
Kedua belah pihak segera menyerang satu sama lain, Asuka menandakan Sage lalu ia segera menyerangnya dengan mendorongnya mundur sampai mereka berdua mengenai pusat teknologi tersebut. Rosalia yang lemah bisa mendengar suara kehancuran itu, ia mencoba untuk memulihkan tubuhnya dengan pelan-pelan lalu ia menghampiri suara kehancuran itu sehingga ia bisa melihat Asuka dan Sage yang mulai bertarung dengan saling bertukar serangan.
"Asuka..." Rosalia tersenyum lalu ia berlutut karena ia merasa sangat lega untuk melihat putrinya yang sudah tumbuh dewasa. Rosalia duduk dan bersandar di belakang tembok karena Sage sudah menyerap seluruh kekuatan dan tenaganya sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali diam.
Kota Technoven sekarang dipenuhi dengan kehancuran karena perang yang terjadi, medan perang itu sekarang dipenuhi dengan ledakan dan korban yang gugur dalam pertarungan. Akina bisa melihat Roboten itu yang sudah menyebabkan banyak kerugian untuk pasukan Malaikat jadi ia menghampirinya dan mencoba untuk melancarkan serangan tetapi pergerakan-nya sangat cepat sampai ia terkena hantam sampai terdorong ke belakang.
Chloe maju ke depan lalu berhasil mengenai serangan besar di bagian wajah Roboten menggunakan pedangnya lalu ia mundur ketika seorang Malaikat Technoven mulai menghalang dirinya dan mengajak dirinya bertarung di suatu tempat yang aman, Malaikat itu sepertinya mengajak Chloe untuk bertarung satu lawan satu dengan adil. Roboten mencoba untuk mengeluarkan gelombang merah melalui mulutnya tetapi Akina berhasil menendang dagu Roboten lalu ia terbang ke belakang.
Akina menusuk wajah Roboten menggunakan tombak kebajikannya lalu ia melanjutkan serangannya dengan mengerahkan beberapa kelopak bunga Wisteria yang mampu membuat wajah Roboten setengah retak dan berkarat. Roboten langsung menangkap Akina menggunakan kedua tangannya tetapi Akina tersenyum lalu ia berubah menjadi wujud [Fallen Angel] dan mendorong kedua lengannya itu.
"Aku akan membuat-mu menjadi Robokaratan---" Roboten meluncurkan gelombang merah tebal yang mengenai tubuh Akina tetapi serangan gelombang itu tidak melukai dirinya karena kekuatan dan pertahanan fisiknya sekarang sudah meningkat lebih tinggi dari sebelumnya, ia akan menikmati pertarungan-nya melawan gabungan dari segala Robot dan Android yaitu Roboten.
Roboten melancarkan beberapa serangan yang setara dengan kecepatan cahaya, Akina sempat terkesan melihat robot besar itu mampu bergerak cukup cepat tetapi pergerakan-nya bagi Akina lambat karena kedua penglihatan itu sudah terkandung sihir [Fallen Time: Slow Progress] dimana ia dapat melihat pergerakan musuh dengan sangat lambat.
Roboten melancarkan beberapa serangan menggunakan kedua lengan, kaki, kabel, dan mulutnya tetapi Akina berhasil menghindari semua serangan lambat itu lalu berhasil tiga pukulan yang menghancurkan kepala Roboten tetapi serangan itu belum cukup karena kepalanya kembali terbentuk. Seluruh tubuh Roboten mengerahkan senapan yang berjumlah jutaan dan semua senapan itu meluncurkan gelombang merah yang mengikuti Akina.
__ADS_1
Akina mengeluarkan beberapa bunga wisteria melalui kedua sayap hitamnya yang berkibar sehingga seluruh gelombang itu terkena pantul dari bunga itu dan meluncur kembali menuju arah Roboten sehingga menyebabkan ledakan yang sangat besar tetapi Akina menarik kembali seluruh gelombang itu lalu menciptakan bola sihir besar yang ia angkat menggunakan jari telunjuk-nya, setelah itu ia berputar dan melemparnya menuju arah Roboten.
Baaammmmm!!!
Roboten masih hidup dan kembali melancarkan beberapa serangan, Akina dengan mudah menghindari semua serangan itu dilanjutkan dengan terbang menghampiri dirinya sambil melancarkan serangan yang cukup cepat, ia mulai menghancurkan seluruh tubuhnya untuk mencari inti tubuh dari Roboten. Akina menemukan inti tubuhnya yang terletak di dalam tubuhnya yang dilapisi dengan bahan tebal.
"Kalau begitu aku akan membuat-mu sibuk dengan menghancurkan wajahmu!" Akina melesat ke atas lalu menendang wajah Roboten beberapa kali tetapi ia tubuh Roboten mulai melancarkan sinar matahari yang sangat terang sampai ia nekat mengaktifkan ledakan yang berada di dalam tubuhnya itu.
