Four Elements And Two Sides

Four Elements And Two Sides
chapter 37


__ADS_3

Sementara di tempat rokuda para pasukan necromencer berhenti bergerak dan jatuh satu persatu " sepertinya Kaguya sudah selesai" ucap rokuda melihat ke arah tempat Kaguya berada, dia melihat Kaguya datang ke sini


" Kita lanjutkan saja ke lantai atas, kita akan beristirahat di dalam" ucap Kaguya, dia melihat pasukan necromencer yang menjadi abu dan menghilang, rokuda mengangguk lalu menyuruh lainnya kembali


Rokuda dan Kaguya lalu masuk ke dalam gerbang menuju lantai atas dan beristirahat, setelah mereka beristirahat untuk beberapa menit rokuda dan Kaguya menuju lantai seratus


Saat mereka memasuki lantai mereka melihat sebuah burung raksasa yang bertengger di sebuah batu, burung itu memiliki hijau terang dan ujung ekornya berwarna merah dia berdiri dengan sombongnya dan melihat rokuda dan Kaguya seperti melihat serangga


" Jadi ada yang bisa sampai ke tempat ini, berbahagialah kalian bisa menjadi makananku" ucap burung itu dengan arogan


Kaguya terkejut dan membatu " wow lihat rokuda burung itu bisa berbicara" ucap Kaguya kegirangan sambil menepuk bahu rokuda, sementara aigle dan lainnya berbicara dalam hati mereka " nona kami juga bisa jika hanya berbicara" ucap mereka, sementara rokuda tidak menjawab dia melihat status burung itu


BOS


(the ruler of the wind: Skylar)


Level: 2647


Hp: 1.081.000.000


MP: 1.530.000.000

__ADS_1


" Kau tidak perlu sampai kesenangan seperti itu karena burung yang suka itu adalah mahkluk yang disegel di sini" ucap rokuda acuh tak acuh, ekspresi wajah Kaguya langsung berubah menjadi dingin


" Jadi burung ini juga ikut andil dalam penciptaan dungeon ini" ucap Kaguya dengan dingin dan mengeluarkan ***** membunuhnya " tapi....sial levelnya lebih tinggi dari kita" tambah Kaguya setelah melihat statusnya


" Ya bukankah ini kesempatan untuk melihat batas kita" ucap rokuda " dan apa kau tidak mau mencoba skill ultimate senjatamu?" Tanya rokuda


" Oh benar juga aku hampir lupa tentang skill itu" ucap Kaguya menepuk tangannya


" Kalau begitu aku yang pertama, ini akan menjadi pertaruhan nyawa jika dia tidak mati setelah kita menggunakan semua kekuatan kita maka kita yang akan mati" ucap rokuda tersenyum karena andrenalinnya yang sedang terbakar


" Ya benar sekali" ucap Kaguya bersemangat


Rokuda membuat segel tangan " Domain expansion..." Ucap rokuda terpotong, karena Kaguya menendangnya


" Oh ayolah ini agar lebih keren" ucap rokuda, Kaguya hanya melihatinya


" Ok kita serius saja" ucap rokuda tidak bercanda lagi, Skylar terbang ke arah mereka karena merasa dirinya di abaikan, Kaguya melompat ke samping menjauh dari rokuda sejauh seratus meter


Rokuda menyambut datangnya burung itu dan melompat ke arahnya sebelum jarak mereka kurang dari tiga langkah kaki rokuda menggumamkan sesuatu " Divine judgment:the last light" sebuah bayangan hitam besar menelan rokuda dan Skylar meninggalkan Kaguya bersama sebuah kubus raksasa dengan semua sisi sepanjang lima puluh meter


Kaguya mendekati kubus hitam itu " wow jadi seperti ini" ucap Kaguya mengetuk kubus itu lalu memukulnya tetapi tidak terjadi apapun lalu dia menarik pedangnya dan menebasnya tetapi sama saja

__ADS_1


" Jadi tidak akan ada yang bisa menggangu yang di dalam, menarik" ucap Kaguya mengamati kubus itu " jadi sekarang kita lihat apa yang ada didalam" ucap Kaguya melihat dari mata rokuda


Sementara rokuda dan Skylar berada di ruangan serba putih tidak ada tempat untuk berpijak, rokuda sekarang sudah menghilang dari pandangan Skylar, dia mencari sekeliling tidak menemukannya lalu sebuah tebasan keluar dari bawahnya, Skylar menghindar tetapi tetap terkena oleh serangan itu dia marah dan menyerang ke segala arah dengan bilah anginnya


" Keluar kau dasar serangga jangan bersembunyi" teriak Skylar kesal, rokuda tidak menanggapinya dia menebas udara


Sebuah serangan datang dari segala arah menuju Skylar, dia menyelimuti dirinya dengan angin yang kencang tetapi hanya bisa menahan beberapa serangan, tubuh Skylar terluka dimana mana rokuda lalu membuat pedang cahaya dan melemparkannya ke arah Skylar, dia lalu menghindar dengan terbang tetapi masih tertusuk oleh pedang cahaya yang entah datang dari mana


" Tempat apa sebenarnya ini kenapa aku tidak bisa menghindari serangan yang datang padahal aku sudah yakin kalau aku sudah menghindar" gumam Skylar melihat sekeliling dengan waspada


" Ini adalah sebuah dunia yang tercipta dari kekuatanku dan kenapa kau tidak bisa menghindar karena serangan apapun akan mengenaimu apapun yang terjadi" ucap rokuda dengan dingin suaranya menggema di seluruh ruangan


" Keluar kau dasar serangga, berani sekali kau mempermainkanku" teriak Skylar dengan marah


" Aku tidak mempermainkanmu dan juga aku selalu berada di depanmu" ucap rokuda acuh tak acuh, rokuda memang berada di hadapan Skylar dan memperhatikannya


Skylar kesal dan menyerang ke segala penjuru, rokuda tidak diam dia menembakkan sebuah cahaya dan cahaya lainnya berdatangan dari berbagai arah menuju Skylar dan menghantam tubuh Skylar, rokuda lalu lemas dan terjatuh


" Aku serahkan sisanya padamu" ucap rokuda, kubus itu menghilang dan memperlihatkan rokuda yang terjatuh dari atas bersama Skylar, Kaguya berpindah tempat dengan rokuda dan melemparkan sesuatu ke bawah


" Kau serahkan saja sisanya padaku dan beristirahatlah" ucap Kaguya dan menarik pedangnya " dimension four elements" gumam Kaguya lalu sebuah kejadian yang sama seperti rokuda terjadi kembali

__ADS_1


(I-NG-AT-TI-NGGA-LIN-JE-JAK-YA)


__ADS_2