
Asuka kembali mengingat masa lalu-nya dimana peri itu pernah memberitahu diri-nya bahwa dia adalah seorang gadis malaikat yang lahir dari dua malaikat kaya yang mendirikan kota yang bernama [Technoven] itu... ya, kedua orang tua Asuka adalah kedua malaikat genius yang dapat mengembangkan teknologi yang sangat canggih untuk semesta Xuusuatouri.
Peri itu hanya mengetahui satu alasan kenapa ibu dari Asuka yang bernama Rosalia itu menciptakan teknologi yang sangat canggih untuk semesta Xuusuatouri, ia mendapatkan alasan itu karena Rosalia pernah berbicara di depan layar virtual dan layar itu ditayangkan di seluruh planet dan desa yang ada di Xuusuatouri, semua orang sudah jelas mengenal diri-nya dan bahkan peri itu pernah bertemu dengan Rosalia sekali.
Sejak itu peri tersebut merahasiakan kedatangan Rosalia, ketika mereka bertemu... untungnya Asuka sedang tidur siang, Rosalia memberitahu peri tersebut untuk tetap menjaga Asuka dan mengasuh-nya sampai ia menginjak usia dewasa-nya, setelah itu peri tersebut harus memberitahu Asuka semua kebenaran agar ia bisa mengunjungi Technoven dan bertemu kembali dengan Rosalia.
Tetapi... peri itu tidak mengharapkan apapun kecuali kemustahilan karena ayah Asuka yang bernama Sage sebenar-nya menggunakan topeng di balik wajah yang sebenarnya itu... wajah sebenarnya yang dimaksud adalah... dia itu jahat sampai melakukan sebuah program kepada Android dan Cyborg untuk membasmi seluruh malaikat yang memiliki kekuatan bunga kebajikan dengan tujuan Xuusuatouri bisa dilindungi dengan teknologi ciptaan-nya.
Tidak ada guna-nya lagi manfaat dari bunga kebajikan sehingga Sage dipenuhi dengan kerakusan dan berencana untuk menghancurkan semua bunga kebajikan yang ada, ia seharusnya tahu bahwa... jika tidak ada lagi bunga kebajikan maka semesta Xuusuatouri akan terbelah menjadi dua sehingga setengah dari malaikat itu akan berubah menjadi [Fallen Angel]. Intinya Asuka sudah mengetahui semua cerita yang belum ia ketahui dari peri tersebut sebelum-nya sehingga ia merasa sangat penasaran dengan kedua orang tua-nya.
Peri itu tidak memberitahu cerita selanjutnya karena ia ingin Asuka mengetahui-nya sendiri, Rosalia dan Sage menunggu Asuka di Technoven, perjalanan-nya akan berjalan cukup panjang karena rintangan dan juga ujian dari semua Cyborg serta Android yang akan terus memburu seluruh Guardian.
***
"Asuka sebenarnya mengunjungi desa ini karena Asuka sengaja menemukan-nya, tidak mengetahui jalan harus pergi kemana menuju kota yang bernama Technoven itu... Untung-nya Asuka bertemu dengan Akina yang ingin membantu Asuka pergi menuju pusat teknologi itu, Asuka ingin mencari orang tua Asuka..." Akina dan gadis itu terkejut karena selama ini Asuka ingin mengalami perjalanan yang jauh dan berbahaya demi bertemu dengan kedua orang tua-nya, Akina menyarankan diri-nya untuk menghubungi mereka terlebih dahulu.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak bisa menghubungi mereka, Asuka? Teknologi Xuusuatouri sekarang canggih 'kan... aku yakin kau dapat menghubungi mereka semua." Kata Akina.
"Tidak bisa... semua malaikat yang hidup di kota Technoven itu sangat ketat dan tidak akan menerima panggilan apapun dari malaikat yang berasal dari luar kota. Malaikat yang tinggal di kota itu sangat mengerikan dan juga tegas dalam melakukan sesuatu." Ucap gadis itu, Asuka tidak terlihat sedih melainkan ia hanya diam sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat polos.
"Tetapi Asuka masih ingin mengunjungi mereka semua... Peri memberitahu Asuka bahwa mereka itu baik dan penyayang, Asuka ingin melihat mereka semua... Asuka ingin mengetahui arti dari kesayangan Ibu dan Ayah. Asuka sudah percaya diri dan yakin bisa menghadapi semua tantangan yang akan menghalangi Asuka, Android atau Cyborg... Asuka tidak takut!" Akina terkejut ketika mendengar tujuan-nya itu yang terdengar cukup menyedihkan, alasan Akina untuk membantu diri-nya mulai besar sekarang.
