Four Elements And Two Sides

Four Elements And Two Sides
chapter 44


__ADS_3

Setelah itu pesanan mereka tiba mereka memakan makanan mereka " jadi kalian bisa ceritakan secara singkat" ucap Kaguya lalu memakan makanannya


" Jika disingkat, tadi Mei tidak sengaja menabrak tuan muda eldar dan Mei terjatuh tetapi dia malah marah kepada kami padahal kami sudah minta maaf" ucap Ling menjelaskan


" Jadi begitu" ucap Kaguya mendengarkan


" Begini Kaguya apakah kau seorang bangsawan?" Tanya Rita


" Apa?" Ucap Kaguya sedikit terkejut


" Kau tidak merubah cara makanmu yang anggun dan elegan, karena itu mereka berpikir bahwa kau seorang anak bangsawan" ucap rokuda acuh tak acuh sambil membaca bukunya


" Oh jadi begitu, aku lupa untuk merubah cara makanku karena itu sudah kebiasaan" ucap Kaguya menoleh ke rokuda


" Ehem menurut kalian apa aku seorang bangsawan?" Tanya Kaguya kepada mereka berempat


" Ya kau memang seperti seorang bangsawan meskipun kau menutup wajahmu tapi aura kecantikanmu tetap keluar" ucap Ling mereka mengangguki perkataan Ling


" Terserah kalian bisa menganggap aku seorang bangsawan atau tidak, aku juga tidak peduli" ucap Kaguya acuh tak acuh " oh dan juga Mei kalau kau mau dekat dengan rokuda lebih baik kau tidak melakukannya atau kau akan tersakiti" ucap Kaguya menunjuk ke Mei dengan sumpitnya sambil meliriknya, mereka semua melihat ke arah Mei kecuali rokuda


" Ah tidak aku hanya terpesona oleh auranya karena itu aku melihatnya terus menerus" ucap Mei dengan wajah memerah sambil melambaikan tangannya


" Apakah kalian sepasang kekasih?" Tanya Rita karena merasa Kaguya sangat posesif terhadap rokuda


" Kau ingin jawab jujur atau tidak?" Tanya Kaguya tidak menjawab pertanyaannya

__ADS_1


" Kalau begitu jujur" ucap Gilbert dengan wajah penasaran


" Tentu saja tidak, kami ini bukan kekasih untuk saat ini" ucap Kaguya


" Lalu kenapa kau malah sangat menjaganya?" Tanya Gilbert


" Itu agar tidak ada orang lain yang akan tersakiti jika dia di tolak olehnya" ucap Kaguya menaruh sumpitnya di atas piring setelah selesai memakan makanannya


" Apa kau tidak mendengarkan pendapat rokuda? Kalian juga tidak saling suka bukan?" Tanya Rita


" Kalau kau bertanya pendapatnya dia pasti akan bilang begini ' memangnya ada yang lebih baik dari Kaguyaku ini kalau ada aku akan menjadikannya istriku' begitu bukan" ucap Kaguya dengan meniru suara rokuda dan meliriknya, rokuda mengabaikannya karena dia tau bahwa Kaguya sedang mengejeknya, Kaguya tertawa karena rokuda tidak menjawab yang artinya dia tidak mau membalasnya " hei hei apa kau malu karena pikiranmu di ketahui olehku" ucap Kaguya menyenggol lengan rokuda dengan sikunya sambil mengejeknya, sementara Ling dan yang lainnya terdiam karena mereka melihat reaksi rokuda yang tidak membalasnya yang berarti perkataan Kaguya benar


" Lalu kenapa kalian tidak menjadi kekasih saja?" Tanya Rita bingung dengan mereka berdua


" Itu karena tidak akan seru jika salah satu dari kami menyatakan perasaannya, karena jika salah satu dari kami menyatakan perasaannya maka itu artinya kurang dari satu bulan kami akan menikah" ucap Kaguya dengan santai


" Ah iya bener juga kita besok harus ke guild untuk mengambil misi" ucap Ling


" Oh apa kalian seorang petualang?" Tanya Kaguya kepada mereka


" Iya kami petualang rank C memangnya ada apa?" Tanya Mei


" Tidak ada aku hanya berpikir sepertinya kita akan bertemu lagi besok" ucap Kaguya dengan misterius


Kaguya lalu berdiri " ayo kita kembali ke penginapan" ucap Kaguya diangguki oleh rokuda dia menutup bukunya dan pergi bersama Kaguya ke penginapan

__ADS_1


Saat mereka sampai di kamar tidur rokuda berbaring di kasur sambil membaca bukunya yang di ambil tadi, sementara Kaguya mengambil kursi lalu pergi ke arah jendela dan duduk menghadap ke arah luar


" Apa kau tidak lelah memakai senyum palsu terus menerus di hadapan mereka?" Tanya rokuda sambil membaca bukunya


" Tidak juga, aku harus menjaga kesopananku dan tersenyum saat berbicara dengan orang lain" ucap Kaguya melihat ke luar, rokuda tidak bertanya lagi


Kembang api meledak di langit dan menerangi langit " ternyata di dunia ini ada kembang api" ucap Kaguya melihat ke arah kembang api


" Hei rokuda apakah kau ingin tidur denganku dalam artian lain?" Ucap Kaguya berbalik melihat ke arahnya, rokuda berhenti membaca bukunya dan melihat Kaguya


" Oh apa kau akhirnya akan melakukannya?" Tanya Kaguya bersemangat


" Tidak" ucap rokuda acuh tak acuh dan kembali membaca bukunya


" Cih kau benar benar tidak agresif sekali" ucap Kaguya kesal dan berjalan ke kasur


Dia menjatuhkan tubuhnya di samping rokuda " apakah tubuhku memang tidak bisa menggodamu?" Tanya Kaguya melihat tubuhnya, rokuda tidak menjawab


Kaguya membuka bajunya dan memperlihatkan dadanya yang di lilit oleh kain untuk menutupinya, rokuda meliriknya dia menutup bukunya dan meletakkannya di meja sampingnya


Rokuda menindih tubuh Kaguya dan mendekati wajahnya sedikit demi sedikit, Kaguya menutup matanya dan merasakan nafas rokuda di lehernya, rokuda menggigit leher Kaguya dengan pelan membuat Kaguya mengeluarkan suara kecil yang penuh *****, rokuda berpindah ke telinganya dan menggigitnya juga lalu bergumam di dekat telinganya


" Kita lanjutkan saja lain waktu" ucap rokuda tersenyum dan berbaring kembali di sisi Kaguya dan menutup matanya


Kaguya membuka matanya dan melihat ke rokuda " dasar kau sialan, dasar PHP" ucap Kaguya kesal sambil memukul mukul rokuda

__ADS_1


CATATAN AUTHOR : YANG SABAR INI UJIAN, INI UJIAN DARI SANG PENCIPTA UNTUK HAMBANYA WKWKWK 🤣🤣🤣🤣


__ADS_2