Four Elements And Two Sides

Four Elements And Two Sides
chapter 16


__ADS_3

Keesokkan harinya rokuda dan Kaguya bangun pagi, Kaguya lalu turun dan meminta izin kepada bibi Meri untuk meminjam dapurnya, setelah mereka Kaguya selesai membuat makanan Kaguya dan rokuda lalu mengganti pakaian mereka ke pakaian petualang mereka dan pergi meninggalkan penginapan


Setelah mereka sampai di tempat Rei dan temannya, mereka semua sudah menunggu, Kaguya dan rokuda menghampiri mereka " kalian bersemangat sekali ya apa kalian ingin mengantar kami meninggalkan desa atau menunggu makanan kalian?" Tanya Kaguya pada mereka


" Tentu saja" jawab mereka bersamaan


" Tentu saja mengantar kami meninggalkan desa?" Tanya Kaguya


" Tentu saja untuk menunggu makanan kami datang?" Jawab mereka bersama sama kecuali Reina


Kaguya tidak bisa berkata apa-apa " hei kalian tidak boleh seperti itu, seharusnya kalian harus sedikit berbohong agar tidak menyakiti hati kak Kaguya" ucap Reina pada mereka dengan suara kecil yang hanya bisa didengar mereka


" Oh Reina kecil kau ini sama saja menambah luka dihatiku" ucap Kaguya mendramatisir


" Tidak usah sedih kak, bukan lebih baik jujur dari pada tidak" ucap Arthur


" Bocah lebih baik kau sedikit berbohong agar aku tidak terlalu tersakiti, sudahlah ini lebih baik kalian membagi secara rata" ucap Kaguya menyerahkan keranjang makanan yang dia bawa pada mereka


" Baik kak" ucap mereka


" Sampai jumpa” ucap Kaguya melambaikan tangannya dan pergi diikuti oleh rokuda


" Sampai jumpa kak" ucap mereka membalas lambaian tangan mereka


" Kalau begitu sekarang kita bisa pergi" ucap rokuda


" Tunggu aku masih harus melakukan sesuatu" ucap Kaguya lalu menuju ke tengah tengah desa diikuti rokuda


" Kau mau apa?" Tanya rokuda melihat Kaguya

__ADS_1


Kaguya tidak menjawab dia lalu membuat lingkaran sihir dan menggambarnya di tanah, dia menggunakan kemampuannya untuk menyembunyikan lingkaran sihir itu di dalam tanah


" Baiklah sudah selesai kita bisa pergi" ucap Kaguya berbalik lalu pergi bersama rokuda


" Kau membuat pelindung untuk desa ini?" Tanya rokuda


" Iyap seharusnya kau tau diarah barat ada mana yang samar samar dapat kau rasakan?" Tanya rokuda


" Ya memang benar aku merasakannya, tapi kenapa?" Tanya rokuda bingung


" Kalau tidak salah ini bukan sihir biasa, ini bisa jadi adalah sebuah sihir teleportasi jarak jauh dan juga skala besar, ini bisa mengirim puluhan ribu makhluk hidup, karena itu aku membuat penghalang, lingkaran sihir itu akan aktif saat ada seratus mahkluk hidup datang ke desa secara bersamaan" ucap Kaguya memegang dagunya


" Hoo jadi kau sudah bisa membuat sihir yang akan aktif saat kondisi tertentu" ucap rokuda sedikit kagum pada Kaguya


" Tentu saja kau kira julukan perempuan jenius abad ini hanya pajangan saja, hee kau terlalu meremehkahku" ucap Kaguya membusungkan dadanya dan bersikap angkuh


" Hooo memangnya ada yang lebih baik dariku pengetahuan, bela diri, pengaruh dan yang lainnya, memangnya ada?" Ucap Kaguya dengan nada angkuh


" Heee kau saja kalah dalam bela diri" ucap rokuda menyindir Kaguya dan membuat Kaguya merasakan sebuah tombak mengenai dirinya