Asuka benar-benar membutuhkan seorang malaikat dewasa yang dapat menjaga diri-nya dan mengajarkan diri-nya tentang hal-hal yang belum ia ketahui. Gadis itu tidak bisa menolak permintaan Asuka ketika melihat ekspresi-nya yang polos itu, entah kenapa gadis itu seperti di hipnotis dengan kedua mata-nya yang berwarna merah muda itu. Tatapan-nya terlalu polos sehingga gadis itu mulai menyediakan beberapa makanan ringan lalu pergi untuk mengambil sebuah peta.
"Akina... Apa Asuka berhasil?" Tanya Asuka, Akina tersenyum lalu ia mengangguk sambil mengusap kepala-nya, "Aku juga akan membantu-mu, Asuka... sebelum kita pergi, aku ingin melihat kemampuan-mu dalam menggunakan mawar kebajikan itu." Asuka langsung menerima tantangan itu, terdengar seperti tantangan sehingga Asuka mulai mendekat.
Perhatian Asuka mulai teralihkan ketika ia melihat banyak sekali makanan ringan yang memiliki warna serba merah mudah, Akina mulai merasa aneh ketika melihat semua makanan ringan itu memiliki warna yang sama... mengingatkan diri-nya kepada seorang Malaikat stroberi di sebelah-nya itu. Asuka mengambil satu makanan panjang yang dilumuri dengan selesai stroberi.
"Akina... ini apa...? Terlihat lezat." Asuka menunjukkan makanan ringan itu kepada Akina lalu ia juga mulai tertarik dengan makanan itu karena ingin sekali mencoba makanan itu, merah muda... ia bisa melihat wajah polos Asuka di makanan tersebut, Akina menggelengkan kepala-nya lalu ia melihat Asuka yang memakan tongkat itu seperti seorang kelinci memakan wortel-nya.
"Imut sekali..." Asuka baru saja selesai memakan tongkat berlumur stroberi itu lalu ia menatap Akina yang perlahan-lahan memakan tongkat itu seperti kelinci juga, Asuka mulai mendekat sehingga ia menggigit ujung dari tongkat itu lalu melanjutkan-nya ke depan sehingga kedua bibir mereka mulai saling bertemu dengan merasakan kemanisan yang sama yaitu rasa dari stroberi.
__ADS_1
Akina tidak menyadarinya karena ia menikmati makanan itu sambil memejamkan kedua matanya, itu adalah cara dimana ia menikmati kemanisan dari stroberi tersebut. Akina bisa merasakan sesuatu yang lembut dan kelembutan itu terasa seperti stroberi.
"Mffhh..." Lidah Akina tidak sengaja menyentuh lidah Asuka sehingga ia melebarkan kedua matanya dan sadar ini ia sedang berciuman dengan Asuka, "K-Kyahh... A-Asuka?! Kenapa kamu...?!" Wajah Akina berubah menjadi merah, Asuka menatap-nya dengan ekspresi polos... entah kenapa ciuman tadi terasa cukup lezat juga bagi Asuka.
"Akina... stroberi, manis ya." Asuka tersenyum dan senyuman itu membuat Akina terkejut karena ia memiliki senyuman yang sangat indah, ini pertama kali-nya ia bertemu dengan malaikat polos seperti dirinya... setidaknya Akina tidak terlalu keberatan karena Asuka adalah pengecualian untuk diri-nya ketika mendengar masa lalu dan juga melihat kepolosan-nya itu.
Asuka mengambil makanan itu lagi lalu ia memakan semua-nya dan tidak menyisakan Akina sedikitpun, "Hehhhh... Asuka... aku juga masih ingin...!" Akina mengembungkan kedua pipi-nya, untungnya ia masih memiliki satu tongkat yang belum ia makan... ia mendekat wajah-nya dengan Akina sehingga ia tidak memiliki pilihan lain selain menggigit-nya, ketika Akina menggigit ujung dari tongkat itu sehingga terdengar suara gadis malaikat itu datang sambil memegang sebuah peta.
Akina secara refleks mundur ke belakang karena gadis itu sudah mendapatkan peta yang dapat membantu mereka mencari jalan menuju kota Technoven, gadis itu membuka peta tersebut lalu menempati-nya di atas meja yang menunjukkan beberapa wilayah dan juga desa. Akina bisa melihat desa ini sangat jauh sekali dengan kota Technoven, harus melewati sebanyak sepuluh desa untuk bisa sampai.
"Kalian bisa menggunakan peta ini untuk mencari jalan pintas, ingat... gunakan-lah peta ini dengan baik dan jangan nyawa kalian terancam oleh semua Cyborg dan Android itu!" Gadis itu mulai memperingati mereka, Akina dan Asuka mengucapkan terima kasih lalu Akina mengambil peta itu dan pamit kepada gadis malaikat yang sudah mau membantu mereka.
Itu artinya tujuan selanjut-nya adalah melakukan latih tanding, perjalanan mereka akan dimulai besok karena sekarang sudah hampir menjelang sore, latih tanding mereka juga kemungkinan akan berakhir pada malam hari, "Asuka, mari?"
"Ayooooooo!"
__ADS_1