Flower of Virtues

Flower of Virtues
9 - Surhaven


__ADS_3

Asuka bersama kedua teman-temannya mulai melewati beberapa pepohonan besar, mereka menggunakan pohon itu untuk berlindung dari Android dan robot yang sedang melakukan patroli, mereka sudah menemukan banyak sekali robot yang berkeliaran dimana-mana dan itu tanda-nya mereka menemukan banyak sekali Guardian yang sedang berkeliaran di hutan tersebut. Melantha memperingati mereka bahwa semua robot itu dapat merasakan keberadaan Guardian tetapi mereka tidak akan bisa melihat dimana Guardian itu berada.


"Tiga keberadaan Guardian di tempat yang sama, semua robot itu sudah jelas akan merasakan keberadaan kita tetapi mereka tidak akan bisa menemukan kita yang sedang menggunakan jubah putih ini." Kata Melantha, ia menjelaskan kepada mereka bahwa semua robot itu pasti akan pergi dan menyerah ketika tidak menemukan Guardian itu.


"Jumlah mereka tadi lebih dari sepuluh tetapi mereka berada di tingkatan paling rendah, tingkatan rendah saja sudah mengetahui kelemahan pemilik dari bunga kebajikan. Api memang-lah kelemahan yang sangat berbahaya untuk kemampuan bunga kebajikan kita ya." Kata Akina, Melantha mengangguk karena bunga kebajikan tidak akan tahan dengan api tetapi mereka dapat memperkuat kemampuan itu dengan memfokuskan pikiran mereka akan bunga itu memiliki kekebalan terhadap api.


Mereka terus bergerak di dalam hutan itu sehingga menemukan beberapa makhluk hidup buas, Melantha menidurkan mereka dengan aroma melati yang ia lepaskan, sudah saatnya mereka untuk terbang ke atas sekarang karena tidak ada lagi robot yang akan mengunjungi wilayah yang sudah diperiksa.


"Asuka mengantuk... apakah sudah sampai?" Tanya Asuka.


"Sebentar lagi kita akan sampai, satu hari satu perjalanan ya...? Kita malaikat juga memiliki sebuah batasan untuk tetap beristirahat agar energi suci di dalam diri kita bisa berjalan dengan stabil." Kata Akina sehingga mereka semua mulai mengangguk dan melihat desa [Surhaven] tetapi desa itu terlihat seperti dijaga oleh banyak sekali robot.


Mereka mendarat di depan gerbang desa itu lalu melihat seorang malaikat yang terlihat sedih, "Ada apa dengan desa ini? Kenapa banyak sekali Android dan robot?" Tanya Melantha.


"Karena Surhaven adalah desa yang sangat miskin dengan kebutuhan jadi semua robot itu datang untuk memperbaiki desa ini menjadi kota... sama seperti Technoven. Semua malaikat yang tinggal di desa ini dipaksa untuk bekerja tanpa istirahat agar pembuatan kota itu bisa berjalan dengan cepat." Kata malaikat itu, ia mendapatkan tugas untuk terus menjaga gerbang agar tidak ada satupun pengunjung berani masuk.


"Tindakan tersebut adalah paksaan, kalian semua tidak boleh diam begitu saja atau teknologi hanya akan membuat kalian kecanduan!" Kata Akina sehingga malaikat itu mulai menunjuk mereka bertiga menggunakan tongkat-nya karena tidak ada satupun malaikat yang diperbolehkan untuk ikut campur dan berurusan dengan desa yang sedang mengalami fase pembangunan ulang.

__ADS_1


"Kami datang untuk membantu kalian semua yang terlihat sengsara seperti ini---" Malaikat itu tidak berkata apa-apa, ia melancarkan tombak itu ke arah kepala mereka tetapi Asuka menghancurkan tombak itu lalu mengikat tubuh malaikat dengan akar mawar yang keluar melalui kedua lengan-nya, "Asuka ingin masuk... Asuka lapar..."


"Asuka, hentikan! Jangan bunuh dia dulu!" Melantha melihat akar itu mencoba untuk mencekik malaikat tersebut sampai mati tetapi Asuka berhenti mengikat-nya dengan sangat erat, ia hanya menuruti perkataan teman-nya saja... jika mereka tidak memperingati Asuka maka dia sudah membunuh malaikat itu dengan menusuk tubuh-nya dengan akar mawar.


"Melantha, apa yang terjadi dengan penjaga satu ini? Tadi ia terlihat waras tetapi sekarang... dia mencoba untuk membunuh kita semua." Kata Akina, ia melihat Melantha yang menghampiri malaikat itu lalu ia mengambil sebuah kartu kecil yang terletak di belakang kepala malaikat itu lalu ia menunjukkan-nya kepada mereka.


"Apa itu...?" Akina dan Asuka mulai mendekat Melantha untuk menatap kartu tersebut, "Ini adalah sebuah chip yang dipasang oleh para malaikat yang berasal dari Technoven. Sebuah alat yang dapat mencuci otak seseorang untuk memaksa mereka semua melakukan pekerjaan mereka, kau lihat tadi 'kan? Malaikat ini terlihat datar walaupun dia menyerang kita."


