Four Elements And Two Sides

Four Elements And Two Sides
chapter 14


__ADS_3

Setelah rokuda turun makanan sudah disajikan " nak rokuda kau sudah turun, pesananmu sudah jadi, makanlah sebelum dingin" ucap bibi mer


Rokuda lalu duduk di kursi " baik bibi" rokuda dan Rolan memakan makanan mereka sampai habis, setelah itu menumpuk piring mereka


" Jadi bisa sekarang kau ceritakan apa yang terjadi" ucap paman Ben yang sudah berwajah menyelidik


" Baiklah jadi aku akan ceritakan dan jangan memotong cerita sebelum ceritaku selesai" ucap rokuda


" Baik " ucap mereka bertiga


" Jadi begini...." Rokuda lalu menceritakan saat mereka menjalankan misi, saat mereka melawan bos, setelah rokuda selesai bercerita " jadi begitulah ceritanya, sekarang kalian sudah tau kan kenapa Kaguya marah?" Tanya rokuda pada mereka bertiga


" Yah wajar, pantas saja nak Kaguya marah kalau kau melakukan itu" ucap bibi mer di angguki oleh paman Ben dan Rolan


"Hmm hmm aku pun akan marah saat Meri mengorbankan nyawa hanya untuk melindungiku" ucap paman Ben " dan juga aku akan memberi tahu mu ini, meskipun kami seharusnya tidak ikut campur dalam kehidupan kalian, menurutku nak Kaguya.." ucap paman Ben terpotong karena ucapan rokuda


" Dia memiliki perasaan padaku, bukan?" Tanya rokuda yang sedang menggerakkan jari tangan kanan yaitu telunjuk dan tengah menjadi satu atau dua secara bergantian seperti mengirim pesan kepada seseorang


" Kalau kau tau kenapa kau masih melakukannya, dan juga sejak kapan kau tau perasaannya?" Tanya Rolan yang kesal pada rokuda


" Saat dia memiliki perasaan padaku yang berarti sekitar 2 setengah tahun yang lalu atau mungkin lebih" ucap rokuda


" Dan apa dia menyatakan perasaannya padamu?" Tanya Rolan dengan tatapan mata yang berbinar-binar


" Benar sekali apakah nak Kaguya pernah menyatakan perasaannya katakanlah kepada kami" ucap paman Ben menatap rokuda diikuti oleh bibi mer


" Tidak" ucap rokuda singkat di sertai dengan nada datar


" Oh jadi tidak pernah..." Ucap paman Ben " APA!!!!" Ucap paman Ben, bibi mer dan Rolan, mereka terkejut sampai berteriak

__ADS_1


" Kenapa? Meskipun nak Kaguya tidak mengatakannya padamu seharusnya kau tidak memberikannya harapan agar dia tidak tersakiti" ucap bibi mer


" Dia tidak akan pernah bilang dan aku juga tidak akan mengatakannya" ucap rokuda acuh tak acuh


" Apa? Hei bocah apakah kau mau menjadi seorang baji***n HA?" Tanya bibi mer kesal " dia anak yang baik kenapa kau malah menyakitinya" ucap bibi mer


" Meri kau tenanglah lebih baik kau dengarkan dulu kenapa rokuda seperti ini" ucap paman Ben


" heee paman Ben aku tidak tau kalau kau cepat mengerti kenapa aku melakukan itu" ucap rokuda melirik kearah paman Ben dan tersenyum kecil


" ha ha ha Bocah sia**n aku ini sudah hidup lebih lama darimu, jika aku tidak mengerti kenapa kau melakukan itu berarti aku ini masih pemula dalam hal asmara" ucap paman ben


" Eh apakah ada alasannya?" Tanya Rolan yang terkejut begitupun bibi mer


" Tentu saja, tapi untuk alasannya kita harus mendengarkannya jika rokuda ingin mengatakannya kalau dia tidak mau mengatakannya, ya kita tidak bisa memaksanya" ucap paman Ben mereka bertiga lalu melihat rokuda


" Kau akan mengatakannya kan" ucap bibi mer


" Tunggu tunggu tunggu begitu saja apakah tidak dilanjutkan?" tanya Rolan


" Anak kecil lebih baik tidak tau tidur saja sana hus hus" ucap rokuda menggunakan tangan kirinya untuk mengusirnya


" Aku bukan anak kecil bocah" ucap Rolan kesal dan melototi rokuda


" Begini Rolan, kalau mereka sampai mereka memiliki hubungan salah satu dari mereka pasti akan dibunuh oleh orang tua mereka, karena itu mereka berdua tidak bisa seenaknya menjalin hubungan, jadi apa sekarang kau mengerti?" Tanya paman Ben setelah menjelaskannya


" Hoo jadi begitu" ucap Rolan mengangguk-anggukkan kepalanya


" Bodoh" ucap rokuda mencibir

__ADS_1


" Tapi bagaimana jika Kaguya di jodohkan oleh keluarganya?" Ucap Rolan


Paman Ben dan bibi Meri memalingkan wajah mereka dan mencaci maki Rolan karena bodoh


Rolan lalu merasakan hawa dingin dan menyadari ucapannya " ya lupakan yang aku katakan tadi, ngomong ngomong apa yang kau lakukan dari tadi menggerakkan jarimu seperti itu?" Ucap Rolan mengalihkan pembicaraan paman Ben dan bibi mer lalu mengalihkan perhatian mereka pada tangan rokuda


" Aku sedang menemani Kaguya yang masih belum tidur" ucap rokuda mereka bertiga bingung dengan ucapan rokuda dan memiliki pertanyaan yang sama ' bagaimana cara mengobrol dengan tatapan?'


" Ini adalah sesuatu yang aku dan Kaguya tau jadi wajar jika kalian tidak tau, aku mengunakan kemampuanku untuk melihat apa yang dilihat Kaguya dan begitupun sebaliknya, aku mengunakan gerakan jariku untuk memberi tau apa yang ingin aku katakan" ucap rokuda menjelaskan


" Waw kalian hebat sekali bisa berkomunikasi hanya dengan menggunakan tangan saja" ucap Rolan kagum


" Biasa saja menurutku" ucap rokuda acuh tak acuh " baiklah aku akan beristirahat dulu ini sudah malam, selamat malam bibi paman dan Rolan" lanjut rokuda berdiri lalu pergi ke atas untuk tidur


" Selamat malam juga" ucap mereka


------ DISPONSORI OLEH PARA PEMBACA YANG GABUT BACA NOVEL INI WKWKWK------


ke esokan harinya rokuda dan Kaguya keluar dari kamar tidur secara bersamaan


" Jadi apa kau masih marah?" tanya rokuda menaikan alisnya


" Masih" ucap Kaguya singkat


" Baiklah apa yang kau inginkan?" Tanya rokuda


" Apa kau akan menuruti semua keinginanku?" tanya Kaguya di balas anggukan oleh rokuda


" Meskipun permintaannya aneh aneh?" Tanya Kaguya di angguki lagi oleh rokuda

__ADS_1


" Meskipun aku memintamu untuk melakukan itu denganku?" Tanya Kaguya di angguki oleh rokuda setelah itu dia terkejut karena ucapan Kaguya tadi


" Ok kalau begitu aku ingin kau ....." Ucap Kaguya


__ADS_2