
Saat mereka memasuki ruangan bos, mereka melihat bos yang memiliki bentuk seperti hewan trenggiling yang membedakannya adalah tubuhnya yang sebesar bus dan sisiknya yang runcing
Bos itu merasakan kehadiran rokuda dan Kaguya, dia membuat tubuhnya menjadi seperti roda yang memiliki duri duri runcing, dia berputar dan menggelinding menuju rokuda dan Kaguya
Kaguya membuat gundukan di depan mereka, bos itu terbang melewati rokuda dan Kaguya yang ada di bawahnya dan menabrak dinding ruangan, rokuda dan Kaguya menarik senjata mereka
Pertarunganpun terjadi tetapi itu hanya berlangsung selama kurang dari sepuluh menit, dikarenakan kekuatan mereka yang meningkat pesat setelah pertarungan mereka dengan pasukan iblis, rokuda dan Kaguya menghilangkan senjata mereka kembali
" Kau bisa masuk saja, aku akan menunggumu di sini sambil mengambil inti kristal miliknya" ujar Kaguya melihat rokuda
" Baik, aku tinggal dulu, jika terjadi sesuatu panggil saja mereka" ujar rokuda, dia lalu masuk ke sebuah pintu yang ada di sebrang gerbang ruangan bos
" Sekarang, bagian mana saja yang bisa digunakan" ujar Kaguya sambil mengeluarkan sebuah pisau, dia memeriksa sekeliling tubuh monster dan memotongnya untuk diambil, setelah selesai Kaguya duduk di atasnya sambil menunggu rokuda keluar
Saat Kaguya sedang beristirahat dia mendengar suara langkah kaki dari luar ruangan " lima... tidak, jumlah mereka ada sepuluh orang" gumam Kaguya saat dia menghitung berapa banyak langkah kaki yang menuju ke arahnya " tidak masih ada dua lagi" gumam Kaguya merasakan kehadiran yang sedikit samar, Kaguya menyebarkan mananya " seorang assassin, bahkan dia bisa menyamarkan dirinya dengan alam sekitar" gumamnya setelah memastikan identitas mereka, Kaguya tidak menanggapinya lagi karena menurutnya mereka masih terlalu lemah
Mereka semua masuk dan melihat Kaguya yang berada di atas mayat monster, meskipun mereka tadi sedikit terkejut mereka langsung kembali tenang
" Hei kau perempuan di sana, apakah kau yang membunuh monster ini?" Tanyanya, tetapi Kaguya tidak menjawabnya, dia hanya fokus melihat ke arah pintu yang dimasuki oleh rokuda, orang itu kesal karena di abaikan oleh Kaguya
__ADS_1
" Hei kau! Apakah kau tuli aku sedang bertanya kepadamu!" Ujarnya berteriak dengan kesal, Kaguya menoleh ke arah mereka dengan wajah dingin
" Apa" ucap Kaguya dengan suara dingin, mereka semua merinding saat menatap mata Kaguya yang kosong, tetapi orang yang tadi berbicara langsung menenangkan dirinya
" Aku bertanya, apa kau yang membunuhnya" ujarnya kesal sambil menunjuk ke mayat monster
" Jika iya, lalu kenapa?" Ucap Kaguya dengan malas, dia berbalik lagi melihat ke arah pintu tadi
" kau sialan!! Berikan inti monster itu, kami sudah menunggu selama satu bulan untuk monster itu bangkit lagi, dan kau malah mencurinya" ujar orang itu kesal
" Kau menyebutku pencuri, memangnya monster ini milikmu? Atau apakah monster ini memiliki sebuah tanda yang bisa di jadikan bukti bahwa monster ini sudah ditandai oleh kalian? Kalau tidak ada, berhentilah menggonggong kau membuat telingaku sakit saja" ujar Kaguya dengan dingin tanpa menoleh ke arah mereka
" Dasar kau jal***" ujar orang itu melompat ke arah Kaguya dan menebasnya, tetapi saat pedangnya mendekati Kaguya pedang itu berhenti karena menabrak sesuatu yang transparan
" Apa kalian sudah selesai menaikkan level kalian?" Tanya Kaguya tanpa melihat ke arah yang sedang ditanyainya, sebuah bayangan melesat di bawah kelompok orang yang tadi menyerang Kaguya, bayangan itu merambat pergi ke arah Kaguya berada
"Sudah nona" ujar sesuatu yang ada di dalam bayangan itu
" Jadi kalian berempat sudah bisa berbicara" ujar Kaguya sambil melirik ke arah bayangan itu, mengabaikan orang yang ada di belakangnya
__ADS_1
" Iya nona, kami sudah bisa berbicara" ujar hydra, qilin, Hua dan kitsune
" Haaa sepertinya kedepannya akan ada banyak pertengkaran yang terjadi" ujar Kaguya menghela nafas
" Maaf nona, tapi jangan samakan saya dengan mereka yang seperti anak kecil" ujar aigle
" Hah siapa yang kau panggil anak kecil hah!" Souris kesal saat dia disebut masih anak kecil
" Aku tidak pernah mengatakan bahwa kau, tapi jika kau merasa bahwa kau masih anak kecil, berarti kau masih memiliki kesadaran diri" ujar aigle mengejek
" Aku bukan anak kecil, dasar kau datar" ujar souris kesal, aigle terdiam mendengar perkataannya, dia merasakan bahwa tubuhnya sedang di tusuk oleh panah rasanya menyakitkan
" Memangnya kenapa jika dadaku datar, aku tidak sepertimu dasar pel***" ujar aigle mengejek
" Sepertinya kau mengajakku untuk bertarung yaa" ujar souris
" Majulah, siapa takut" ujar aigle
Mereka keluar dari bayangan dengan bentuk asli mereka berdua, karena souris tidak fokus dengan bayangannya, maka mereka semua keluar dari dalam bayangan dengan bentuk asli mereka
__ADS_1
" Haahh mereka mulai lagi, padahal saat pertama kali mereka bertemu, mereka tidak akan bertengkar meskipun mereka jarang berbicara" ujar serpent melihat ke atas
" Sekarang mereka berdua seperti kucing dan anjing tidak bisa akur" ujar cerberus