
Mereka berada di tengah tengah hamparan tanah kosong " tempat ini sangat kosong, sepertinya harus di berikan beberapa objek agar tempat ini tidak kosong seperti ini" ujar Kaguya, dia menyentuh tanah, dan tanah di bawahnya bergerak membentuk sebuah bangunan
" Hanggar pesawat ya, ini lebih baik dari pada kita terus menerus terkena cahaya yang ada di atas" ujar rokuda lalu masuk ke dalam bangunan
" Meskipun itu hanya cahaya dari kristal elemen cahaya, tapi tetap saja cahaya itu masih menyilaukan mata" ujar Kaguya " tapi sekarang malam hari dan kristal itu tidak bercahaya, sepertinya kristal itu akan bersinar hanya saat siang hari" ucap Kaguya melihat ke atas, dia lalu masuk ke dalam mengikuti rokuda
" Apa kau memiliki sesuatu yang bisa digunakan untuk pencahayaan?" Tanya rokuda menaruh logam logam untuk membuat badan pesawat, Kaguya mengangguk, dia mengeluarkan kristal berwarna putih cerah dan melemparkannya ke atas dengan pelan, kristal itu memancarkan cahaya yang cukup untuk menerangi seluruh ruangan
" Baiklah berapa ukurannya dan model pesawatnya?" Tanya rokuda, Kaguya mengambil beberapa besi
" Panjangnya mungkin enam belas meter dan lebar setiap sayap adalah delapan meter untuk sayap depan dan tiga meter untuk yang belakang" ujar Kaguya " dan aku akan mengerjakan bagian tubuh dan kau bagian sayapnya" ujarnya, rokuda mengangguk
Mereka berdua mengerjakan tugas masing-masing yang sudah di tentukan oleh mereka, karena mereka harus menyelesaikannya dalam waktu lima belas jam, Kaguya memfokuskan dirinya agar dia bisa menyelesaikan bagiannya dan membantu rokuda, karena dia hanya bisa menggunakan skill creation satu kali dalam sehari, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas, Kaguya sudah selesai mengukir lingkaran sihir di badan pesawat
" Baiklah waktunya uji coba" ujar Kaguya, yang berada di kepala pesawat, dia menaruh kristal mana di tengah yang telah di siapkan, dia lalu menyalurkan mana dari kristal ke tempat yang sudah di tentukan
Pesawat melayang di udara dan naik sedikit demi sedikit, dia lalu membuatnya maju dan terbang mengelilingi ruangan, setelah mengetesnya dia mendarat " sepertinya berfungsi dengan baik" ujar Kaguya
__ADS_1
" Baiklah satu jam lagi, kita pergi, pertama kita harus mandi dulu" ujar rokuda lalu pergi, Kaguya juga pergi mengikutinya
Setelah selesai mandi mereka menggunakan pakaian santai yang dibuat oleh Edna, mereka berdua lalu menghilang dari tempat itu dan muncul lagi di tempat mereka memasuki dungeon
" Tidak ada orang lain kan" ucap Kaguya melihat sekeliling
" Tidak ada, bahkan dalam jarak satu kilometer tidak ada mahluk hidup di sekitar sini" seru rokuda, Kaguya lalu mengeluarkan pesawat yang sudah di buat oleh mereka
Rokuda dan Kaguya melompat dan masuk ke dalam pesawat, Kaguya menaruh kristalnya dan mengarahkan pesawat untuk terbang ke arah ras beastman " ini sudah bukan pesawat terbang tetapi ini adalah jet tempur" ujar rokuda yang sedang duduk bersila di belakang Kaguya
" Tidak apa-apa bukan, AU juga tidak akan menembak jatuh kita" ujar Kaguya, setelah dia selesai mengatur agar jet terbang ke arah yang ditentukan, dia berbalik dan duduk di hadapan rokuda
" Kau benar benar banyak maunya" ujar rokuda, dia berdiri dan melipat kulit serigala yang di jadikan sebagai alas menjadi setengah, dia lalu mengukir lingkaran sihir, setelah selesai dia menaruh kembali tikar ke tempat semula, Kaguya menyalurkan mana dari kristal ke lingkaran sihir yang dibuat rokuda
" Baiklah sekarang atap juga harus dibuka" ujar Kaguya, atap diatas mereka menjadi transparan dan mereka dapat melihat langit cerah di atas mereka
" Kau menggunakan logam mana untuk membuat atap bisa transparan ya" ujar rokuda melihat ke atas
__ADS_1
" Itu karena aku menemukan logam yang menarik, saat logam tidak di aliri oleh mana logam itu akan menjadi seperti besi dan jika dialiri mana akan menjadi transparan, karena itu aku menggunakannya sebagai atap agar dapat melihat ke luar tanpa menggunakan skill God eyes" ujar Kaguya, rokuda hanya berdehem mengerti
" Rokuda aku bosan" ujar Kaguya yang sedang berbaring di depan rokuda, dia berguling guling kekanan dan kekiri
" Kalau begitu, apakah kau ingin bermain kartu?" Tanya rokuda sambil mengeluarkan sebuah kartu Remi yang telah dibuatnya, Kaguya berhenti berguling dan duduk dengan tegak
" Oke, jadi apa taruhannya" ucap Kaguya
" Kau masih ingin menggunakan taruhan?" Tanya rokuda
" Tentu saja, ini tidak akan menyenangkan jika tidak ada taruhannya" ujar Kaguya
" Oke yang kalah harus membuka salah satu pakaiannya, bagaimana deal" ucap rokuda menyeringai jahat, Kaguya langsung Mengganti pakaiannya, dia menggunakan sarung tangan, dan pakaian berlapis
" Oke deal" ucap Kaguya menyetujui, alis mata rokuda berkedut melihatnya " kenapa? Ini sudah malam, wajar saja jika aku menggunakan pakaian berlapis" ujar Kaguya berpura pura bingung
" Terserah, kita akan bermain poker dan kita akan mulai dengan sepuluh koin, siapa pun yang mendapatkan semua koin dia yang menang" ujar rokuda, Kaguya mengangguk
__ADS_1
" baiklah, Aku yang pertama mengocok kartu" ucap rokuda, dia mengocok kartu dan membagikannya ke Kaguya dan dia