Four Elements And Two Sides

Four Elements And Two Sides
chapter 61


__ADS_3

Kaguya mengangkat tangannya lalu menurunkan jari telunjuknya ke arah penyihir itu, lingkaran sihir di belakang Kaguya mengeluarkan berbagai serangan berelemen angin dan tanah, serangan itu terbang ke arah lawan dengan kecepatan tinggi


Penyihir itu tercengang melihat serangan yang datang, dia lalu membuat penghalang " ini tidak akan cukup untuk menahan semua serangan itu" gumamnya lalu melapisi penghalangnya dengan penghalang lain sampai lima kali


Penyihir itu di hujani oleh serangan Kaguya, dia hanya bisa menahan Serangan sampai serangan itu berhenti, penghalang pertama hancur lalu beberapa detik kemudian penghalang kedua juga hancur di ikuti oleh penghalang lainnya sampai yang terakhir memiliki retak di sekitarnya


" Aku sudah tidak kuat lagi" ujar penyihir itu sambil terus berusaha menahan Serangan Kaguya, serangan itu berhenti dan penghalang yang dibuatnya hancur, dia melihat ke depan dan tidak melihat Kaguya


Kaguya berada di atas belakangnya, penyihir itu merasakan Kaguya berada di belakangnya dan ingin berbalik, tetapi Kaguya menginjak bahu kiri penyihir itu dengan kaki kanannya dan sebuah retakan tercipta dilantai arena di bawah mereka, penyihir itu merasakan beban berat pada tubuhnya dan terjatuh dengan tengkurap bersama Kaguya yang menginjaknya


" Apa yang kau lakukan pada tubuhku" ujar penyihir itu kesal dan berusaha untuk berdiri


" Percuma saja kau berusaha untuk berdiri, aku menggunakan skillku untuk membuat area di sekitar bertekanan tinggi" ucap Kaguya dingin tanpa melihat ke arahnya, dia melihat ke arah rokuda yang sedang bertarung

__ADS_1


" Maksudmu?" Ujarnya bingung


" Ya dengan kata lain berat badan kita akan bertambah berkali kali lipat sampai kita tidak bisa berdiri" ucap Kaguya menoleh ke arahnya dengan malas " kalau kau banyak bicara lagi, pedang ini akan membungkam mulutmu" ucap Kaguya dingin, dia membuat pedang dan menancapkannya di depan wajah penyihir itu


Penyihir itu langsung diam tidak berbicara lagi, tetapi dia terkejut saat melihat sebuah pedang muncul di Kaguya, dan berpikir ' apakah perempuan ini masih manusia'


Sementara itu rokuda menghadapi dua orang, dia menghindari serangan yang datang dari belakangnya, lalu sebuah suara terdengar di kepalanya " mau aku bantu?" Tanya Kaguya menggunakan telepati


Rokuda menahan Serangan yang datang, agar dia mendapatkan sedikit waktu untuk mengalihkan pandangannya, dia menoleh dan melihat ke arah Kaguya berada, dia melihat kaguya yang sedang menahan lawannya di tanah, dia lalu fokus ke lawannya " kalau begitu, aku pinjam penglihatanmu" ucapnya melalui pikirannya " oke" jawab Kaguya


" Sekarang aku harus menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat" gumam rokuda, dia lalu menghilang dan muncul lagi di belakang si swordman


Swordman itu berbalik dengan cepat dan menahan Serangan rokuda, si assassin menyerang rokuda saat swordman itu menahan Serangan rokuda

__ADS_1


Rokuda melompat ke belakang menghindari serangannya, saat kakinya menyentuh tanah dia menghilang kembali dan muncul lagi di belakang assassin, dia terus menerus menyerang mereka meskipun serangannya bisa di tahan oleh mereka


Kaguya mengamati pertarungan mereka lalu fokus ke arah pedang yang digunakan rokuda, dia melihat bahwa pedang itu tidak bisa menahan benturan lagi dan akan hancur, dia membuat sebuah pedang lalu melemparnya ke atas


Rokuda terus menyerang mereka, dia menebas swordman itu sambil menggunakan skillnya, saat kedua pedang itu bertabrakan pedang rokuda hancur, si assassin ingin menebas rokuda tetapi berhenti dan melompat ke samping saat merasakan sebuah benda tajam datang dari atas belakangnya, sebuah pedang datang dari atas dan mengarah ke arah rokuda


Karena rokuda menebas menggunakan tangan kanannya dengan horizontal di lalu berputar dan mengambil pedang yang terbang ke arah menggunakan tangan kirinya, dia lalu menebas swordman itu " sword of the death" sebuah serangan berbentuk bulan sabit dengan aura kematian menabrak swordman membuatnya terpental dan menabrak dinding


Rokuda tidak diam dia langsung menerjang ke arah assassin itu, dia membuat belasan pedang cahaya dan melemparkannya ke arah assassin itu


Assassin itu menghindari pedang yang datang, tetapi dia melupakan rokuda yang sudah menghilang dari pandangannya, saat assassin itu melompat dan ingin menginjak tanah, rokuda sudah berada di belakangnya " Slash of light" gumam rokuda menebas ke arah assassin itu


Assassin itu tidak siap dan terkena serangan itu dengan telak dia terlempar ke dinding dengan keras, sementara si swordman keluar dari dinding, dia tadi terlempar dengan keras sampai membuat tubuhnya masuk ke dalam dinding, pedang rokuda hancur tetapi tidak di hiraukan olehnya, dia menghilang dan muncul di belakang swordman bersamaan dengan sebuah pedang yang terbang ke arah mereka, rokuda mengambilnya dan menebas swordman itu

__ADS_1


Swordman itu menahan Serangannya tetapi tetap terlempar karena dia kehilangan pijakan, dia terlempar ke arah assassin itu " semoga saja mereka tidak mati" ujar rokuda santai atau tidak peduli, belasan pedang cahaya tercipta di atasnya " baiklah, sword of the death, Slash of light" gumam rokuda lalu menebas pedangnya secara menyilang


Sebuah serangan tebasan berwarna putih dan hitam disertai belasan pedang cahaya mengarah ke arah swordman dan assassin yang sedang ingin berdiri, mereka melihat serangan itu tetapi terlambat untuk menghindar dan terkena serangan dengan telak


__ADS_2