi sesuatu yang berguna untuk bangsa Malaikat.
"Jika Tuchi dan energi suci semakin berkurang maka dampak buruk akan terjadi, dampak itu akan muncul tanpa diketahui oleh siapapun... bayangkan saja seorang malaikat yang langsung berubah menjadi Fallen Angel sebagian dari mereka juga akan mati dengan tubuh yang mengering lalu berubah menjadi partikel emas. Partikel emas itu seperti pengorbanan untuk malaikat yang masih bisa bertahan." Asuka terkejut ketika mendengar informasi tersebut dari Akina karena ia takut bahwa Mama dan Papa-nya lah yang akan tertimpa dengan dampak tersebut.
"Tidak ada yang bisa mengetahui kapan dampak itu terjadi, kita hanya harus berharap bahwa kita semua baik-baik saja..." Akina mulai memberi kecupan di bibir Asuka sebentar, ia mulai merasa bersalah ketika mengatakan hal seperti itu karena diri-nya sendiri tidak akan terkena dampak negatif seperti itu, ia mulai mengumpulkan nafas lalu menghembuskan-nya untuk memberanikan diri, "Asuka... sebenarnya aku..."
Asuka mulai menatap wajah Akina, "Akina itu...?"
__ADS_1
"...aku memiliki kutukan seorang Fallen Angel, kutukan itu tidak bisa dibilang buruk atau baik melainkan dampak negatif itu tidak akan mempengaruhi diriku." Akina mulai menatap wajah Asuka yang terlihat biasa saja, entah dia terkejut atau apa tetapi ekspresi-nya masih tetap sama seperti biasanya, "Wahhh... apakah Akina bisa mengendalikan kutukan itu? Bukan-nya Fallen Angel itu gila dan tidak bisa mengingat apa yang mereka lakukan ya?"
"E-Ehh...? Asuka, kamu tidak marah atau terkejut?"
"Asuka tidak bisa melakukan-nya... jika Akina ingin reaksi seperti itu maka... waaaaaaa.... kenapa Akina Asuka dikutuk menjadi Fallen Angel... waaaaa... begitu?" Apa yang baru saja Asuka lakukan membuat Akina tertawa bahwa sifat alami-nya itu benar-benar menghibur dirinya sehingga ia merasa tidak khawatir lagi karena Asuka seperti-nya tidak terlalu keberatan jika diri-nya memiliki kutukan Fallen Angel.
"Asuka masih tetap senang dan bersyukur untuk bisa bertemu dengan Akina. Asuka sangat senang dan akan selalu bersama Akina, Akina juga harus bisa bersama Asuka ya... setelah Asuka bertemu dengan Mama dan Papa, mari Asuka dan Akina melakukan petualang lain-nya dan melakukan sesuatu yang baru... banyak sekali yang harus dilakukan." Asuka tersenyum tipis lalu ia mulai duduk di atas perut Akina sambil memegang erat kedua lengan-nya itu.
"A-Asuka...? A-Aku lelah... a-ada apa...?" Tanya Akina, wajah-nya mulai memerah ketika melihat Asuka yang menatap-nya dengan tatapan polos-nya, ia benar-benar terlihat seperti seorang gadis dewasa yang dapat melakukan apapun... entah apa yang Peri itu ajarkan sampai bisa membuat Asuka menjadi seperti ini, polos tetapi di dalam-nya itu terdapat sesuatu yang liar.
"Asuka mencintai Akina... Asuka ingin bersama Akina untuk selama-lamanya." Asuka mendekati wajah-nya lalu ia menghisap leher-nya, "Hyaahhhh... Asuka..." Akina tidak berniat untuk berhenti, ia langsung memeluk Asuka erat lalu menatap kedua mata-nya sehingga mereka mulai berciuman dan saling menyatukan lidah mereka untuk saling menukar Tuchi yang terdapat di dalam diri mereka masing-masing.
Mahkota mawar mulai bermunculan dimana-mana sehingga mereka tidak terlalu menghiraukan-nya, mereka berhenti berciuman lalu Asuka masuk ke dalam selimut yang digunakan oleh Akina, "A-A-Asuka... jangan... a-aku... sensitif..."
"T-Tidaaaakkkk...."
__ADS_1