
Keesokkan paginya rokuda terbangun, dia menunduk dan melihat Kaguya yang masih memeluknya, dia menghela nafas lalu membangunkannya dengan mengguncangnya
" Bangunlah ini sudah pagi" ucap rokuda
" Lima menit lagi" ujar Kaguya malas masih menutup matanya, rokuda mendekati telinganya
" Kalau kau tidak bangun, aku mungkin akan memakanmu sekarang juga" bisik rokuda di telinganya, Kaguya melompat dari tempat tidur setelah mendengar perkataan rokuda dan waspada
" Tidak bisakah kau membangunkanku dengan cara biasa" ujar Kaguya kesal
" Itu karena kau tidak mau bangun" ucap rokuda acuh tak acuh " lebih baik kau pakai bajumu sebelum ada yang datang" ujarnya mengambil pakaiannya dan Kaguya, dia lalu berganti pakaian
" Hah?" Kaguya bingung dan menunduk, dia melihat tubuh bagian atasnya yang telanjang dan bagian bawahnya yang masih memakai celana
Seseorang mengetuk pintu membuat Kaguya terkejut " apa kalian sudah bangun? Aku akan masuk" ujar seorang laki laki, dia mendorong pintu tetapi sebelum pintu terbuka setengah Kaguya menendangnya sampai menutup dan laki laki yang membuka pintu terlempar ke belakang lalu menabrak dinding dan akhirnya pingsan, meli yang melihat Rolan pingsan di lantai terkejut berlari lalu membuka pintu kamar Kaguya, dia mematung menatap Kaguya yang setengah telanjang
Meli terpesona dengan keindahan tubuh Kaguya, tetapi Kaguya mengabaikan tatapan mata meli dan menangkap pakaiannya yang dilempar rokuda, Kaguya merasakan tatapan meli yang berubah berbalik untuk melihatnya
" Meli kau harus mengingatnya bahwa aku dan kau adalah seorang perempuan" ucap Kaguya menyadarkan meli
__ADS_1
" Maafkan aku" ujar meli menunduk tetapi masih melihat Kaguya
" Lebih baik kau keluar dari sini, agar dirimu tidak menjadi orang yang melenceng" ujar Kaguya tetapi meli tetap diam mematung, rokuda menarik kerah baju meli dan menariknya keluar lalu menutup pintu dan menyeret Rolan yang pingsan ke bawah, Kaguya lalu Mengganti pakaian dan turun ke bawah
" Kau sudah turun nak, ayo sarapan bersama kalian belum makan apapun sejak kalian tidak sadarkan diri" ucap bibi mery yang melihat Kaguya turun
" Terimakasih bibi mer" ucap Kaguya tersenyum tulus, Kaguya akan selalu memperlakukan orang lain sesuai dengan perlakuan mereka, jika orang itu mendekatinya dengan maksud tertentu dia akan bersikap dingin dan jika tidak dia akan bersikap sopan
Kaguya duduk di samping rokuda, bibi mery menaruh makanan dimeja yang telah di siapkan, mereka lalu makan dengan sedikit canda tawa di sela sela makan mereka, setelah selesai bibi Mery membawa wadah yang kotor untuk di bersihkan
" Aku akan membantumu bibi mer" ucap Kaguya berdiri
" Oh ya aku baru ingat, bukankah seminggu yang lalu terjadi sebuah ledakan di arah barat" ujar Rolan
" Iya lalu" ujar paman Ben mengangguk
" Paman tau aku pergi ke sana kemarin, di sana seharusnya sebuah hamparan rumput yang luas bukan?" Ucap Rolan, paman Ben dan meli mengangguk " kalian tau sekarang di sana terdapat sebuah danau yang besar" ujar Rolan
" Apa!! Bagaimana bisa ada danau di sana" ujar paman Ben terkejut
__ADS_1
" Iya bagaimana bisa di sana ada danau" ujar meli mengiyakan perkataan paman Ben " memang tiga hari yang lalu turun hujan yang deras, tetapi hanya dalam waktu tiga hari tidak mungkin tiba tiba ada sebuah danau yang terbentuk" ujar meli terkejut juga
" Aahh aku melupakannya" ujar Kaguya terkejut dan berdiri dari duduknya
" Apa yang kau lupakan?" Tanya rokuda melihat Kaguya
" Aku lupa dia menjatuhkan sebuah kristal hitam di sana, aku akan mengambilnya dulu" ujar Kaguya, rokuda mengangguk dan dia lalu menghilang dari hadapan mereka
" Apa yang di lupakan Kaguya?" Tanya meli bingung, mereka bertiga menatap rokuda
" Tidak ada, bukan sesuatu yang berharga" ujar rokuda acuh tak acuh, tetapi mereka bertiga masih tetap penasaran
Sementara kaguya muncul di atas tempat pertarungan mereka dengan jendral iblis terjadi yang sekarang sudah menjadi sebuah danau, dia melayang di atas dan turun perlahan lahan di tengah danau, dia berdiri di atas danau lalu berjongkok dengan satu kaki mengarah ke atas dan kaki satunya ke bawah
Dia mengulurkan tangannya ke dalam air dan mengendalikan air yang berada di danau itu, kedalaman danau ini sedalam lima puluh meter dengan lebar lima ratus meter, ledakan hanya menjangkau jarak sejauh ini karena Kaguya membuat sebuah sihir yang berteori seperti black hole sambil membuat sihir serangan, jika saja ledakan itu tidak di telan oleh sihirnya, hamparan rumput ini akan menjadi kawah yang besar
Kaguya menemukan kristal itu dan mengambilnya dengan mengendalikan air untuk membawanya ke arahnya, sebuah kristal hitam seukuran telapak tangan berbentuk dua kerucut berlawanan arah lalu Kaguya mengambilnya, tiba tiba dia merasakan tekanan aura membunuh saat memegangnya, dia menahan tekanan dan terjatuh ke danau
Dia memanggil senjatanya dan mengambilnya, pakaiannya berubah menjadi pakaian bertarungnya dan tekanan yang di dapatnya menghilang, dia kembali ke permukaan dan mengeringkan pakaiannya
__ADS_1
" Haahh bahkan sudah matipun kau masih saja menyusahkan kami" ujar Kaguya menghela nafas, dia lalu menghilang dari tempat itu sambil membawa kristal hitam di tangan kirinya dan tangan kanannya memegang senjatanya