
Saat mereka memasuki lantai delapan puluh satu, mereka berada di sebuah gurun
" Wah sial sekali kita, ini adalah pertama kalinya aku berada di gurun" ucap Kaguya berjalan ke depan
" Memangnya kau tidak pernah berada di situasi yang seperti saat ini?" Tanya rokuda mengikuti Kaguya
" Tidak juga, aku pernah menghadapi situasi seperti ini saat aku sedang berlatih" ucap Kaguya
" Apa? Lalu kenapa kulitmu masih putih bersih seperti tidak pernah berubah?" Tanya rokuda terkejut, seharusnya kulit yang terkena paparan sinar matahari yang seperti ini harusnya sudah membuat kulitnya berubah warna
" Kalau itu tanyakan saja pada sang pencipta kenapa kulitku tidak berubah" ucap Kaguya tertawa
" Maksudmu kau ingin aku mati" ucap rokuda dengan tatapan datar " sepertinya sudah cukup bercandanya, kita kedatangan tamu" ucap rokuda serius dan mengeluarkan pedangnya, Kaguya berhenti tertawa lalu mengambil tongkatnya dari punggungnya
Sesuatu keluar dari dalam tanah dan menyerang mereka berdua, Kaguya dan rokuda melompat ke belakang menghindari serangan yang datang dari bawah mereka, sebuah kalajengking berukuran besar keluar dari tanah diikuti oleh sebuah monster mirip lipan raksasa, masing masing dari mereka berjumlah sepuluh ekor
Rokuda dan Kaguya terkepung, seekor lipan menyerang dari belakang mereka, mereka berdua menghindar kesamping rokuda ingin menebas lipat yang menyerang tetapi dari bawah keluar sebuah capit raksasa dan ingin menangkapnya, Kaguya memotong capit itu lalu mereka berdua melompat ke belakang, seekor kalajengking keluar dari tanah dengan satu capit yang terpotong
" Baiklah sepertinya kau harus mengeluarkan yang lainnya" ucap Kaguya melihat situasi yang tidak menguntungkan bagi mereka
" Kau benar sepertinya mereka bisa membantu satu sama lain" ucap rokuda lalu memanggil yang lainnya
" Oke ayo habisi mereka dengan cepat karena sekarang udara bertambah panas" ucap Kaguya menarik pedangnya, mereka maju dan menyerang para monster
__ADS_1
Setelah mereka membunuh para monster mereka melanjutkan perjalanan beberapa kali mereka bertemu dengan monster sampai malam tiba
" Hah? Malam sudah tidak!!" Ucap Kaguya terkejut dan melihat ke langit yang sudah menjadi hitam kebiruan dengan bintang bintang yang bersinar bersama dengan bulan
" Kita istirahat saja dulu" ucap rokuda mengambil kulit serigala di dalam dimensinya sebagai alas untuk tidur, rokuda lalu berbaring
" Oke, aku hanya terkejut di sini akan ada saat datangnya malam, kukira hari akan terus menjadi terang" ucap Kaguya berbaring di samping rokuda
" Ya aku juga cukup terkejut" ucap rokuda singkat
Mereka melihat bintang bintang di langit " kau tidur saja, tidak ada monster di sekitar sini" ucap rokuda menepuk kepala Kaguya
Kaguya merasa nyaman dan mengantuk dia sedikit demi sedikit memejamkan matanya, rokuda melihat ke arahnya memastikan bahwa dia tertidur, setelah dia yakin bahwa Kaguya tertidur dia mengangkat kepala Kaguya dan memindahkannya ke lengannya agar Kaguya merasa nyaman
" Kalian keluarlah, dan cari gerbang itu sebelum matahari terbit" perintah rokuda, mereka keluar dan menunduk lalu pergi ke empat penjuru diikuti oleh satu bayangan rokuda dimasing masing mahkluk panggilannya, rokuda tidak tidur dia hanya berbaring dan mengawasi mereka yang sedang mencari gerbang menuju ke lantai atas
" Oi bangun ini sudah pagi" ucap rokuda menepuk pipinya, Kaguya membuka matanya dan duduk dia merentangkan tangannya untuk melemaskan ototnya
" Ayo kita lanjutkan lagi sekarang kita akan pergi ke arah barat" ucap rokuda berdiri
" Baik" ucap Kaguya lemas dan berdiri, rokuda mengambil kulit serigala dan memasukkannya ke shadow dimension
Mereka berlari ke arah barat dan sesekali membunuh monster yang menghalangi, lima hari kemudian mereka sudah sampai di depan gerbang ke lantai atas, di dalam gerbang mereka mengobrol
__ADS_1
" Rokuda sepertinya skill two eyes one eyes sudah level max" ucap Kaguya melihat statusnya
Rokuda membuka statusnya dan melihat daftar skillnya " oh kau benar sepertinya ini tidak menggunakan mana lagi, kita sepertinya bisa mengaktifkan skill ini terus menerus" ucap rokuda
" Kau benar dan salah satunya adalah ini" ucap Kaguya
" Apa?" Tanya rokuda tidak menoleh ke kaguya
" Seperti ini" ucap Kaguya
" Sudah kubilang seperti apa?" Tanya rokuda kesal dan menoleh ke Kaguya
" Seperti ini" ucap Kaguya menunjuk ke mulutnya
" Hah? Kau menggunakan skill telepati" tanya rokuda bingung
" Tidak ini adalah salah satu kemampuan yang terbuka saat level skill ini sudah maksimal" ucap Kaguya dalam pikirannya
Rokuda mendengarkan pikiran Kaguya dan mencobanya juga " hei apa kau bisa mendengarku?" Tanya rokuda melalui pikirannya
" Ya aku mendengarnya dan juga kita bisa mengaturnya apakah kau ingin memberi tahukan pikiranmu atau tidak, dan aku juga bisa meniru satu skill milikmu tanpa melihatnya, tapi aku hanya bisa menggunakan skill non elemen" ucap Kaguya dengan kecewa " oh dan kau juga sama sepertiku kau bisa menggunakan skillku juga" tambah Kaguya
" Hhmm jadi begitu ini akan sedikit lebih mudah sekarang saat melawan musuh " ucap rokuda
__ADS_1
" Ya kau benar" jawab Kaguya
" Sudah siap?" Tanya rokuda, Kaguya mengangguk lalu rokuda mendorong gerbang dan mereka berdua masuk ke dalam