
Serpent dan bayangan rokuda telah selesai membunuh bos goblin mereka berdua kembali ke sisi rokuda
Kaguya merentangkan tangannya dan membuat sebuah lingkaran sihir di atas gerombolan para monster, rokuda melihat itu menyuruh Tigre dan bayangan untuk kembali menjauhi para monster
Sebuah batu berapi besar keluar dari lingkaran sihir, Kaguya membuat penghalang untuk melindungi mereka, dia lalu menggunakan skill Gravitational field untuk mempercepat jatuhnya batu itu, batu itu menghantam tanah di tengah tengah para monster dan meledak, kepingan batu batu menyebar ke segala arah dan para monster tersapu habis terkena ledakan itu
Setelah debu debu menghilang Kaguya menghentikan penghalangnya, dan di depannya terdapat sebuah kawah seluas seratus meter " yaa ternyata berbahaya sekali menggabungkan beberapa skill secara bersamaan" ucap Kaguya melihat kawah dan para mayat monster di sekitar
Rokuda mendekati Kaguya " kau tidak bisa menggunakan skill seperti ini di hadapan orang lain atau kau akan tidak sengaja membunuh seseorang di sekitarmu" ucap rokuda dia lalu memerintahkan kepada bayangannya dan mahkluk panggilannya untuk kembali
" Aku tidak akan menggunakannya, aku juga tidak terlalu sering menggunakan skill elemen" ucap Kaguya dia lalu mengambil kristal sihir milik para monster, rokuda juga membantunya
Setelah selesai mereka mereka berkumpul, rokuda menyerahkan kristal yang dikumpulkannya kepada Kaguya dan Kaguya menyimpannya di dimensinya
" Oh sebelum itu aku ingin mencoba berteleportasi ke lantai lima puluh, sebelumnya aku mencobanya di lantai lima puluh tiga tapi tidak ada respon sekarang aku ingin mencobanya di lantai bos, kalau tidak bisa, ya sudahlah" ucap Kaguya pada rokuda
" Hei kenapa kalimat terakhirmu, seperti kau sedang bernyanyi?" Tanya rokuda
" Siapa yang bernyanyi, aku tidak bernyanyi lupakan saja" ucap Kaguya dia menggambar lingkaran sihir yang sama yang dia buat di lantai lima puluh
__ADS_1
Rokuda tidak mengatakan apa-apa lagi dia hanya melihat Kaguya membuat lingkaran sihir, setelah Kaguya selesai membuat lingkaran sihir, mereka masuk dan berada di tengah tengah lingkaran sihir
" Teleportasi" gumam Kaguya lalu cahaya keluar dari lingkaran sihir dan menutupi mereka, mereka berpindah tempat dari tempat bos kesebuah tempat yang memiliki danau dan pepohonan di sekitarnya
" Berhasil!!" Ucap Kaguya kegirangan sambil mengangkat tangannya, dia berlari ke arah danau dan melepaskan pakaiannya lalu melemparnya ke samping dia melompat ke danau
Rokuda di sisi lain berjalan ke arah pohon di dekat pinggiran danau dia duduk dan bersandar di pohon itu
" Oii rokuda apa kau tidak mau mandi?" Teriak Kaguya yang ingin berenang ke tengah danau " kemarilah ini menyegarkan" lanjutnya
" Baik" teriak rokuda dia lalu melepaskan pakaiannya, saat itu Kaguya tidak memperhatikan tubuhnya tapi sekarang dia dapat melihat dengan jelas, bagian perutnya yang kotak kotak, otot dadanya ataupun otot tangan atau kakinya itu sempurna tidak kecil ataupun besar tapi mereka mengencang, Kaguya linglung tapi dengan cepat dia tersadar dan kembali ke wajah tentangnya
" Kenapa dia tenang sekali, apakah tubuhku tidak bagus" gumam Kaguya berjalan ke tengah danau, Kaguya memiliki tubuh ramping, kulit putih yang bersinar dan bagian dadanya seukuran tangan orang dewasa
" Haaahhh dia memang sangat kuat menahan nafsunya, mungkin jika orang lain di sini mereka pasti akan langsung menerkamku" ucap Kaguya dia melompat ke dalam danau dan berenang
Setelah merekam mandi dan berpakaian, mereka makan ditempat rokuda tadi bersandar mereka makan agar mereka tidak kehilangan keinginan mereka untuk makan atau tidur
Setelah makan mereka menuju altar untuk berteleportasi kembali ke lantai enam puluh tapi tidak bisa " sepertinya kita hanya bisa pergi ke atas melalui gerbang itu" ucap Kaguya melihat ke arah gerbang
__ADS_1
" Ya kau benar, ayo kita pergi saja tidak usah memikirkannya kita juga bisa mencari exp untuk naik level" ucap rokuda menepuk kepala Kaguya lalu dia berjalan menuju gerbang dan masuk di ikuti Kaguya
Setelah mereka sampai di gerbang lantai selanjutnya rokuda mendorongnya, mereka berada di pegunungan dengan cahaya yang menyinari bukit bukit tinggi di atas langit terdapat beberapa hewan terbang seperti whyvern ( author lupa tulisannya) atau burung-burung sebesar aigle
" Wilayah udara sepertinya kita bisa menjadikan mereka sebagai latihan akurasi" ucap Kaguya melihat ke atas
"Oh kau ingin melawanku dalam hal akurasi, kau berani juga" ucap rokuda acuh tak acuh dia memanggil mahluk panggilannya yang sekarang bertambah satu dari pihak kegelapan
" Oh ada tambahan lagi dan dia seekor serigala, kau mau menamai apa dia?" Tanya Kaguya mengabaikan kekesalannya
" Cerberus" ucap rokuda singkat, dia lalu memerintahkan mereka pergi ke arah kanan dan memburu para monster yang mereka lihat
" Ok kita ke kiri bukan, kau mau kita menggunakan apa sebagai senjata" ucap rokuda
Kaguya tersenyum dan membuat sebuah senaiper dengan peredam dan muncul di tangan Kaguya dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata " tentu saja dengan senapan, memangnya apa lagi?" Ucap Kaguya lalu menyerahkannya kepada rokuda, dia membuat satu senapan lagi
" Apa kau tidak apa-apa? Dan apakah ini dapat membunuh mereka?" Tanya rokuda khawatir karena untuk membuat senapan di butuhkan pikiran yang kuat untuk membuat detailnya
" Aku tidak apa-apa, aku hanya menghabiskan sepertiga manaku dan untuk tubuhku aku tidak apa-apa, dan jika kau bertanya apakah ini bisa membunuh mereka jawabannya, iya ini bisa membunuh mereka aku sudah memperkuat senapan ini, dan ini pelurunya masing masing memiliki sepuluh buah peluru dan ada dua puluh magazen jika kau sudah kehabisan peluru bilang saja" ucap Kaguya, rokuda mengerti mereka lalu mencari tempat yang tinggi untuk menenbak
__ADS_1