
Saat juri mengumumkan pemenangnya sorakan terdengar di seluruh arena
" Apa apaan itu, mereka berdua bisa mengalahkan orang yang beberapa ratus level di atas mereka"
" Si laki laki bahkan tau bahwa rekan perempuannya melemparkan pedang untuknya"
" Kau benar, dia bahkan tidak ragu untuk maju dan menyerang mereka sampai pedangnya hancur"
Bisik bisik terdengar di seluruh arena tetapi di abaikan oleh rokuda dan Kaguya, rokuda menoleh ke arah Kaguya dan memberi isyarat untuk pergi, Kaguya mengangguk dan mengangkat kakinya, dia melihat penyihir itu yang melamun
" Apa kau mau tetap seperti ini" ucap Kaguya dingin, penyihir itu tersadar dan terburu buru untuk berdiri
Kaguya meninggalkannya dan pergi menyusul rokuda yang menyeret si swordman dan assassin itu, penyihir itu ragu ingin bertanya
" Kalau ada yang ingin kau bertanya, tanya saja apa yang ingin kau ketahui, sekarang kita berada di luar arena" ujar Kaguya berjalan di lorong bersama si penyihir
" Itu.. begini, tadi aku ingin menyerangmu menggunakan sihir tetapi kenapa sihirku tidak keluar?" Ucapnya bingung, Kaguya menoleh ke arahnya
" Aku sudah bilang bukan, bahwa aku adalah musuh yang mustahil di kalahkan oleh penyihir" ucap Kaguya malas dan berbalik melihat ke depan
Si penyihir memikirkan perkataan Kaguya lalu tersadar " aaaahhh jadi begitu, kau bisa membatalkan sihir yang akan dikeluarkan" ucapnya tersadar
" Lebih tepatnya aku bisa membatalkan sihir, entah itu yang akan di keluarkan atau yang sudah di keluarkan" ucap Kaguya lalu meninggalkannya dan pergi menyusul rokuda yang keluar dari arena turnamen, sementara penyihir itu tercengang dan berpikir ' kalau begitu dari awal aku tidak akan bisa berkutik jika dia menggunakan kemampuannya dari awal'
__ADS_1
" Apa kau tidak ingin melihat pertandingan?" Tanya rokuda saat melihat Kaguya yang berada di sampingnya
" Tidak, memang ada seseorang yang menarik di sana, tetapi aku tidak akan melihat bagaimana caranya bertarung, karena itu tidak akan menantang" ucap Kaguya tersenyum
" Maksudmu orang yang kau bicarakan bahwa dia bisa merasakan manamu?" Tanya rokuda melihatnya, Kaguya mengangguk
" Ya benar, dan dia kuat" ucap Kaguya mengakuinya " dia dan rekannya bahkan berada di antara level 3900 sampai 4200" tambahnya, rokuda hanya mengangguk
" Jika saja dia itu monster, kita mungkin akan kesulitan, karena monster mengikuti instingnya sementara makhluk seperti manusia akan berpikir dua kali saat ingin mengambil keputusan" ucap Kaguya
" Kalau kau tidak ingin melihat pertandingan, ayo kita makan siang" ajak rokuda
" Ya kau benar, aku hampir lupa kalau kita harus terus makan meskipun kita tidak membutuhkannya" ucap Kaguya
Mereka lalu pergi mencari tempat makan, mereka menemukan sebuah tempat makan yang ramai pengunjung, mereka berdua masuk ke dalam dan duduk di meja yang kosong, seorang pelayan perempuan datang
" Itu, bisa kau perlihatkan menunya?" Tanya Kaguya sedikit lembut, perempuan itu mengabaikan cara bicara Kaguya, dia menyerahkan papan kecil yang berisi menu makanan dan minuman tempat makan
Kaguya melihat semua menu dan berhenti di bagian paling bawah menu " menu dibawah ini" ucap Kaguya bingung, perempuan itu melihat ke menu yang di pegang Kaguya
" Ah yang itu, anda memang boleh memasak sendiri dan untuk harganya tergantung dari bahan yang digunakan" ucap perempuan itu menjelaskan, Kaguya mengangguk dan menoleh ke rokuda
" Sepertinya saat kita datang ke sini, aku tidak pernah memasak kan? Selama ini aku hanya memasak hidangan dasar saja" Tanya Kaguya kepada rokuda
__ADS_1
" Iya lalu?" Ucap rokuda
" Baiklah kalau begitu" ucap Kaguya, dia lalu menoleh ke perempuan itu " aku ingin memasak sendiri" ucapnya lalu berdiri
" Baiklah tolong ikuti saya ke dapur" ucap perempuan itu membimbing Kaguya ke dapur
Saat kaguya masuk ke dalam dapur dia langsung melihat sekeliling ada apa saja, alat untuk memasak dan mengetes rasa atau bau bahan makanan, setelah dia selesai mengecek semuanya dia memikirkan makanan yang akan dibuatnya
" Baiklah empat hidangan itu saja" gumam Kaguya setelah memikirkannya, dia mengambil bahan dan alat untuk memasak
Kaguya mencampurkan bahan-bahannya dan mengaduknya, dia melakukannya dengan cepat dan tepat, lalu berganti membuat hidangan selanjutnya
Bau yang harum dan menggugah selera makan membuat semua orang di dapur menoleh ke arah Kaguya, mereka melihat hidangan yang dibuat oleh Kaguya dan membuat mereka menelan ludah menahan air liur mereka keluar
Setelah satu setengah jam kemudian Kaguya menyelesaikan hidangan terakhir dan menyajikannya di piring besi atau mangkuk kayu, setelah selesai Kaguya membawa dua hidangan di tangannya
" Physical control" gumam Kaguya, makanan yang dibuat oleh Kaguya melayang, Kaguya pergi meninggalkan dapur bersama makanan yang dibuatnya, sementara orang orang yang berada di dalam hanya bisa melihatnya dengan menahan air liur mereka
Saat kaguya keluar para pengunjung melihat ke arahnya karena mencium bau makanannya, Kaguya mengabaikannya dan berjalan ke meja rokuda, dia lalu meletakkan makanan mereka di meja " ini dia masakan spesial dari sang istri untuk suaminya yang sudah bekerja keras" ucap Kaguya tersenyum sambil menaruh makanannya, dia lalu duduk di depan rokuda
" Siapa yang kau panggil suami" ucap rokuda dengan alis yang berkedut, Kaguya hanya cekikikan
" Makanlah aku sudah susah payah membuatnya" ucap Kaguya
__ADS_1
" Garbure, Bibimbap, bistecca Fiorentina dan Sup Kenchin-jiru" ucap rokuda melihat makanan yang dimeja
" Iya, tapi aku harus minta maaf kepada orang yang membuat resep ini, aku mengubah seluruh resep agar cocok dengan bahan di dunia ini contohnya peterseli, di sini ada tumbuhan yang memiliki bau dan rasa sepertinya" ucap Kaguya " lupakan saja ayo makan, selamat makan" ucapnya, rokuda juga mengikutinya