
Setengah jam kemudian aigle dan yang lainnya sudah selesai memusnahkan seluruh pasukan iblis, mereka berenam pergi ke arah desa bunga untuk beristirahat di taman bunga, di sana mereka mengecilkan tubuh mereka dan berbaring di dekat pohon di sana
" Nona pasti akan marah jika tau kita" ujar aigle lemas, dia meletakkan kristal mana di tengah mereka lalu menyalurkan sedikit mananya, sebuah area terbentuk dan luka mereka tertutup sedikit demi sedikit
" Oh tidak" ujar serpent, dia menegakkan tubuhnya dan menoleh ke arah ladang bunga " ini adalah tempat kesukaan nona, jika dia tau kita mengotori tempat ini dengan darah.." ujar serpent
Aigle, serpent dan Tigre memikirkannya dan membuat mereka merinding, mereka menggeleng gelengankan kepala mereka
" Nona tidak mungkin marah pada kita" ujar serpent " mungkin" dia lalu memalingkan wajahnya
" Memang kenapa jika tempat ini kotor?" Tanya Nike mewakili mereka yang masih bingung
" Ini adalah tempat yang sering dikunjungi oleh tuan dan nona saat mereka kesini, dan tempat ini sudah menjadi tempat favorit nona" ujar aigle, membuat mereka tegang, karena mereka sudah tau kenapa serpent dan Tigre ketakutan
Seorang anak kecil keluar dari dalam hutan dan melihat ke arah sebuah pohon yang ingin ditujunya dia terkejut dan mematung, teman temannya dibelakangnya menyusulnya dan melihat gadis itu mematung
" Hei dik kau kenapa?" Tanya seorang bocah, dia melihat ke arah yang dilihat olehnya dan terkejut juga, mereka semua lalu melihat ke arah yang dilihat mereka berdua
" Kenapa di sana ada monster" ucap seorang bocah di belakang ketakutan
Aigle dan yang lainnya merasakan kehadiran makhluk hidup dan menoleh kearahnya, setelah mereka melihat bahwa mereka bukan sebuah ancaman, mereka mengabaikan anak kecil itu, tetapi Tigre menyadari siapa mereka dan melambaikan kaki depannya ke arah mereka
__ADS_1
Gadis kecil itu tersadar dan menatap Tigre yang melambaikan tangannya, dia terkejut dan langsung berlari ke arahnya dengan wajah gembira
" Reina apa yang kau lakukan" teriak pemuda di belakang yang tidak lain adalah Rei
Reina mengabaikannya dan berlari ke arah Tigre, cerberus yang merasakan anak kecil itu berlari ke arah mengangkat kepalanya dan menatapnya, tetapi di abaikan oleh Reina, dia memeluk Tigre yang sedang berbaring
" Tigre!!" Ujar Reina senang dan menabrakkan tubuhnya ke arah Tigre
" Hei kau gadis kecil, lebih baik kau tidak menyentuh lukaku" ujar Tigre menahan sakit karena lukanya yang ditekan
" Eh kau bisa bicara!" ucap Reina terkejut
" Kenapa kau malah terkejut karena aku bisa bicara dari pada terkejut tentang dari mana aku mendapatkan luka ini" ujar Tigre, Reina hanya cengengesan
" Iya ini cerberus, souris Dan Nike" ucap Tigre memperkenalkan mereka bertiga
" Oh ha-lo namaku Reina" ucap Reina dengan suara pelan
" Sekarang kau malah malu" cibir Tigre, Reina cemberut dan dia lalu tersadar bahwa dia meninggalkan yang lainnya, dia memanggil mereka dan menjelaskan siapa mereka, setelah mereka tau bahwa mereka bawahan rokuda mereka tidak takut lagi
" Maaf kami tidak menyadari kalian" ucap Rei kepada mereka
__ADS_1
" Tidak apa-apa, penampilan kami juga sedikit berbeda karena terlalu banyak bertarung" ucap serpent mengibaskan ekornya di depan wajahnya
" Jadi anak kecil ini adalah orang yang menemani tuan dan nona saat di tempat ini?" Tanya souris, Tigre mengangguk mengiyakan, souris lalu berubah ke bentuk manusianya, seorang wanita dewasa muncul di samping Tigre, dia memiliki rambut hitam panjang, mata merah darah dan memiliki tubuh seperti gitar spanyol dengan kedua gunung yang besar
Rei, Arthur dan Ethan tercengang melihat seorang wanita dewasa yang cantik di depan mereka, souris memakai gaun merah bercorak garis hitam yang hanya memperlihatkan pergelangan kakinya dan tangannya yang telanjang
Souris mendekati mereka dan berlutut di depan Rei, dia mengulurkan tangannya dan menarik Rei ke dadanya dan memeluknya, wajah Rei tenggelam ke dalam dadanya membuatnya tidak bisa bernafas
" Aahh anak ini imut sekali, apa kau mau bersama kakak" ucap souris semakin mempererat pelukannya, serpent memukul kepalanya dengan ekornya membuat souris melepaskan Rei dan memegangi kepalanya
" Apa yang kau lakukan, apa kau mau membunuh anak itu" ujar serpent memarahi souris " lihat dia sudah hampir mati kehabisan nafas" tambahnya melihat Rei yang terkapar
" Ara" seru souris menutup mulutnya dengan tangannya
Sementara itu di tempat rokuda dan Kaguya, mereka sedang duduk dan memulihkan tubuh mereka " apakah mereka tidak apa apa?" Tanya Kaguya khawatir kepada aigle dan yang lainnya
" Mereka tidak apa apa, mereka sekarang sedang berada di taman bunga bersama dengan Rei dan temannya" ucap rokuda, setelah melihat melalui mata aigle
" Huuu baguslah, aku kira mereka akan menghadapi musuh yang kuat, untung saja kekhawatiranku tidak terjadi" ucap Kaguya lega
" Lebih baik kita fokus ke pertandingan selanjutnya" ucap rokuda
__ADS_1
" Kau benar, lawan kita selanjutnya adalah tim dari penduduk dunia lain, ini akan menjadi sangat menarik" ucap Kaguya menyeringai