Four Elements And Two Sides

Four Elements And Two Sides
chapter 76


__ADS_3

Malam harinya mereka semua tertidur di atas kulit serigala yang di berikan oleh Kaguya sebagai alas duduk, mereka meninggalkan Kaguya yang masih fokus pada pekerjaannya, saat Kaguya sedang fokus ke pekerjaannya, dia tiba tiba tersentak dan menjatuhkan logam di tangannya, souris Dan yang lainnya terbangun saat mendengar sebuah benda jatuh


Mereka melihat Kaguya yang bangun dan pergi ke arah ruangan istirahat " no..." Ucapan Nike terhenti karena souris langsung membungkamnya dengan tangannya


" Sstt jangan berisik, kalian kembalilah tidur dan jika kalian mendengar suara aneh abaikan saja suara itu" ucap souris, dia mengerti apa yang terjadi pada Kaguya, karena dia tadi melihat wajah Kaguya yang memerah, mereka tidak banyak bertanya dan kembali tidur


Kaguya pergi ke arah rokuda yang sedang berbaring sambil menutup matanya, rokuda ingin membuka matanya saat merasakan seseorang berada di atasnya, tetapi sesuatu menyatuh dengan bibirnya dan itu hangat, dia melihat Kaguya yang sedang menciumnya dengan penuh *****, Kaguya mengangkat tubuhnya untuk duduk


" Jadi karena ini, kau memintaku untuk menunggu sampai bulan purnama, lebih baik kau tidak protes jika besok kau merasakan tubuhmu sakit semua" ucap rokuda mendorong Kaguya lalu menindihnya


Keesokkan paginya " uugghh" rengekan Kaguya keluar saat dia merasakan tubuhnya sakit semua saat ingin bangun


" Kau sudah bangun?" Ucap rokuda yang berada di sampingnya, Kaguya menoleh ke arahnya


" Jadi kau mengingat semuanya" ujar rokuda melihat Kaguya


" Ya aku ingat semuanya, bahkan ingat saat aku meminta lebih saat kau bermain kasar" ujar Kaguya berusaha bangun, rokuda membantunya untuk bangun


" Jadi karena itu kau menyuruhku untuk menahan diri" ucap rokuda


" Iya, ini adalah kutukan bagi orang yang keluar hidup hidup dari ujian tujuh dosa besar dan kutukan tergantung pada dosa apa yang dipilih" ujar Kaguya

__ADS_1


" Jadi kau akan kehilangan kendali saat bulan purnama" ucap rokuda


" Tidak juga, aku masih bisa sedikit mengendalikan tubuhku, seperti kemarin malam aku membiarkan nafsuku mengendalikan tubuhku, maka aku juga bisa merubahnya menjadi ***** untuk membunuh" ujar Kaguya, sekarang dia sudah bisa bergerak


" Jadi begitu" ucap rokuda


" Iya, karena kutukannya adalah mengeluarkan ***** yang terdapat di dalam diriku, maka keinginan untuk membunuh juga bisa dianggap ***** bukan" ujar Kaguya memakai pakaiannya yang tergeletak di lantai begitupun rokuda


" Berapa kali kau akan seperti ini" tanya rokuda


" Satu bulan dua kali, pertama malam bulan sabit sampai bulan setengah yah meskipun aku masih bisa menahannya dan yang kedua saat bulan purnama akan langsung kehilangan kendali" ujar Kaguya


" Jadi begitu, artinya di awal bulan dan di akhir bulan" ucap rokuda mengangguk ngangguk


" Oh ya kau saja yang mengurus mereka, tubuhku masih kelelahan" ujar Kaguya lalu pergi


" Oke" jawab rokuda singkat mengikuti Kaguya


Setelah mereka masuk ke dalam arena mereka berdua melihat kelompok Shinji yang menunggu mereka berdua, rokuda dan Kaguya berjalan ke tengah arena


" Sepertinya kalian sudah lama menunggu" ujar Kaguya acuh tak acuh

__ADS_1


" Tidak juga, kami datang sedikit lebih cepat dari kalian" ucap Shinji


" baiklah kita mulai saja, tapi aku tidak akan ikut dalam pertarungan ini karena aku sedang kelelahan, jadi dia saja yang akan menghadapi kalian" ujar Kaguya acuh tak acuh dan pergi samping arena


" Memangnya orang ini bisa melawan kami berempat?" Ujar seorang setengah manusia di kelompok itu


" Kau lihat saja nanti, dan ini adalah aba aba untuk memulai pertarungan" ujar Kaguya melemparkan koin emas ke atas mereka


Mereka semua menarik senjata mereka, sementara Kaguya duduk di sebuah kursi tanah yang dia buat dengan mengendalikan tanah di sekitarnya, rokuda berada dalam posisi siap untuk menarik pedangnya


Saat koin itu terjatuh dan menabrak tanah, rokuda langsung menghilang di depan mereka, mereka berempat melihat sekeliling mencari rokuda


" Juggernaut killing" rokuda yang berada di langit menebas udara ke arah mereka


Shinji dan yang lainnya mendongak ke langit setelah merasakan sebuah tekanan dari atas mereka, sang penyihir refleks membuat sebuah pelindung untuk menahan Serangan rokuda, serangan rokuda berhasil di tahan tetapi mereka masih jatuh berlutut saat serangan itu mendekati mereka


" Dia terlalu kuat, kita tidak boleh sedikitpun mengendurkan kewaspadaan kita" ujar sang penyihir


" Kau benar Liz, Elsa kau bersama Liz menyerangnya dari jauh" ujar Shinji " dan lili kau bantu aku menyerangnya dari dekat, kalian berdua bantu dan lindungi kami" ujarnya memberikan perintah


" Oke" ucap mereka, rokuda jatuh dari atas, saat dia menginjak tanah dia langsung menghilang lagi

__ADS_1


" Clone, sword of the death" saat rokuda muncul di tengah tengah mereka bayangan dirinya muncul di samping mereka masing masing dan menebas mereka


Mereka menahan Serangan bayangan rokuda tetapi masih terdorong beberapa langkah ke belakang " shadow domain" bayangan di bawah rokuda membesar dan menutupi sebagian arena


__ADS_2