
Setelah mereka makan, mereka memanggil pelayan " berapa semuanya?" Tanya Kaguya singkat
" Itu kami ingin melakukan pertukaran, anda tidak usah membayarnya dan bisakah anda menjual salah satu resep makanan itu kepada tempat makan kami" ucap pelayan itu dengan gugup, Kaguya memikirkannya membuat pelayan itu bertambah gugup
" Baiklah aku akan menjualnya" ucap Kaguya, pelayan itu senang dan menyerahkan kertas agar Kaguya bisa menulis resep dan cara membuatnya
" Tolong tulis disini, dan saya akan pergi ke pemilik restoran untuk mengambil bayarannya" ucap pelayan itu langsung pergi, saat kaguya tadi makan pemilik restoran sudah memanggilnya dan memintanya agar Kaguya menjual resep masakannya meskipun hanya satu resep
Beberapa saat kemudian pelayan itu kemudian dengan membawa kantong uang, Kaguya juga sudah menulis resep dan cara membuat bistecca Fiorentina, pelayan itu menyerahkan uang untuk membayar harga resep itu, Kaguya menerimanya dan melihat isinya
" Seribu koin emas" gumam Kaguya masih di dengar oleh pelayan itu
" Benar nona kami akan membayar seribu koin emas untuk resep ini" ucap pelayan itu
" Bukankah ini terlalu banyak?" Ucap Kaguya
" Tidak nona, pemilik restoran ini yang menyuruh saya untuk membayar sebayak itu" ucap pelayan itu
" Baiklah, kami akan pergi dulu, ayo!" Ucap Kaguya lalu mengajak rokuda pergi
Mereka meninggalkan tempat makan " sekarang ayo kita berkeliling kota" ucap Kaguya bersemangat
" Haahh kau ini" ujar rokuda menggelengkan kepalanya dan mengikuti Kaguya
__ADS_1
Mereka berkeliling kota dan sesekali berhenti untuk membeli sesuatu, rokuda berhenti berjalan saat dia melihat kedai yang menjual perhiasan, dia menghampirinya dan melihat ke sebuah jepit rambut berbentuk bunga berwarna merah dan sebuah cincin dengan ukiran bulan sabit dan bintang
" Berapa ini?" Tanya rokuda dengan wajah dingin sambil menunjuk ke arah jepit rambut dan cincin tadi
" Semuanya dua koin perak" ucap pedagang itu dengan gugup karena tatapan rokuda
" Ini" ucap rokuda menyerahkan koin emas dan mengambil jepit rambut dan cincin lalu pergi mengejar Kaguya, pedagang itu terkejut dan ingin mengembalikan kembaliannya tetapi dia tidak melihat rokuda
" Kau kemana tadi?" Tanya Kaguya berjalan kembali ke penginapan
" Tidak ada, hanya ingin melihat sesuatu yang menarik minatku tadi" ucap rokuda, Kaguya hanya mengangguk dan tidak bertanya lagi
Keesokkan harinya turnamen di laksanakan kembali untuk menentukan tim yang akan masuk ke babak final, di tempat pertandingan peserta sudah disiapkan tempat duduk, rokuda dan Kaguya duduk di bangku penonton yang dikhususkan untuk peserta, mereka melihat pertandingan yang terjadi mengabaikan tatapan mata seseorang
" Apakah dia orang yang kau maksud?" Tanya rokuda melirik Kaguya
" Apa kau mau bertukar tempat duduk?" Tanya rokuda
" Oke" jawab Kaguya, mereka lalu bertukar posisi
Pertarungan itu terjadi dengan sengit antara mereka karena level dan jumlah orang di setiap tim sama, mereka terus bertukar Serangan sampai salah satu tim tumbang semua, pertarungan selesai lalu juri mengumumkan nomor yang akan bertanding selanjutnya
" Oh itu nomor kita, ayo!" Ajak Kaguya, mereka berdua lalu berdiri dan pergi ke arena
__ADS_1
" Oh ya, bisa kita selesai pertandingan ini dengan cepat" ucap Kaguya, sambil berjalan menuju arena
" Kenapa?" Tanya rokuda
" Itu entah kenapa aku merasakan lingkaran sihir yang kita temui sudah mulai bereaksi" ucap Kaguya ragu
" Oke kita akan menyelesaikannya dengan cepat" ucap rokuda dengan wajah serius, Kaguya mengangguk
Mereka berdua sampai di arena, juri meminta mereka bersiap, lawan mereka berdua menyiapkan senjata mereka sementara rokuda dan Kaguya hanya menarik pedangnya dan memposisikan pedangnya sejajar dengan kaki mereka, tetapi lawan mereka merasakan bahwa rokuda dan Kaguya tidak memiliki celah dalam posisi mereka
" Mulai!!"
Rokuda langsung menghilang dan muncul lagi di depan mereka " Slash of light, sword of the death" rokuda menebas secara vertikal, sebuah bilah berbentuk bulan sabit muncul, orang yang bertugas di barisan depan dalam tim lawan menahan Serangan rokuda, tetapi mereka tidak menyadari bahwa Kaguya sudah berada di atas belakang mereka bersama dengan sebuah tombak berukuran besar
Salah satu dari orang di tim lawan menyadari keanehan di belakang mereka dan berbalik tetapi sudah terlambat, Kaguya melemparkan tombak itu di belakang mereka sementara rokuda sudah berpindah di bawah Kaguya, ledakan terjadi membuat mereka terpental
" Tidak perlu menahan diri, serang mereka dengan keinginan untuk membunuh mereka" ucap Kaguya dingin
" Hee kau benar benar ingin menyelesaikan ini dengan cepat ya" ujar rokuda menoleh ke atas
Kaguya mengangkat tangannya ke atas " Phoenix" gumam Kaguya, sebuah elang raksasa dari angin terbentuk di atas Kaguya
Rokuda juga mengeluarkan skillnya " judgment sword" ratusan pedang cahaya muncul di belakang, rokuda mengarahkan pandangannya ke arah tim lawan
__ADS_1
" Lenyapnya" ujar Kaguya mengayunkan tangannya ke atas tim lawan, burung raksasa itu terbang ke arah yang ditunjuk Kaguya bersamaan dengan pedang cahaya rokuda
Penyihir tim lawan membuat penghalang berlapis lapis tetapi langsung hancur saat terkena serangan Kaguya, burung raksasa itu lalu berubah menjadi sebuah setengah bola dan mengurung mereka bersama dengan pedang cahaya rokuda yang mengikuti arah putaran angin kurungan itu