Four Elements And Two Sides

Four Elements And Two Sides
chapter 50


__ADS_3

Pagi harinya rokuda dan Kaguya bersiap untuk pergi dan sudah mengenakan topengnya, saat mereka keluar dari penginapan mereka dihadang oleh para bandit


" Oh apakah perempuan itu yang kau maksud?" Tanya ketua bandit pada orang yang mengawasi rokuda dan Kaguya


" Iya ketua dia adalah perempuan yang aku lihat malam itu" ucap orang itu melihat Kaguya tatapan menjijikkan


" Siapa kalian?" Tanya Kaguya kepada mereka dengan wajah polos


" Perkenalkan namaku adalah Erwin aku adalah penjaga desa ini" ucap ketua itu tersenyum menggoda


" Jadi kenapa kalian menghalangi jalan kami?" Tanya Kaguya memiringkan kepalanya


" Kami ingin kau untuk ikut kami dan meninggalkannya" ucap Erwin menunjuk Kaguya lalu rokuda


" Lalu kalau aku menolaknya?" Tanya Kaguya


" Maka aku minta maaf, kami akan dengan paksa membawamu" ucap Erwin dengan dingin


" Oh jadi begitu" ucap Kaguya " maka aku akan menolaknya dan menyingkirkan kalian dari hadapanku" ucap Kaguya dengan suara dingin


" Kalau begitu sayang sekali, tangkap mereka" ucap Erwin kepada bawahannya, orang orang di sekitar hanya bisa melihat mereka berdua dan bersembunyi


Sebelum mereka bergerak Kaguya menghentakkan kakinya, para bandit yang ingin menyerang Kaguya dan rokuda bersujud termasuk Erwin


" Ada apa i-ini?" Ucap Erwin menahan beban berat badannya


" Heee kalian hebat juga meskipun aku hanya menggunakan sedikit kekuatanku" ucap Kaguya sinis melihat mereka

__ADS_1


" Sia-pa kalian sebenarnya?" Tanya Erwin melihat Kaguya dan rokuda


" Kami hanyalah manusia yang sedang lewat di dunia ini" ucap Kaguya santai


" Kau terlalu banyak bicara, aku bunuh saja kalian semua dengan cepat" ucap rokuda acuh tak acuh, sebuah bayangan muncul dari bawah para bandit dan menusuk jantung mereka kecuali Erwin


Erwin ketakutan dan bersujud " maafkan aku!!, Aku salah karena sudah mengganggu kalian" ucap Erwin sambil membenturkan kepalanya ke tanah beberapa kali


" Memaafkanmu?, Memaafkanmu itu urusan sang pencipta dan yang mengirimmu pada sang pencipta adalah urusanku" ucap rokuda dengan dingin dan menusuk jantung Erwin dengan bayangannya " ayo pergi" ucap rokuda acuh tak acuh lalu berjalan, Kaguya mengikutinya di sampingnya


" Hei rokuda kenapa aku merasa pernah mendengar kata kata tadi?" Ucap Kaguya memikirkannya


" Entahlah aku tidak mau memikirkannya" ucap rokuda acuh tak acuh


Mereka melanjutkan perjalanan meninggalkan desa itu mengabaikan penduduk desa yang berteriak memanggil mereka


" Kota labirin lust" ucap Kaguya pelan, mereka melihat kota itu dari jauh, mereka lalu turun dan rokuda menyuruh Tigre kembali


Lalu mereka pergi ke kota dan menjalani pemeriksaan identitas, setelah mereka selesai di periksa mereka berdua masuk ke dalam kota dan berjalan jalan


" Jadi apakah kita akan langsung ke dungeon atau istirahat dulu?" Tanya Kaguya kepada rokuda sambil melihat sekeliling


" Kita ke dungeon saja lebih cepat lebih baik" ucap rokuda lalu melihat ke samping dan tidak melihat Kaguya, dia berhenti dan melihat Kaguya yang berhenti di salah satu toko di pinggir jalan, rokuda menghampiri Kaguya


" Apa yang kau lakukan?" Tanya rokuda melihat Kaguya, Kaguya tidak menjawab dan bertanya kepada pemilik toko


" Apakah ini manjur?" Tanya Kaguya mengambil sebuah botol kecil

__ADS_1


" Tentu saja nona jika anda memberikan setetes obat itu, orang yang meminumnya akan menjadi serigala yang buas di tempat tidur" ucap pemilik toko itu dengan mata serius


" Kenapa kau ingin membeli sesuatu seperti ini?" Tanya rokuda dan di abaikan oleh Kaguya, dia melihat rokuda dan membuka tutup botol itu lalu memasukkan semua cairan yang berada di dalam botol itu ke dalam mulut rokuda


" Nona apa yang kau lakukan!!" Ucap pemilik toko itu terkejut tetapi Kaguya mengabaikannya dan melihat rokuda yang masih tidak bereaksi


" Bagaimana?" Tanya Kaguya dengan wajah datar


" Tidak terjadi apa-apa" ucap rokuda acuh tak acuh


" Kenapa dia tidak bereaksi apa apa? Apa anda menipu saya?" Tanya Kaguya, pemilik itu menggeleng gelengankan kepalanya


" Tentu saja tidak, mungkin kekasihmu saja yang terlalu kebal terhadap obat jadi karena itu dia tidak bereaksi" ucap pemilik toko itu


" Hah biarlah ini untuk harga obat tadi" ucap Kaguya memberikan beberapa koin perak, mereka lalu pergi ke dungeon


" Kau tadi hanya ingin mencoba apakah aku bisa di bius atau tidak?" Tanya rokuda melihat Kaguya


" Iya dan ternyata tubuh ini memang menyebalkan karena bisa menahan semua racun" ucap Kaguya kesal, rokuda tidak bisa berkata apa-apa dan tetap melanjutkan perjalanan tidak bertanya lagi


Saat mereka sampai di depan dungeon mereka melihat banyak orang mengantri untuk pergi ke dalam


" Kenapa di sini banyak petualang? Padahal ini adalah dungeon rank A jika kita tidak menyertakan bos dungeon ini" ucap Kaguya bingung dan mengantri bersama rokuda


" Mungkin mereka di sini untuk menaikkan level mereka atau berburu harta Karun, karena menurut rumor ada harta Karun di dalam dungeon ini dan akan ada lagi di tempat lainnya setelah harta itu di ambil" ucap rokuda acuh tak acuh


" Oh jadi begitu dari mana kau tau?" Tanya Kaguya

__ADS_1


" Jadi kau benar benar terlalu fokus untuk melihat efek obat itu sampai tidak menyadari bahwa aku sudah membuat bayangan" ucap rokuda, Kaguya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa kecil


__ADS_2