" Hei itu tidak di hitung kau laki laki aku perempuan tentu saja fisik kita berbeda jangan menyamakan kedudukan fisik kita" ucap Kaguya kesal pada rokuda


" Ok ok tuan putri kau yang tidak ada yang bisa mengalahkanmu, Tigre keluar!" Panggil rokuda pada mahkluk panggilannya


" Haa apa aku belum sele..." Ucap Kaguya dipotong oleh rokuda


" Tuan kita harus berangkat karena perjalanan kita masih jauh" ucap rokuda lalu naik ke atas Tigre " mari tuan putri pangeranmu sedang menunggumu untuk mengambil tangannya" ucap rokuda mengulurkan tangannya ke Kaguya agar dia memegangnya


Kaguya mendengus dan mengambil tangan rokuda lalu dia naik, rokuda terkekeh geli karena kelakuannya

__ADS_1


Mereka lalu pergi menuju ke arah kota astrowad, di perjalanan mereka berhenti hanya untuk istirahat atau makan, dipertengahan perjalanan mereka merasakan sesuatu dan berhenti


" Kau merasakannya juga?" Tanya Kaguya kepada rokuda setelah mereka turun dari Tigre


" Iya aku juga merasakannya sepertinya ini adalah sihir Serangan, mungkin jika digunakan sihir ini bisa menghancurkan satu kota" jawab rokuda lalu memerintahkan Tigre untuk kembali " apa kau mau memeriksanya?" Tanya rokuda melirik Kaguya


" Tentu saja jiwa penasaranku ini tidak bisa dihentikan" ucap Kaguya bersemangat dan pergi ke arah mana itu berkumpul


" Memang tidak bisa dihentikan" gumam rokuda lalu menyusul Kaguya


Setelah mereka sampai, melihat pilar sepanjang satu meter, mereka mendekatinya dan melihat sebuah batu berbentuk buku dan terdapat tulisan disana


" Apa ini? {Dahulu kala terdapat sebuah mahkluk yang memiliki sebuah kekuatan yang besar, mereka memiliki kemampuan masing-masing, mereka membuat para mahkluk hidup di dunia sengsara, dan disaat keputusasaan mereka muncul sebuah kelompok terdiri dari 4 orang mereka memiliki kemampuan terkuat mereka dijob mereka masing masing, mereka lalu menyegel mahkluk mahkluk itu disebuah dunia buatan mereka dan membuat dunia dalam kedamaian} begitu katanya" ucap Kaguya setelah membaca tulisan yang ada di buku itu


" Lalu yang dibawah sendiri itu apa katanya" tanya rokuda setelah mendengarkannya


" Yang ini {kau yang dibimbing oleh takdir, kau akan menjalani ujian untuk menaklukkan mahkluk itu, kau akan menjalani perjalanan yang menyulitkan, dan kau yang akan mewarisi kekuatan mahkluk mahkluk itu} begitu katanya, hahaha entah kenapa itu seperti lantunan mantra sihir" ucap Kaguya tertawa terbahak-bahak


" Ya kau memang benar itu seperti lantunan mantra sihir" ucap rokuda terkekeh


Mereka lalu berhenti tertawa dan langsung ingin pergi, tetapi sebuah rantai berwarna ungu melilit tubuh mereka sebelum mereka bisa pergi


" Sampah, baji***n, sia**n,bren***k, mati saja kau yang membuat buku ini, aku tidak bisa menggunakan sihirku atau mengerakkan tubuhku" sebuah lagu pengantar ke akhirat yang diucapkan oleh Kaguya kepada orang yang membuat buku ini


" Tenanglah kau hanya menyia-nyiakan suaramu, orang yang membuat buku itu sudah mati kau tidak usah mengutuknya untuk" ucap rokuda acuh tak acuh meskipun saat ini sedang disituasi yang gawat


Cahaya berwarna hijau menyinari mereka dan di bawahnya terbentuk lingkaran sihir dan terus bertambah terang


" Kalau sampai aku menemukan jiwa akan ku siksa kau sialaaaaan!!!!!!!"teriak Kaguya

__ADS_1


__ADS_2