Ledakan itu mengenai tubuh Akina sampai ia menjerit keras, tubuh Roboten yang hancur karena ledakan itu kembali membentuk dan setelah itu ia tertawa ketika melihat Akina yang terjebak di dalam asap itu, ia pasti terluka cukup parah karena menerima ledakan besar tadi. Akina mengepalkan kedua tinjunya sehingga asap itu hilang dan menunjukkan Akina yang memiliki raut wajah serius, Roboten sempat terkejut karena kedua matanya memberitahu dirinya bahwa Akina tidak terluka sama sekali.
"Ledakan tadi itu... tidak jauh dari terkena serangan kertas!" Akina muncul di hadapan Roboten lalu ia melepaskan gelombang berwarna ungu kehitaman yang mampu membuat wajah Roboten berkarat, ia merasa sangat kesal bahkan ia membidik Akina menggunakan seluruh senapan dan mulutnya lalu meluncurkan gelombang merah tetapi Akina dapat menghindari semua serangan itu dengan mudah.
Roboten terlihat kesal ketika Akina dapat mengalahkannya dengan mudah, ia kembali bangkit dan mencoba untuk menangkapnya tetapi Akina berhasil menghilang dan muncul tepat di hadapannya sambil melancarkan beberapa serangan yang mengenai wajah Roboten, ia terdorong ke belakang dan Akina segera terbang mengelilingi Roboten sambil melepaskan beberapa kelopak bunga wisteria yang mampu membuat tubuhnya berkarat.
Roboten menjerit kesakitan ketika tubuhnya mulai berkat, ia melayang ke atas langit dan mengeluarkan tombak Chastity-nya yang ia besarkan menjadi ukuran yang lebih besar dari gedung, Akina membidik ke arah dada Roboten karena ia akan menghancurkan Core-nya, "Waktumu habis... kau tidak meremehkan Fallen Angel, kau mengalami pembaruan yang sangat hebat tetapi aku lebih hebat!!!"
__ADS_1
Akina meluncurkan tombak itu yang mengenai inti dari tubuh Roboten itu sehingga ia mulai menjerit dan melepaskan banyak cahaya melalui tubuhnya itu, setelah itu Roboten hancur menjadi kepingan kecil karena ia berhasil mengalahkannya dengan mudah tanpa harus terluka, kekuatan yang baru saja ia dapatkan benar-benar hebat. Sekarang ia hanya perlu membantu malaikat lain yang sedang bertarung melawan Malaikat Technoven.
***
Sage menghantam Asuka bersama dengan lantai di bawahnya dan Asuka berhasil membebaskan dirinya dengan menghantam wajah Sage lalu menendang-nya mundur, Asuka mengeluarkan dua senapan mawar lalu ia meluncurkan beberapa peluru yang mampu mengubah besi zirah itu menjadi mawar. Sage sempat terkejut ketika melihat bunga itu tumbuh di kedua lengannya, bukannya membuat layu tetapi bunga itu malah tubuh.
"Gas itu tidak akan berguna, Papa... Hentikan semua pertarungan ini, Papa." Kata Asuka, ia mulai mendekati Sage, Sage mencoba untuk menyerang tetapi bunga yang terpasang di kedua lengannya mengeluarkan akar yang langsung mengikat tubuhnya. Asuka tidak berniat untuk bertarung karena ia bertarung hanya untuk menghentikan Sage dan menyadarinya kembali.
The Virus mulai terganggu melihat Guardian kuat seperti Asuka dapat mengetahui rahasia dari potensi-nya itu, kemungkinan besar dia sudah menyempurnakan sihir mawar-nya itu jadi sihir mawar kebajikan-nya itu sekarang diselimuti dengan kesucian tingkat tinggi. Sage mencoba untuk melawan tetapi tubuhnya mulai tertusuk dengan duri-duri dari mawar tersebut, Asuka mulai menatap Sage dengan senyuman.
"Papa... sudahlah, apa yang Papa lakukan itu tidak ada artinya... lebih baik Papa mengubah semua teknologi dan sistem itu menjadi sesuatu yang bermakna, sesuatu positif yang dapat melindungi seluruh Malaikat. Masa depan yang cerah itu mudah untuk di dapatkan asalkan Papa ingin menggunakan teknologi dan sistem itu dengan benar." Asuka tersenyum, Sage sontak kaget ketika mendengar perkataan itu karena pengaruh The Virus mulai berkurang.
"A-Asuka--- AGGHHHH!!!" The Virus mulai menyambar tubuh Sage menggunakan listrik kuat sehingga ia mulai terpengaruh kembali, kali ini ia tidak bisa berbicara karena The Virus mulai mengendalikan dirinya.
"Kau benar-benar menyebalkan ya...!!! Kau akan membayarnya, The Virus!!!"
__ADS_1
"Asuka akan mengerahkan seluruh kekuatan..."
"...Asuka!!!"