
" di saat aku melihatnya menutup mata, di pikiranku hanya ada keinginan untuk menghancurkan semuanya, aku tidak tau emosi apa yang aku rasakan saat itu, yang tau hanyalah memusnahkan semua yang ketemui sampai orang yang kalian sebut sebut sebagai pahlawan datang dan menyegelku" ujar ifrit
" Hmm ternyata kau mempunyai kisah seperti itu, kisahmu hampir sama seperti mereka saja, yang berbeda hanya kau berbeda ras dan mereka sama sama ras naga" ujar Kaguya acuh tak acuh
" Maaf nona, apakah yang nona maksud adalah saya" ujar Hua yang berada di sisi kanan mereka bertiga
" Hua apakah aku ada menyebutkan namamu, aku hanya mengatakan sama seperti mereka" seru Kaguya menoleh ke arahnya, Hua terdiam mendengar perkataan Kaguya " aku juga tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi kalian, aku tau ingatan kalian kembali saat kalian sudah mencapai level ribuan, aku hanya ingin kalian mengingat ini, kami tidak suka dengan penghianat, jika salah satu dari kalian mencoba menghianati kami, maka akan aku bunuh saat itu juga" ujar Kaguya dengan suara dingin, suasana di sana menjadi hening
" Baiklah kita sudah cukup untuk memulihkan tenaga kita" ujar rokuda memecahkan keheningan, dia berdiri dan melihat Kaguya
" Oh kau benar" ujar Kaguya sambil berdiri
" Kalian cepat sekali memulihkan tenaga kalian" seru ifrit terkejut
" Baiklah, sekarang kau ingin mati dengan rasa sakit atau tidak" seru Kaguya kepada ifrit
" Terserah kau saja, aku juga sudah kalah dari kalian" ujar ifrit lemas
" Baiklah jika kau tidak mau menentukannya" ujar Kaguya, dia merentangkan tangan kanannya dan muncul bola hitam kecil di telapak tangannya, dia memasukkan bola itu kedalam tubuh ifrit
__ADS_1
Ifrit tiba tiba berhenti bernafas dan mati dengan tubuh yang kehilangan darah dari dalamnya " meskipun sudah melemah aku masih kesulitan untuk menembus tubuhnya" ujar Kaguya, dia lalu membedah tubuh ifrit untuk di ambil inti kristalnya
" Kalian kembali saja dan pulihkan kondisi kalian" perintah rokuda, mereka berusaha berdiri dan mengangguk sebagai jawaban lalu menghilang
Kaguya sudah selesai mengambil kristalnya, dan tangan kanannya yang digunakan untuk mengambil kristal itu berlumuran darah, dia membekukan darah ditangannya lalu menghancurkannya, tiba tiba sebuah gerbang kecil muncul di belakang mayat ifrit
" Sepertinya itu pintu untuk keluar, ayo" ujar rokuda
" Tunggu sebentar" ucap Kaguya, dia membuat api kecil ditangannya, tetapi rokuda merasakan bahwa mana yang di gunakan sangat banyak, Kaguya melemparkan api itu ke mayat ifrit, saat api itu menyentuh mayat ifrit, api itu langsung melahapnya, mayat ifrit perlahan lahan terkikis
" Baiklah sudah selesai, ayo kita pergi" ujar Kaguya, rokuda mengangguk, mereka berdua masuk ke dalam gerbang, setelah masuk mereka berada di hamparan tanah yang luas
" Entahlah, tapi tempat ini sangat luas, dari sini sampai ujung sana sudah lebih dari satu kilometer mungkin luasnya dua kilometer" ujar rokuda yang melihat dengan God eyes miliknya
" Hhmm seluas itu ternyata" ucap Kaguya, dia melihat sekeliling dan menemukan satu pintu dibelakang dekat mereka berdua, Kaguya pergi dan membuka pintu itu
" Eh kenapa aku sepertinya tau tempat ini" seru Kaguya, rokuda mendengarnya dan mendekatinya untuk melihatnya
" Karena kita memang tau tempat ini" ujar rokuda lalu masuk ke dalam " ini adalah adalah lantai atas dari dungeon Ruler of wind" ujar rokuda acuh tak acuh
__ADS_1
" Apa!" Kaguya bingung, dia masuk ke dalam dan melihat sekeliling, dia membuka sebuah pintu dan yang ada di dalam, sebuah danau dan pepohonan yang mengitari danau, dia menutup pintu kembali dan melihat pintu yang tadi dia lewati
" Oh ternyata tempat itu tersambung dengan tempat ini, kalau begitu kendaraan dan benda benda seperti logam aku taruh saja disana" seru Kaguya sambil duduk di tempat tidur
" Lakukan saja sesukamu, aku mau istirahat dulu, setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan" ujar rokuda yang sedang berbaring di tempat tidur
" Tidak, kita akan melanjutkan perjalanan besok siang" ujar Kaguya lalu berbaring di samping rokuda
" Kenapa besok siang?" Tanya rokuda melihat ke Kaguya
" Karena aku akan membuat pesawat terbang, bukannya jalan ke arah ras beastman adalah pegunungan, karena itu kita akan lewat jalur udara" ucap Kaguya " dan kau juga harus membantuku untuk membuat bagian tubuh pesawat" ujarnya
" Oh kau tidak membuat mesinnya?" Tanya rokuda
" Tidak itu merepotkan, aku hanya akan menggunakan lingkaran sihir untuk meringankan beban berat pesawat, lalu menggunakan sihir penggerak untuk membelokkan arah pesawat dan sihir angin sebagai pendorong" ujar Kaguya, rokuda berdehem sebagai isyarat bahwa dia mengerti, mereka berdua lalu tidur untuk mengistirahatkan tubuh mereka
Malam harinya mereka berdua terbangun " baiklah, kita hanya akan menggunakan besi untuk membuat badan pesawat" ujar Kaguya yang sudah berada di depan tumpukan logam logam
" Hanya itu saja?" Tanya rokuda, Kaguya mengangguk, rokuda tidak bertanya lagi dan mengambil beberapa besi untuk membuat pesawat, mereka berdua lalu pergi ke tempat yang tadi mereka kunjungi
__ADS_1