
" apakah anda sudah selesai membaca bukunya?" Tanya Kaguya sambil berbaring bersama rokuda, dia melihat guild master menutup buku yang sudah di bacanya
" Aku sudah membacanya dan sekarang aku percaya bahwa informasi yang kalian berikan bukan palsu" ucap guild master meletakkan kembali bukunya dan berbalik melihat Kaguya
Kaguya berdiri dan pindah ke sofa di samping silfi, guild master juga kembali ke tempat duduknya
" Apakah kau masih mau berada di sini?" Tanya Kaguya kepada rokuda yang sedang berbaring
" Tidak aku juga akan kembali" ucap rokuda menaruh bukunya di ranjang dan mengambil buku lainnya menggunakan skill Displacement yang dia pinjam dari Kaguya, dia lalu pindah ke sofa dan duduk di samping rokuda
" Kenapa kau membaca buku seperti yang tadi?" Tanya Kaguya, rokuda tidak menjawab dan membuka bukunya
Guild master melihat interaksi mereka berdua sementara silfi wajahnya memerah karena malu, Kaguya tidak bertanya lagi dan mengeluarkan kristal mana yang tadi di gunakan untuk ke sini, kristal itu bersinar dan mereka semua kembali ke ruangan guild master
" Karena sekarang tidak ada yang ingin di tanya lagi, kami akan undur diri" ucap Kaguya, rokuda menutup bukunya
" Ada satu pertanyaan lagi" ucap guild master
"Apa?" Tanya Kaguya
" Apakah kalian benar benar tidak ingin bergabung dengan penaklukan dungeon ini, karena kami membutuhkan para petualang yang kuat" ucap guild master
" Tidak, lagi pula kami ini masih rank D, jadi kami tidak di wajibkan untuk ikut, tapi jika anda memang menginginkan kami untuk ikut saya punya satu syarat" ucap Kaguya
__ADS_1
" Apa syaratnya?" Tanya guild master
" Tidak sulit, saya hanya ingin tau keturunan orang ini" ucap Kaguya lalu membuat seseorang dari angin dengan ukuran yang sebesar telapak tangan
" Oh bukankah ini salah satu dari empat pahlawan" ucap silfi terkejut melihat gambar itu
" Pahlawan?" Tanya Kaguya tersenyum kecil sampai tidak ada yang menyadarinya kecuali rokuda
" Iya nama beliau adalah Richard verslak salah satu dari pahlawan yang menyegel monster tingkat tinggi, aku mengetahuinya dari sebuah buku" ucap silfi dengan terkagum kagum
" Apa yang ingin kau lakukan jika kau mengetahui siapa keturunannya?" Tanya guild master kepada Kaguya
" Tidak ada, saya hanya ingin menguliti mereka, membakar mereka atau menyiram mereka dengan air garam saat mereka terluka apakah ada masalah?" Ucap Kaguya dengan tersenyum dan berwajah polos
" Cih aku tidak bisa melampiaskan amarahku pada mereka jadinya" ucap Kaguya kesal
" Itu Kaguya kenapa kau memiliki dendam dengan mereka?" Tanya silfi bingung
" Karena dia yang mengirim kami ke dalam dungeon saat kami dalam perjalanan untuk kembali" ucap Kaguya dengan kesal, silfi hanya mengangguk
" Kalau begitu kami undur diri" ucap Kaguya, di angguki oleh guild master
Rokuda dan Kaguya berdiri lalu keluar untuk kembali ke penginapan, sementara silfi berpamitan ke guild master untuk kembali ke tempat kerjanya
__ADS_1
Keesokkan harinya kerajaan astrowad ramai orang, ada orang orang yang dari luar kerajaan yang sepertinya ke sini untuk mengunjungi pelelangan dan ada juga yang hanya datang untuk bersenang senang
Kaguya melihat ke luar dari jendela, karena mereka berada di lantai dua Kaguya dapat melihat suasana di bawah yang sedang ramai, Kaguya sudah memakai topengnya untuk menutupi wajah dia menoleh ke belakang dan melihat rokuda yang sedang duduk bersandar di tempat tidur
" Rokuda apakah kita tidak keluar saja?" Tanya Kaguya
" Nanti malam saja, sekarang masih banyak orang yang berdatangan dari luar" ucap rokuda yang tidak memakai topengnya, dia membaca buku yang di bawanya kemarin
" Baiklah" ucap Kaguya lalu melihat ke luar lagi
Malam pun tiba mereka berdua keluar untuk berjalan jalan, mereka menggunakan baju santai dengan rokuda yang memakai baju hitam kebiruan berlengan pendek dan celana panjang coklat sementara Kaguya baju biru lengan panjang dengan hitam mereka berdua menggunakan topeng mereka
Mereka berdua berjalan jalan berkeliling sambil membeli beberapa makanan yang menarik perhatian mereka, saat mereka berkeliling mereka menemukan sebuah kedai yang menjual mie rebus dengan pemandangan luar ruangan, Kaguya tertarik dan mengajak rokuda pergi ke sana
Mereka berdua duduk di tempat makan yang kosong lalu seorang perempuan menghampiri mereka " apa yang ingin kalian berdua pesan" ucapnya tersenyum dan memberika buku menu, Kaguya melihat menu
" Aku pesan satu mie rebus pedas dengan daging dan satu minuman buah jeruk, lalu kau rokuda?" Tanya Kaguya setelah memberi tahu pesanannya
" Samakan saja" ucap rokuda singkat, Kaguya mengangguk
" Kalau begitu masing masing dua porsi" ucap Kaguya kepada perempuan itu
" Terimakasih pesanannya, mohon tunggu sebentar" ucap perempuan itu sambil tersenyum setelah mencatat pesanan mereka berdua, dia lalu pergi menuju kedai untuk memberi tahu pesanan Kaguya dan rokuda
__ADS_1
Mereka membuka setengah topeng mereka dan memperlihatkan mulut dan hidung mereka, mereka meletakkan setengah topeng itu dan menunggu pesanan datang