Four Elements And Two Sides

Four Elements And Two Sides
chapter 60


__ADS_3

Ke esokan harinya rokuda dan Kaguya pergi ke tempat pertandingan, mereka berdua diminta untuk duduk di tempat yang telah di sediakan dan menunggu panggilan


" Ada dua puluh empat kelompok yang mengikuti pertandingan ini dan setiap kelompok terdapat tiga sampai lima orang, kita mendapatkan nomor lima belas, berarti tujuh banding delapan siapa yang mengambil..." Ucap Kaguya, rokuda langsung menjawabnya


" delapan" ucap rokuda singkat


" Ok, jadi kau yang akan menghadapi musuh lebih banyak dariku, ya aku juga sedang malas untuk banyak bergerak" ucap Kaguya, lalu sebuah suara mengumumkan nomor mereka


" Lawan kita adalah nomor lima, ada tiga orang di kelompok mereka dan level mereka berada di antara 2970 sampai 3100, waw selisih enam ratus level dengan mereka" ucap Kaguya bersemangat


" Dari mana kau tau level mereka?" Tanya rokuda meliriknya sambil berjalan ke arena


" Aku menggunakan skill God eyes milikmu untuk melihat nomor dan status mereka, mereka juga tidak melarang" ucap Kaguya santai


" Aku tidak tau apakah kau itu cerdas atau terlalu licik karena memanfaatkan skillku untuk melihat status mereka" ujar rokuda pasrah, saat mereka keluar dari lorong tersebut, mereka di sambut dengan sorakan dari para penonton yang bersemangat

__ADS_1


" Sepertinya kita benar benar berada di dalam Colosseum, hei apakah ada tempat untuk taruhan, aku ingin bertaruh untuk kemenangan kita?" Tanya Kaguya sambil menyikut rokuda


" Sepertinya kau harus di sucikan karena memiliki terlalu banyak pikiran jahat" cibir rokuda


" Memangnya kenapa?, Jika aku terlalu baik aku akan cepat mati, jika terlalu jahat hidupku akan sulit, ya aku jalani saja setengah setengah, dengan begitu hidupku tidak terlalu sulit atau aku akan cepat mati" ucap Kaguya santai, rokuda diam saja tidak bisa membalasnya, seorang juri yang bertugas untuk menjalankan pertandingan, mengumumkan nomor dan rank petualang mereka


" Tidak perlu banyak bicara, pertarungan di mulai!!" Teriak juri di atas dinding pinggiran arena


Lawan rokuda dan Kaguya langsung maju dan menyebar, rokuda dan Kaguya menarik pedang yang dibuat mereka saat berada di penginapan


" Swordman, assassin Dan penyihir, penempatan posisi mereka juga lumayan" ucap Kaguya berjalan maju, sebuah tebasan datang dari samping Kaguya


Si assassin ingin pergi mengejar Kaguya tetapi dihadang oleh rokuda, karena tidak punya pilihan mereka berdua menyerang rokuda, sementara kaguya berlari ke arah penyihir lawan


Penyihir itu merapal mantra sihir dan menyerang Kaguya, sebuah bola api dan panah angin menuju ke arahnya, Kaguya menghindari serangannya atau menebas sihir yang datang ke arahnya

__ADS_1


" Tidak mungkin!!, dia bisa memotong sihir!!" seru penyihir itu terkejut, dia merapalkan sihir lagi dan menyerang Kaguya yang mendekat


Kaguya tepat berada di depan lawan dan menebasnya, penyihir itu menghindar ke belakang " kau pikir aku tidak tau cara bertarung jarak dekat, bodoh sekali pemikiranmu itu" ujarnya sambil melompat ke belakang


Kaguya ingin menyerangnya lagi tetapi sebuah lingkaran sihir terbentuk dibawah kakinya " Inferno" seru penyihir itu, lalu sebuah tornado api melahap tubuh Kaguya dan menjebaknya di dalam, penyihir itu membuat bola api besar diatas Kaguya lalu menjatuhkannya, sebuah ledakan terdengar saat bola api itu jatuh


" Aku tidak pernah berpikir bahwa seorang penyihir tidak akan bisa bertarung jarak dekat" sebuah suara datang dari dalam tornado, penyihir itu terkejut dan waspada terhadap serangan yang datang


Kaguya membelah tornado api itu secara vertikal, Kaguya lalu menjentikkan jarinya " aku kembalikan seranganmu" ujar Kaguya dengan wajah dingin, sebuah bola api besar tercipta di depan Kaguya lalu terbang menuju penyihir itu


Penyihir itu terkejut dan langsung membuat penghalang, ledakan terjadi saat bola api itu menabrak penghalang yang dibuatnya " kau tau sebenarnya aku adalah lawan yang mustahil untuk dikalahkan oleh seorang penyihir" ujar Kaguya berjalan mendekati penyihir itu lalu mengangkat pedangnya, pusaran angin muncul di sekitar bilah pedang dengan kecepatan tinggi, penyihir itu terkejut saat melihat Kaguya bisa menggunakan sihir


" Baiklah aku ingin melihat seberapa kuat penghalangmu itu" ucap Kaguya lalu menghilang dari pandangannya, penyihir itu terkejut dan langsung waspada dengan yang akan datang, Kaguya muncul di belakang penyihir itu dan menebasnya, penyihir itu terpental ke depan dengan penghalangnya yang retak di bagian yang terkena serangan Kaguya


Kaguya tidak membiarkannya berdiri dan langsung menerjang ke arahnya lalu menebasnya, serangan Kaguya menabrak penghalang itu, Kaguya ingin menyerangnya kembali tetapi pedangnya hancur berkeping keping saat dia mengangkat pedangnya

__ADS_1


Penyihir itu menyerangnya dengan sebuah bilah angin, Kaguya menyadarinya lalu melompat ke belakang " sekarang senjatamu sudah hancur, kau tidak punya senjata lagi untuk menyerangku" ujar penyihir itu mengejeknya


" Kau tau, jika kau sedang berada di pertarungan kau tidak boleh memberikan kesepakatan lawan untuk berpikir, atau kau akan kalah" ucap Kaguya tersenyum dingin, Kaguya menjentikkan jarinya dan puluhan lingkaran sihir tercipta di belakang Kaguya


__ADS_2