
"Kita ke kantin aja yuk, gue males balik ke kelas, gara-gara si Seno botak itu membuat mood ku berantakan" usul Ara, dia juga kesal karena masih pagi kepsek nya itu sudah merubah mood nya menjadi buruk.
"Kuy lah," sahut Marissa.
Mereka bertiga berjalan bersama menuju ke kantin sekolah, setidaknya dengan makan mungkin akan merubah mood nya menjadi baik lagi.
Sampai di kantin Indri langsung memesan makanan untuk mereka bertiga, di kantin masih sepi, karena memang belum waktunya jam istirahat.
"Ra, kapan sih si boneka Anabell itu lulus? udah gedhek gue liat muka dia yang ngeselin itu" kata Marissa.
"Sama, sepertinya beberapa bulan lagi mereka akan lulus" sahut Ara.
"Kalau mereka lulus, gue jadi tidak bisa deketin kak Vian dong" ucap Marissa dengan memasang wajah menyedihkan.
Bukannya prihatin, Ara sama Indri malah jijik melihat wajah temannya yang drama itu.
"Itu mah namanya putus sebelum jadian Mar" ejek Indri.
"Terus gue harus gimana dong" tanya Marissa.
"Hah? memangnya lo serius suka sama kak Vian" tanya Ara memastikan.
"Sifatnya yang kaku itu membuatku penasran dan merasa tertantang untuk mendekatinya" jawab Marissa.
Tuk
Ara menyentil kening Marissa.
"Sakit Maemunah" kesal Marissa seraya mengusap keningnya.
"Gue kira lo cinta sama kak Vian, ternyata lo cuma penasaran aja" ujar Ara.
"Kan berawal dari penasaran dulu Ra, baru nanti tumbuh benih-benih cinta dari hati gue, iya gak" ucap Marissa sambil memainkan alisnya.
"Yasudah lo tembak langsung aja kak Vian, sekarang ini sudah jamannya emansipasi wanita Mar, udah ngga jaman nunggu cowok yang nembak duluan, wanita pun bisa nembak cowok duluan" timpal Indri agar Marissa mau menyatakan cintanya kepada Vian teman Narendra.
Sebenarnya Indri bukan mendukung sih, lebih ke mau mengerjai Marissa aja.
"Gila kali lo ya, gue tidak mau nasib gue kek Ara, yang selalu di tolak Kak Narendra." sahut Marissa tak setuju dengan saran Indri.
"Si*lan, kenapa lo bawa-bawa gue," protes Ara.
"Contoh Ara contoh. lalu gimana perasaan lo sekarang ke kak Narendra Ra? sepertinya Kak Narend juga suka sama lo Ra, mungkin karena gengsi aja dia tak berani ngungkapin ke kamu. " tanya Marissa.
Dia ingin tahu perasaan Ara ke Narendra, apalagi kemarin Narendra terlihat sangat khawatir ketika Ara mengalami cidera kaki.
"Taulah, yang jelas setiap kali gue dekat sama dia hati gue selalu ajep-ajep" kata Ara.
__ADS_1
"Jiahhh... ajep-ajep gak tuh" seloroh Indri.
Kemudian merekan bertiga tertawa terbahak.
Selang beberapa menit. akhirnya bel istirahat berbunyi, satu persatu murid mulai berdatangan ke kantin.
Begitu juga Narendra dan Vian yang baru saja tiba di kantin.
"Dasar keras kepala, sudah tahu kakinya sakit, masih aja maksain masuk sekolah" gumam Narendra ketika melihat Ara sedang duduk bersama teman-temannya sambil bergurau.
"Hah, siapa yang keras kepala Nar?" tanya Vian yang samar-samar mendengar gumaman Narendra.
"Sudah ayo, kita pesan makanan...gue sudah lapar" ucap Narendra mengalihkan pembicaraan, dia tak mau kalau sampai Vian tahu kalau yang ia maksud itu Ara.
Namun Vian melihat tatapan Narendra yang tertuju ke meja Ara.
"Dasar kang gengsi, udah ketahuan masih aja tak mau ngaku" batin Vian.
