Four Elements And Two Sides

Four Elements And Two Sides
chapter 94


__ADS_3

Saat mereka berjalan jalan menelusuri kota, seseorang menabrak rokuda dari samping lalu memeluk lengannya


" Halo tampan, aku melihatmu seperti kau sedang menahan sesuatu dalam dirimu, bagaimana kalau aku menemanimu malam ini untuk mengeluarkannya, aku akan pastikan kau akan terus menginginkannya kembali dan akan mencariku" ujarnya dengan suara menggoda, Kaguya kesal saat mendengarnya, dia melihat ke lengan rokuda yang dipeluk oleh perempuan itu, meskipun rokuda membuat pembatas di seluruh tubuhnya yang membuat orang lain tidak bisa menyentuhnya


Tetapi itu masih membuat Kaguya kesal apalagi perempuan itu menggoda rokuda, dia lalu menarik rokuda dan menempatkannya di belakangnya lalu dia menampar wajah perempuan itu saat dia melepaskan lengan rokuda, perempuan itu terkejut dengan kejadian tadi, dia tersadar kembali saat merasakan panas dari pipinya, dia menoleh ke Kaguya yang ada di depannya


" Dasar kau jal*** apa yang telah kau lakukan" ujarnya dengan marah


" Tidak ada, aku hanya sedang menampar rubah Lac** yang menggoda laki laki milikku" ujar Kaguya acuh sambil mengibaskan tangannya


" Bukankah dia memang setengah rubah" gumam rokuda, Kaguya mendengarnya, dia menoleh dan melirik ke belakang, rokuda mengalihkan pandangannya dan bersiul, Kaguya mengalihkan pandangannya melihat perempuan itu lagi


" Memangnya kenapa kalau aku menggodanya, jika laki laki itu menginginkannya apa kau berhak untuk menghentikannya, tidak kan" ucap perempuan itu mengejeknya


" Kau memang tidak bisa diam ya, maka aku akan memberikan apa yang kau inginkan, kebetulan kau bisa menjadi kelinci percobaanku untuk mencoba kemampuan baruku" ujar Kaguya lalu merentangkan tangannya di depan wajah perempuan itu


Perempuan itu tidak mengerti dan hanya melihat telapak tangan Kaguya, tangan Kaguya mengeluarkan lingkaran sihir kecil, sementara perempuan itu tiba tiba tidak bergerak seperti dia sedang menjadi sebuah patung

__ADS_1


" Dasar lemah sekali, ini masih lima ronde dan kau sudah pingsan, dan kau malah menginginkan laki laki milikku" ejek Kaguya lalu mendengus, dia lalu menarik tangannya dan perempuan itu jatuh karena pingsan, Kaguya melihat sekeliling


" Apa! kalian juga mau mencoba" ujar Kaguya sambil memainkan jari jarinya, para perempuan yang berada di sana menggelengkan kepala mereka, meskipun perempuan itu adalah teman mereka, tetapi mereka juga tidak bisa memprovokasi Kaguya yang bisa membuat seseorang tidak sadarkan diri dengan cepat, mereka hanyalah perempuan biasa yang hanya bisa menggoda laki laki dan tidak memiliki kemampuan untuk membela diri mereka sendiri, jadi mereka tidak akan berani membuat Kaguya marah


" Ayo pergi, kita kembali saja ke dalam, aku sudah tidak ingin jalan jalan lagi" ujar Kaguya lalu menarik rokuda pergi


Mereka berdua lalu pergi ke sebuah gang sempit dan menghilang, mereka muncul kembali di sebuah ruangan yang memiliki tempat tidur dan rak buku yang berjejer di pinggir ruangan


" Aku akan pergi ke danau, jika kau mencariku kau bisa pergi ke sana" ujar Kaguya melepaskan tangan rokuda dan pergi keluar dari ruangan, rokuda hanya berdehem lalu pergi ke tempat tidur dan berbaring, dia menutup matanya untuk tidur sebentar


Beberapa waktu kemudian terdengar suara pintu yang terbuka lalu menutup kembali, rokuda mendengar langkah kaki yang menuju ke arahnya, dia tetap menutup matanya karena dia tau yang menuju ke arahnya adalah Kaguya


" Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya rokuda, Kaguya cemberut karena rokuda tidak membuka matanya


" Tidak ada" ujar Kaguya lalu duduk di atasnya, rokuda merasakan kulit Kaguya yang bersentuhan dengannya, dia lalu membuka matanya


" Kenapa kau tidak memakai...." Perkataan rokuda terhenti saat dia melihat Kaguya yang berada di atasnya, dia tercengang melihat Kaguya yang hanya mengenakan kemeja putih dan stoking dan juga sebuah ekor dan telinga serigala

__ADS_1


" Jadi, bagaimana menurutmu penampilanku?, Grrr" tanya Kaguya lalu menggeram seperti serigala, rokuda tetap tidak menjawab dia masih mematung menatap Kaguya


" Ayolah roku jawablah, aku sudah susah payah meningkatkan skill tranformasi ini hanya untuk hari ini" ujar Kaguya, rokuda tersadar


" Jadi untuk apa kau melakukan ini?" Tanya rokuda, Kaguya tersadar dengan tujuan awalnya


" Oh kau benar juga, terimakasih karena sudah mengingatkannya" ujar Kaguya, sebuah rantai keluar dari bawah tempat tidur dan mengikat tangan dan kaki rokuda " aku hampir lupa, tujuanku berpenampilan seperti ini untuk menghukummu yang tidak bisa menjaga matanya" ujar Kaguya dengan tersenyum jahat seperti seseorang yang sedang ingin menyiksa orang


" Hee kau ingin menghukumku" gumam rokuda dengan seringai jahat terbentuk di wajahnya, Kaguya entah kenapa merasakan bahaya yang mendekatinya


Tiba tiba dia sudah berpindah tempat dengan rokuda, lalu rokuda meletakkan tangannya di perut Kaguya " kau masih terlalu cepat untuk bisa menghukumku" ujar rokuda menyeringai sambil melepaskan bajunya


Kaguya ingin menghilangkan rantai yang mengikatnya, tetapi tidak bisa, dia mencoba kemampuan lainnya tetapi tidak ada yang bisa digunakan " kenapa aku tidak bisa menggunakan kemampuanku" ujarnya yang sudah mulai panik


" Itu karena aku sudah mengunci kemampuanmu, sekarang kau tidak bisa menggunakan kemampuanmu kecuali kemampuan yang sudah kau keluarkan" ujar rokuda, dia lalu memegang paha Kaguya


Kaguya merinding " itu bisakah kau melepaskanku" ucap Kaguya dengan wajah memelas

__ADS_1


" Tidak" ucap rokuda singkat, tangannya perlahan lahan bergerak ke atas


" Hei rokuda tolong berhenti, hei stop, stop,stop, TIDAKKKKKK"


__ADS_2