
" hee sepertinya ada seseorang yang menarik" gumam Kaguya bisa didengar oleh rokuda
" Kenapa?" Tanya rokuda saat melihat Kaguya yang sedang serius
" Tidak ada, hanya ada seseorang yang menarik di sini" ucap Kaguya berbalik melihat rokuda " padahal ada seseorang yang lebih kuat darinya tetapi mereka tidak bisa merasakan mana yang aku sebarkan" ucapnya sambil menoleh ke belakang sambil bersandar di jendela
" Orang yang bisa merasakan mana yang di sebarkan oleh orang lain, sepertinya dia di berkahi oleh sang pencipta dunia ini" ucap rokuda
" Ya mungkin sa.." ucapan Kaguya terhenti karena saat dia melihat ke samping, dia melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat
" Ada apa?" Tanya rokuda tetapi Kaguya tidak menjawab dia tetap terdiam, rokuda bingung lalu berjalan ke kaguya dan melihat ke arah Kaguya melihat
Rokuda melihat seorang laki laki dan perempuan yang bertelanjang dada, meskipun dia hanya melihat bagian dada sampai kepala mereka dia tau mereka sedang melakukan apa, dia lalu menoleh ke kaguya yang berada di depannya, kedua orang yang dilihat rokuda tadi merasakan bahwa mereka sedang di tatap, mereka menoleh ke samping dan melihat rokuda dan Kaguya, mereka berhenti melakukan kegiatan mereka
" Halo" sapa perempuan itu dengan satu tangannya melambai ke arah rokuda dan Kaguya sementara tangan satunya untuk memompa tubuhnya
" Oh hai" ucap Kaguya langsung tersadar setelah mendengar suara perempuan yang menyapanya " kalian lanjutkan saja, tidak usah pedulikan aku" ucap Kaguya canggung, mereka berdua melihat ke arah rokuda yang sedang melihat Kaguya
__ADS_1
Kaguya melihat tatapan mereka dan melihat ke arah tatapan mata mereka " waaahh!!" Kaguya terkejut sampai di terjatuh dari jendela, rokuda melingkari pinggang Kaguya dengan tangan kanannya agar tidak jatuh sementara tangan kirinya memegang jendela
" Jangan menakutiku dengan berada di depanku tanpa bersuara!!" Ucap Kaguya kesal sambil memukul-mukul kelapa rokuda " baiklah bisa kau tarik aku ke dalam, ini akan memalukan jika aku di kira tidak sengaja terpeles dan jatuh ke luar jendela" ucap Kaguya yang telinganya sedikit memerah, Kaguya bergelantungan dengan rokuda yang menahan tubuhnya dan lutut sampai kakinya yang berada di bagian dalam jendela, rokuda menariknya ke dalam dan meletakkan tangannya setelah Kaguya berada di dalam kamar tidur
Kaguya berbalik dan menoleh ke arah perempuan yang tadi menyapanya " maaf karena aku sudah mengganggu kalian, aku tidak akan mengganggu kalian lagi jadi kalian bisa lanjutkan kegiatan kalian" ucap Kaguya tersenyum canggung, dia lalu menutup jendela dan berbalik
" Turnamen akan terjadi dua hari lagi bukan?" Tanya Kaguya kepada rokuda
" Iya, memangnya kenapa?" Tanya rokuda
" Jadi waktunya hanya satu hari, baiklah" gumam Kaguya masih bisa di dengar oleh rokuda
" Kemarilah, kita akan melakukannya" ucap Kaguya mengangkat tangannya sambil menjulurkan telunjuknya maju mundur
" Kenapa kau berinisiatif untuk melakukannya" tanya rokuda berjalan ke arah Kaguya sambil melepaskan pakaiannya
" Kau adalah orang yang sudah menyentuh seluruh tubuhku, kau tidak mungkin tidak tau dimana titik sensitifku" ucap Kaguya sambil mengeluarkan sebuah kristal mana lalu memasukkan lingkaran sihir ke dalamnya dan menaruhnya di meja di sampingnya
__ADS_1
" oh sepertinya aku lupa kalau di situ adalah tempat sensitifmu" ucap rokuda, dia menindih tubuh Kaguya
" Ya sudahlah" ucap Kaguya menarik kepala rokuda mendekat
Ke esokan harinya Kaguya terbangun dari pingsannya, dia ingin bangun tetapi dia tidak bisa bergerak, dia menoleh ke samping melihat rokuda yang sedang duduk di kursi di samping jendela
" Sudah berapa lama aku pingsan?" Tanya Kaguya lemas, rokuda mengeluarkan sebuah jam saku dari bayangannya dan lalu membuka tutup jam itu dan melihatnya
" Dua setengah jam dan sekarang sudah jam setengah tiga" ucap rokuda acuh tak acuh, dia menutup jam itu
Kaguya menatap jam saku yang dia buat saat berada diruang teratas dungeon yang mereka selesai yang di beri nama oleh mereka dengan nama Abandoned lake, dia membuatnya karena di salah satu ruangan terdapat banyak sekali logam dari logam biasa sampai logam terkuat yaitu Tungsten dan juga logam sihir seperti mirtil, orochilium, adamantium yang memiliki mana di dalamnya
" Jadi kau selalu menggunakannya" ucap Kaguya
" Tentu saja, karena aku tidak perlu selalu menghitung waktu dan karena kau sudah membuatkan ini maka aku harus menggunakannya" ucap rokuda " dan lagi ini bisa juga di gunakan sebagai perhiasan" ucapnya acuh tak acuh, sambil memperlihatkan jam sakunya
Jam saku itu sebesar bola bisbol dengan ketebalan empat centimeter, penutupnya yang terdapat pola senjata mereka yang menyilang yang terbuat dari adamantium yang memiliki warna pelangi, dan di bagian belakangnya terdapat nama kurokawa rokuda dengan gaya tulisan font script, angka dan jarum jamnya terbuat dari mirtil yang berwarna merah, dan seluruh wadahnya terbuat dari Tungsten dan berwarna hitam
__ADS_1
Kaguya membuatnya dengan adamantium sebagai gigi penggerak mekanisme kerja jam, dia mengukir lingkaran sihir yang bisa membuat gigi jam berputar, dia juga tidak lupa membuat mekanisme pengaturan waktu jam, dan dia juga memiliki jam saku yang sama dengan rokuda hanya miliknya berwarna putih dengan jarum jamnya berwarna ungu
" Kalau begitu aku mau tidur kembali, bangunkan aku besok pagi jadi selamat tidur" ucap Kaguya langsung tertidur sebelum rokuda menjawabnya, rokuda menggelengkan kepalanya lalu melihat ke luar jendela dengan tangan kanannya di jendela menahan kepalanya