
" ini cahaya!!!, Akhirnya aku bisa melihat cahaya lagi" ucap Kaguya berlari ke depan dengan gembira, rokuda mengikuti dibelakangnya
Disekelilingnya terdapat beberapa pohon dan luas tempat ini sekitar satu kilometer, disini juga terdapat sebuah danau di tempat ini tidak ada sebuah kehidupan disekitarnya
" Aiiiirrr!!!, Akhirnya aku bisa mandi!!" Ucap Kaguya dia berlari sambil melepaskan pakaiannya
Kaguya berhenti di samping danau " tunggu dulu, apakah di dalam ada sesuatu?" Ucap Kaguya melihat ke bawah, dia mengendalikan air lalu membuat sebuah tebasan berbentuk bulan sabit, dia mengendalikannya ke sana kesini, setelah memastikan tidak ada apa apa Kaguya melompat ke dalam air
" Aahh segarnya, tubuhku lengket semua, sudah berapa lama aku tidak mandi?" Tanya Kaguya pada dirinya sendiri " rokuda apa kau tidak ingin mandi juga, kemarilah ini menyegarkan" ucap Kaguya mengajak rokuda
" Sepertinya kau menurunkan pengawasanmu ya" ucap rokuda acuh tak acuh dia melihat ke arah danau
" Kenapa? Oh apakah kau ingin menyerangku, kau tidak akan melakukannya" ucap Kaguya pergi ke batu besar yang berada di danau itu, dan bersandar sambil duduk
Dia tenggelam dan hanya memperlihatkan bagian bahu dan kepalanya, rokuda memperhatikan Kaguya dia melepaskan pakaiannya dan berjalan ke arah Kaguya, dia berada di depan Kaguya dan memukul batu di belakangnya menggunakan telapak tangannya
Dia menunduk ke arah Kaguya " kau tau bahwa aku ini laki laki, jadi lebih baik kau waspada atau aku akan menyerangmu" Ucap rokuda matanya memperlihatkan sebuah ***** ke Kaguya
Kaguya merentangkan kedua tangannya ke leher dan rokuda dengan tangan kirinya memegang leher rokuda dan tangan kanannya menyentuh tubuh rokuda dengan jari telunjuk sambil menggerakkannya ke arah leher rokuda " kenapa kau tidak mencobanya saja tidak ada siapa siapa di sini, tidak akan ada yang mendengar kita meskipun aku berteriak" ucap Kaguya tersenyum nakal sambil mengedipkan matanya
__ADS_1
Rokuda tidak menjawab dia mendekati wajah Kaguya sedikit demi sedikit, dia meniup telinga Kaguya " sepertinya lain kali saja, tidak sekarang" ucap rokuda di telinga Kaguya dia lalu duduk di sebelahnya
" Eh tadi apa?" Ucap Kaguya linglung dan menoleh ke rokuda
" Apa kau mengharapkannya, aku tidak tau kalau kau ingin sekali melakukannya" ucap rokuda mengayun ayunkan alisnya ke atas ke bawah sambil mengejeknya
" Ehem siapa yang mengharapkannya, aku tau kalau kau tidak akan berani melakukannya" ucap Kaguya tenang tanpa terlihat kepanikan di wajahnya, namun di jantungnya berdetak kencang 'tadi dia akan melakukannya, aakkrr kenapa dia tidak melakukannya saja apakah tubuhku biasa saja' batin Kaguya kesal
" Kaguya bisa kau panaskan air ini?” tanya rokuda pada Kaguya
" Bisa memangnya kenapa?" tanya Kaguya 'sialan dasar kau mengalihkan pembicaraan, padahal hanya di dunia ini kami tidak diawasi oleh orang tua kami' batin Kaguya kesal ingin menerkanya
" Ok" Kaguya membuat sihir area luas dimana, siapa yang berada didalamnya akan merasakan kepanasan, Kaguya melemparkan sihir itu ke dalam danau membuat danau menguap dan menjadi hangat, setelah hangat Kaguya menghentikan sihirnya
" Sekarang ini bertambah nikmat" ucap Kaguya di balas anggukan oleh rokuda, Kaguya melihat ke bawah dan melihat sesuatu yang samar samar di bawah rokuda
Kaguya berdiri " aku akan pergi berenang dulu" ucap Kaguya lalu pergi ke tengah danau
Rokuda membuka matanya dan bertanya tanya ada apa dengan Kaguya, dia tidak tau karena dia dari tadi menutup matanya
__ADS_1
Kaguya menggeleng gelengankan kepalanya ' tidak mungkin apakah itu akan muat di dalam itu terlalu besar dan panjang, sepertinya aku harus memikirkan kembali' pikir Kaguya berjalan ke tengah danau
Setelah mereka selesai berendam dan berpakaian mereka menebang pohon untuk dijadikan sebagai tempat duduk, Kaguya mengeluarkan bahan makanan
" Kenapa kau mengeluarkan bahan mentah?" Tanya rokuda pada Kaguya, dia duduk di tempat duduk yang mereka buat
" Tentu saja untuk memasang, memangnya untuk apa lagi, dan juga keluar alat untuk memasak aku ingin membuat makanan" ucap Kaguya menyiapkan bahan bahannya
Rokuda mengeluarkan alat alatnya " lalu untuk apinya kau mau menggunakan sihirmu?" Tanya rokuda
" Tentu saja tidak" ucap Kaguya membuat tungku untuk memasak, dia mengeluarkan beberapa kristal api dan menaruhnya di dalam tungku, dia membuat ukiran sihir di dalam dan diluar tungku
Kaguya lalu mengeluarkan sebuah kristal berwarna tetrasparan dan bersinar "aku sudah menyelesaikan cara untuk membuat kristal mana, bagaimana hebat bukan" ucap Kaguya membusungkan dadanya
" Wah kau hebat sekali tuan putri" ucap rokuda dengan wajah datar, Kaguya kesal dan melempar batu yang diambil dari sekitarnya
Kaguya meletakkan kristal itu di samping tungku, tungku itu merespon dan menyerap mana dari kristal mana di sampingnya dan mengirimnya ke dalam, lalu sebuah api keluar
Kaguya meletakkan alat untuk memasak dan memulai memasak makanan, setelah selesai dia menyajikannya dan membawanya ke rokuda lalu makan bersama
__ADS_1