"Kita semua bisa melupakan jati diri kita sebenar-nya ketika malaikat memasang chip ini kepada kita. Berhati-hatilah, aku takut bahwa semua robot itu mengincar para Guardian hanya untuk di pasang-kan chip agar mereka agar kita semua dipaksa untuk melakukan apa yang mereka mau." Melantha mulai menyuruh Akina dan Asuka untuk mengikuti-nya karena mereka akan masuk ke dalam desa itu dengan memanjat tembok gerbang karena di dalam sana itu tidak aman.


Asuka menatap mereka berdua dengan polos-nya, ia tidak tahu cara untuk memanjat jadi ia langsung meremas pantat Akina, "Hyahhh... A-Asuka, apa yang kamu lakukan...? Bukan waktu-nya..." Akina menoleh ke bawah dan ia melihat Asuka yang tidak bisa memanjat sama sekali, ia mulai menyarankan diri-nya untuk menggunakan kedua katana-nya.


"Asuka... kamu ini..." Akina tersenyum lalu ia mencoba untuk mengejar Asuka, ketika mereka sudah sampai di puncak tembok gerbang itu... mereka bisa melihat banyak sekali robot yang sedang mengawasi semua malaikat yang terlihat seperti robot, "Mereka semua sudah terpengaruh dengan Chip itu, masalah kita sepertinya bertambah semakin buruk." Kata Akina.


"Lebih baik kita meninggalkan desa ini dan langsung saja pergi menuju kota selanjut-nya---" Asuka mulai menyentuh bibir Melantha, "Melantha... Bibir Melantha, Asuka kurang menyukai-nya." Perkataan itu memiliki sebuah arti ketika mereka mendengar suara Asuka yang terdengar khawatir.


Asuka menatap semua penduduk desa itu, ia ingin membantu mereka semua karena dia sendiri membenci semua teknologi dan robot-robot itu... ia tidak ingin mereka semua merugikan malaikat lain-nya yang sedang hidup dengan damai dan melaksanakan tugas mereka, peri itu memberitahu diri-nya untuk tetap melindungi seluruh malaikat yang mencoba untuk menjalani hidup-nya dengan damai.

__ADS_1


"Apa yang kau maksud soal itu, Asuka...?" Tanya Akina.


"Asuka ingin melindungi semua malaikat yang tinggal damai, tidak ada robot... tidak ada teknologi untuk para malaikat... hanya alam dan kedamaian. Melantha dan Akina bisa pergi tetapi Asuka disini untuk melindungi mereka." Mereka terkejut ketika mendengar-nya, sepertinya Asuka benar-benar gadis malaikat yang polos dan baik jika ingin membantu mereka semua, Akina tentunya akan menemani Asuka karena ia juga ingin melindungi mereka semua.


"Aku juga akan bersama-mu kok, Asuka, kita akan berteman sampai akhir ya?" Akina tersenyum dan ia melihat ekspresi Asuka yang selalu sama... ia mulai berpikir bahwa Asuka sulit untuk menunjukkan emosi dan perasaan-nya karena ia jarang melihat dirinya senang dan tersenyum, ia hanya menunjukkan ekspresi datar dan polos-nya itu tetapi tingkah-nya terlihat seperti seorang gadis bahagia.


Mereka mulai menatap Melantha yang tersipu karena ia menyesal untuk tidak memilih membantu mereka, "A-Apa kalian lihat-lihat, hah?! Yang ku maksud pergi menuju desa selanjut-nya bukan berarti melarikan diri loh, hanya saja aku ingin menyelamatkan mereka... tapi... tapi..."


"Cup... cup... cup... Melantha itu malaikat baik juga ya, tidak bisa menunjukkan perasaan-nya." Kata Asuka sambil mengelus kepalanya pelan-pelan, jika mereka setuju untuk membantu desa Surhaven maka Melantha tidak ada pilihan lain selain ikut dengan pilihan mereka.


"Kalau begitu... Melantha, apakah kau memiliki informasi lain tentang Chip dan semua robot itu?" Tanya Akina, ia mulai menghitung semua robot yang sedang menjaga setiap rumah dan pintu, "Tidak ada, hanya saja kalian harus berhati-hati dengan semua robot itu. Apakah kalian yakin untuk menyerang mereka semua sekarang?"


"Tentu saja, teknologi itu tidak pantas untuk malaikat seperti kita. Tugas malaikat adalah meningkatkan kesucian yang ada di Xuusuatouri!" Akina tersenyum dan ia bisa melihat banyak sekali robot yang sedang menjaga itu, jumlah-nya sekitar 30 lebih tetapi mereka dapat dengan mudah mengatasi mereka semua.


"Kalau begitu seseorang harus fokus dengan semua Malaikat yang sudah terpengaruh dengan Chip itu." Semua penduduk desa itu sudah terpengaruh dengan Chip, Asuka mengacungkan tangan-nya karena ia ingin berurusan dengan mereka semua, "Asuka akan mencabut Chip itu."


"Bagus-lah, aku akan memberikan Chip yang aku dapatkan dari penjaga tadi kepada-mu agar kamu bisa membandingkan Chip itu." Melantha mulai mengambil Chip yang ia dapatkan, tiba-tiba ia tidak menemukan Chip tersebut sehingga Asuka menepuk bahu Melantha.

__ADS_1


"Asuka memakan Chip itu."


""Heh!? Kau apa!?""


__ADS_2