Four Elements And Two Sides

Four Elements And Two Sides
chapter 73


__ADS_3

Kaguya muncul kembali di tempat duduknya, membuat paman Ben, Rolan, meli dan bibi Mery terkejut, dia duduk dan menyerahkan kristal itu kepada rokuda


" Keluar senjatamu agar kau bisa menahan tekanannya" ujar Kaguya, rokuda tidak banyak bertanya dan mengeluarkan senjatanya, hanya dengan melihat Kaguya yang memakai pakaian bertarungnya sudah cukup untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya


{APAKAH ANDA INGIN MENYERAPNYA: YES/NO}


Rokuda melihat layar di depannya, dia lalu mengambil kristal itu dari tangan Kaguya dan menekan kata 'yes', kristal yang dipegangnya terserap oleh senjatanya sedikit demi sedikit dan menghilang


" Ada apa?" Ujar rokuda acuh tak acuh, dia menghilangkan kembali senjatanya, Kaguya juga kembali ke pakaian awalnya


" Tidak ada!" Ucap mereka bersamaan sambil menggeleng gelengankan kepala mereka


" Apakah kalian yang membuat danau itu?" Tanya Rolan, mereka semua menoleh ke arah rokuda dan Kaguya


" Kami tidak membuatnya, lebih tepatnya kami tidak sengaja membuatnya" ujar Kaguya


" Oh begitu" seru meli sambil mengangguk


" Aku mau pergi jalan-jalan dulu" ujar rokuda lalu berdiri dan pergi keluar dari penginapan


" Rokuda tunggu aku, aku ikut juga" ujar Kaguya lalu berdiri " kami pergi keluar dulu bibi, paman, Rolan dan meli" ucap Kaguya lalu pergi


" Iya" ucap mereka


" Kau mau kemana?" Tanya Kaguya kepada rokuda setelah berada di sampingnya


" Ke taman, skill summonerku sudah level maksimal, aku ingin melihat makhluk seperti apa selanjutnya" ujar rokuda acuh tak acuh

__ADS_1


" Hooo jadi begitu, sekarang aku malah sangat penasaran" ujar Kaguya bersemangat, mereka berdua lalu pergi ke taman bunga


Setelah mereka sampai di dekat pohon di taman bunga, rokuda memanggil makhluk panggilannya, sebuah lingkaran sihir berwarna hitam dan putih muncul di depan atas mereka, lalu dari lingkaran sihir itu keluar sebuah makhluk hidup secara perlahan mulai dari bawah tubuh mereka, Kaguya menyipitkan matanya melihat itu dan berpikir bahwa mereka akan menginjak bunga bunga di depannya


Kaguya menghentakkan kakinya dan gelombang transparan muncul dari kakinya dan menyebar di atas bunga bunga, makhluk panggilan rokuda menunjukkan wujud mereka dan jatuh ke bawah, mereka merasakan bahwa kaki mereka tidak menyentuh tanah melihat ke bawah, mereka melihat kaki mereka yang melayang di udara


" Kalian tidak perlu bingung, aku hanya membuat kalian agar tidak menginjak bunga bunga di bawah kalian" ujar Kaguya, mereka melihat ke arahnya lalu ke rokuda dan menunduk memberi hormat


" Jadi harus aku beri nama apa mereka" ujar rokuda berpikir


" Aku, biarkan aku saja yang memberikan mereka nama" seru Kaguya menoleh ke rokuda dengan semangat


" Baiklah lakukan saja sesukamu" ucap rokuda memberikan izin


" namamu adalah hydra" ucap Kaguya pada seekor naga hitam dengan sayap kecil, panjangnya sekitar lima meter


" Namamu adalah kitsune" ucapnya kepada seekor rubah dengan wajah sampai lehernya dan ujung ekornya berwarna merah sedangkan tubuhnya berwarna putih


" Dan yang terakhir, namamu adalah qilin" ucapnya kepada seekor kijang putih dengan empat tanduk berwarna merah, hijau, biru dan coklat


" Sepertinya sudah bagus" ujar Kaguya mengangguk, hydra, kitsune, Hua, dan qilin mengangguk Juga menerima nama mereka


" Ketiga nama mereka kau menamainya dengan nama dari makhluk mitologi, lalu yang satu lagi"ujar rokuda melihat Hua


" Aku mengambilnya dari singkatan Huang menjadi Hua" ucap Kaguya tersenyum puas


" Terserah kau saja, kalian kembalilah" perintah rokuda, mereka lalu menghilang meninggalkan rokuda dan Kaguya

__ADS_1


Kaguya lalu duduk bersandar di bawah pohon " sekarang bagaimana, apakah kita akan langsung kembali?" Tanya Kaguya, rokuda bersandar di sampingnya


" Ya lebih cepat lebih baik bukan" ujar rokuda acuh tak acuh


" Ya kau benar sekali, tapi sebentar saja aku ingin tetap seperti ini" ucap Kaguya sambil bersandar di bahu rokuda, mereka berdua bersantai dengan pemandangan bunga bunga yang bertebaran di depan mereka


Siang harinya mereka berdua berpamitan untuk kembali ke ibu kota kerajaan exterland, setelah berpamitan mereka berteleportasi ke tempat turnamen diadakan, mereka muncul di tengah arena dan melihat sekeliling


" Ternyata di sini sepi juga jika tidak ada acara" ujar Kaguya


" Ayo kita pergi ke guild" ucap rokuda lalu pergi dan Kaguya mengikutinya di belakangnya


Setelah mereka menemukan guild, mereka lalu masuk ke dalam, saat pintu terbuka semua mata tertuju pada mereka berdua


" Apakah cerita di dunia kita terhubung dengan dunia ini, kenapa adegan yang biasa terjadi di cerita fantasi terjadi juga pada kita" ujar Kaguya berbisik pada rokuda


" Mungkin saja" ucap rokuda acuh tak acuh, mereka berdua berhenti di depan meja resepsion


" Ada yang bisa saya bantu" tanya resepsion itu dengan sopan


" Kami ingin bertemu dengan guild master kalian, apakah guild master kalian ada?" ucap Kaguya dengan suara datar


" Jika tidak ada keperluan mendesak, guild master tidak bisa menemui kalian" jawabnya sopan


" Oh kalau begitu, berikan ini pada guild master kalian" ucap Kaguya mengeluarkan sebuah pedang panjang dengan aura membunuh, mereka semua terkena tekanan dari aura pedang itu " ini adalah pedang kutukan dreed" ujar Kaguya santai " baiklah kalau begitu kami pergi dulu" ucapnya dan ingin berbalik


" Tunggu sebentar, saya akan mengantarkan kalian ke guild master kami" ujar orang itu dengan ketakutan

__ADS_1


" Seharusnya kau mengantar kami dari tadi, dengan begitu tidak akan ada kejadian seperti ini" ucap Kaguya dingin, dia mengambil pedang itu dan memasukkannya ke dalam dimensinya, mereka bertiga pergi ke atas ke ruangan guild master


__ADS_2