Mereka akhirnya memesan makanan, setelah itu mereka memilih duduk di dekat jendela kantin.
"Ra, kamu sudah masuk, memangnya kakimu sudah sembuh" tanya Nayla yang baru saja tiba di kantin langsung menghampiri Ara.
"Belum kak, tapi Ara bosan kalau cuma di rumah aja" jawab Ara manja.
Dari dulu Ara suka manja ke Nayla, dia sudah menganggap Nay sebagai kakak nya sendiri, pasalnya dia tidak mempunyai kakak.
"Kamu tadi berangkat sama siapa? nanti pulangnya sama kakak aja" ujar Nayla, dia juga sudah menganggap Ara adiknya sendiri.
Ara menoleh melihat wajah Aciel bingung. Apa-apaan anak itu, kenapa tiba-tiba mau ngantarnya pukang, pikir Ara.
"Itung-itung balas budi gue dulu, lo kan dulu pernah nganterin gue pulang" jelas Aciel yang tahu wajah bingung Ara.
"Dasar bocil, suka ikut-ikut aja kalau ada orang ngobrol. sok-sokan mau antar gue pulang, memangnya fasilitas lo udah balik hah" sahut Ara.
"Tentu saja sudah, tak mungkin gue mengajak lo jalan kaki" balas Aciel.
"Yasuda kalau begitu, kamu sama teman kamu aja" ucap Nayla. Dia tak masalah Ara mau pulang sama siapa, yang penting Ara selamat sampai rumah.
"Baiklah kak, lain kali Ara akan pulang sama kak Nay" ucap Ara.
Nayla membalasnya dengan tersenyum
"Kaka mau kesana dulu" pamit Nayla yang mau ke meja Jihan.
Ara mengangguk mengerti.
Mereka kembali menikmati makanannya, tak lama mereka pun kembali masuk ke kelas, karena jam istirahat sudah habis.
__ADS_1
Ara dan teman-temanya tengah fokus mengikuti pelajaran
Hingga tiba jam pulang sekolah tiba. Ara berjalan bersama dengan yang lain menuju ke parkiran dimana mobil mereka terparkir.
"Lo yakin mau pukang sama bocil ini Ra? gue takut lo di c*buli sama dia Ra, secara kan kaki lo lagi sakit ni ye kan, kalau lo di apa-apain otomatis lo tidak bisa ngapa-ngapain" ceplos Marissa tanpa filter
Plakk
Aciel yang tak terima pun memukul bahu Marissa.
"Ngasal aja lo kalau bicara, memangnya gue kang cabul apa" kesal Aciel.
Marissa tertawa cekikikan, dia suka sekali menggoda Aciel yang mudah terpancing itu.
"Sudah ayo kita pulang" ajak Ara.
Ara masuk kedalam mobil Aciel, begitu juga dengan yang lain, masuk kedalam mobilnya masing-masing.
Dari kejauhan Narendra menatap tajam Ara yang masuk kedalam mobil Aciel. Dia selalu tak suka kalau melihat Ara dekat dengan pria lain.
"Makanya bilang kalau cinta tuh, jangan cuma diam aja, keburu di sikat sama yang lain nanti Ara nya" ucap Vian tiba-tiba mengagetkan Narendra.
"Apa sih lo, jangan sok tau lo ya" kilah Narendra yang masih mempertahankan gengsinya.
"Serah lo dah, nanti kalau di tikung sama yang lain jangan nangis, karena gue malas menghiburnya." kata Vian.
"Siapa juga yang mau minta di hibur sama lo" dengus Narendra.
Vian tak meladeni Narendra, dia pergi begitu saja dari hadapan Narendra.
Terkadang Vian kesal dengan sahabat nya itu, Narendra lebih mementingkan gengsi ketimbang perasaannya.
Dengan langkah lesu Narendra berjalan masuk ke mobilnya.
Lalu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil menikmati musik yang ia putar.
Bersambung
Jangan lupa
Like
Koment
Vote
Gift
__ADS_1
Happy reading guys🙏
...****************...