Four Elements And Two Sides

Four Elements And Two Sides
chapter 92


__ADS_3

Kaguya menaruh kotak kayu yang ada di tangan kirinya, dia lalu mengulurkan tangannya dan mengusap pipi rokuda " aku sudah bilang, kau tidak perlu merasa bersalah dan ingin bertanggung jawab, kau ini tidak mendengarkanku ya" ujar Kaguya sambil mencubit pipi rokuda


" akwu mwelamwarmu bukwan kwarna akwu mweraswa bwerswala" ujar rokuda, Kaguya melepaskan cubitannya dan masih menatap wajah rokuda " dari awal aku memang ingin melamarmu" ucapnya


" Dari awal?" Ujar Kaguya dengan bingung


" Ya itu sebelum kita dikirim ke dunia ini, jika tidak maka aku sudah akan melamarmu saat hari ulang tahunmu, dan aku juga sudah mendapatkan persetujuan dari orang tuaku" ujar rokuda


" hhmm meskipun keluargamu menyetujuinya, ayahku tidak akan menyetujuinya dan untuk ibuku dia akan mendukung semua keinginanku selama aku bahagia, lalu bagaimana caramu akan meyakinkan ayahku?" Tanya Kaguya


" Ya kalau itu, pertama aku akan melamarmu dengan sopan" ucap rokuda


" Lalu jika tidak diterima" ucap Kaguya, rokuda lalu berwajah serius


" Maka aku akan melakukan pilihan kedua yaitu menculikmu" ujar rokuda seperti tidak ada beban dari perkataannya, mulut Kaguya berkedut mendengarnya


" Kau memang berani sekali untuk melawan salah satu dari tiga keluarga terkuat di dunia, entah otakmu tertinggal di tempat lain atau kau memang sudah bodoh" ujar Kaguya tersenyum mengejek


" Kau kira aku akan takut kepada ayahmu, para pembunuh terbaik di dunia saja kalah melawanku, apalagi hanya ayahmu yang hanya seorang pengusaha yang hanya memiliki sedikit bela diri, Satu gerakan dia pasti sudah tumbang" ujar rokuda acuh tak acuh

__ADS_1


" Lebih baik kau pegang kata katamu, aku akan menunggumu" ujar Kaguya menyerahkan tangan kirinya


" Tentu saja, karena aku tidak akan membiarkan mangsaku lolos dari tanganku" ujar rokuda sambil mengenakan cincin yang ada didalam kotak, Kaguya melihat mata rokuda yang seperti seekor predator yang menemukan mangsanya, mata itu membuatnya merinding saat melihatnya


Kaguya lalu mengangkat tangan kirinya ke langit dan melihat jari manisnya yang ada cincin berwarna warni " bahkan ada namanya di sekeliling cincin ini" ujar Kaguya melihat pinggiran cincin " ROKUDA & KAGUYA, ckckck dasar kau ini, jika saja yang kau lamar perempuan normal, dia pasti sudah pingsan saat melihat cincin ini" ujar Kaguya


" Ya aku sungguh beruntung karena perempuan yang aku lamar bukan perempuan normal" ucap rokuda


" Terserah kau saja, tapi berapa banyak kau menggunakan berlian yang ada di dalam ruangan itu?" Tanya Kaguya


" Aku hanya menggunakan lima berlian yang seukuran koin untuk membuat semua itu" ujar rokuda acuh tak acuh


Rokuda melihat Kaguya yang sedang menatapnya dengan tersenyum lembut sambil memperlihatkan cincin dan jepit rambutnya, dia memperhatikan wajah Kaguya, kulitnya yang hampir seputih salju, jika orang lain tidak memperhatikannya dengan seksama, Kaguya pasti akan dianggap mayat hidup karena kulitnya yang putih


" Kenapa kau diam saja" ujar Kaguya membangunkan rokuda yang melamun


" Ah tidak kau cocok mengenakannya, kau menjadi sangat cantik" ujar rokuda tersenyum kecil, Kaguya merasakan sesuatu dibelakangnya


" Apa kau sudah bangun lagi?" Tanya Kaguya, rokuda mengerti tetapi dia tidak menjawabnya " aku akan membantumu menidurkannya" ujar Kaguya mengulurkan tangannya kebelakang tetapi dicegah oleh rokuda

__ADS_1


" Tidak perlu, kau tutup saja auramu agar tidak keluar" ujar rokuda, Kaguya menatapnya dan menutup auratnya


" Kau kenapa, ini tidak seperti dirimu yang selalu menyerangku tanpa ampun" ujar Kaguya bingung


" Apa kau ingin aku lahap sekarang juga" ujar rokuda dengan tatapan seekor predator


" Ya itu terserah kau saja, aku juga sudah bisa sedikit mengimbangi permainanmu" ujar Kaguya menarik tangannya


" Lebih baik kau abaikan saja sesuatu yang menyentuh pinggangmu, aku hanya ingin seperti ini saja, dan kita juga sudah dekat dengan tujuan kita" ujar rokuda lalu memeluknya dari belakang, Kaguya diam saja dan bersandar kepada rokuda, meskipun ini masih bisa membangunkan nafsunya tetapi dia masih bisa menahannya


Beberapa waktu kemudian mereka berdua sampai di kota ras beastman, jarak mereka satu kilometer dari kota, Kaguya menghentikan laju pesawat dan melayang di udara, mereka berdua lalu berpakaian, setelah itu pesawat diturunkan dan mereka berdua lalu turun


Rokuda menggunakan Zip up hoodie lengan pendek dan celana jeans hitam, dia membuka resleting hoddienya dan memperlihatkan pakaian T-shirtnya


Sementara Kaguya menggunakan gaun selutut berwarna magenta dengan stoking menutupi kakinya, Kaguya lalu memasukkan pesawat ke dimensi yang sama dengan Abandoned lake yang diberi nama vacant land oleh mereka


" Apa kau akan menggunakan pakaian itu?" Tanya rokuda, Kaguya mengerti maksudnya


" Tidak perlu khawatir, aku menggunakan celana pendek di dalamnya, meskipun ada pertarungan aku masih bisa melawan tanpa mengkhawatirkan gaunku akan terangkat" ucap Kaguya, rokuda mengangguk menanggapinya, mereka mengeluarkan senjata mereka untuk jaga jaga jika terjadi pertarungan, mereka lalu pergi menuju ke arah kota

__ADS_1


__ADS_2