
Drrttt...
Drrttt..
Ketika sedang fokus menonton drakor bersama Alana, tiba-tiba ponsel Ara berdering. Namun Ara seperti tak mendengarnya.
"Ponsel kamu bunyi itu Ra, siapa tahu ayang yang menelponnya" ucap Nayla memberitahu Ara.
"Hah? Apa yang bunyi kak" tanya Ara yang belum sadar kalau ponselnya bunyi.
"Ponselmu maemunah, jelas-jelas dari tadi ponselnya berdering masih saja tak mendengarnya" cetus Nayla.
"Hehehhe....Dari tadi Ara fokus melihat Suami Ara kak" ucapan Ara membuat Nayla mengeryitkan dahinya.
"Sejak kapan kamu nikah Ra" tanya Nayla bingung.
"Kak Nay ini kudet banget sih, itu song jong ki kan suami Ara cuma kita nikahnya diam-diam biar tidak ketahuan sama media" ucap Ara percaya diri membuat Nayla memutar bola matanya jengah.
Sepertinya tingkat kehaluan Ara sudah parah, bisa-bisanya dia menganggap song jong ki suaminya.
"suutttttt......ayang Ara telpon ini" ucap Ara meminta semuanya diam.
Ara memencet tombol hijau mengangkat telpon dari Narendra.
"Kamu kemana saja, kenapa angkatnya lama sekali" omel Narendra ketika panggilannya terhubung.
"Telpon tuh ucap salam dulu kek, ini malah langsung ngomel-ngomel tidak jelas" bukannya minta maaf Ara malah ikut ngomel.
"Asaalamualaikum" ucap Narendra yang tak ingin meladeni kekasihnya itu.
"Waalaikum salam" sahut Ara sambil menatap layar ponselnya yang di penuhi dengan wajah Narendra.
"Kamu sudah di rumah mamah, sayang" tanya Narendra.
Deg.....
Bella langsung terkejut ketika mendengar Narendra memanggil Ara dengan sebutan sayang.
"Sudah, ini aku sudah ada di rumah mamah Alana, memangnya ada apa kamu menyuruhku kesini" sahut Ara bertanya kepada Narendra.
"Tolong tanyakan sama mamah, kenapa bulan depan papah menyuruhku pulang, memangnya ada apa?"
"Bilang sendiri aja, ini aku sedang nonoton televisi bareng mamah Alana" ucap Ara sambil mengalihkan layar ponselnya ke muka Alana.
"Kenapa boy" tanya Alana.
"Mamah tahu tidak alasan papah menyuruhku pulang?" tanya Narendra.
__ADS_1
"Kenapa kamu tanya sama mamah, kenapa tidak tanya langsung sama papah, ini lagi mau tanya seperti ini saja sampai menyuruh Ara kesini, memangnya kamu tidak bisa menghubungi ponsel mama atau punya
Nayla." sahut Alana heran.
"Narend sudah tanya sama papah, tapi papah tidak jawab. Kalau kenapa lewat Ara karena Naren males hubungi mamah pasti ngangkatnya lama." sahut Narendra membuat Alana mendengus kesal.
Gimana tidak lama, kalau sedang di rumah Alana jarang sekali membawa ponselnya kemana-mana.
"Memangnya kapan papah menghubungimu? Soalnya papah belum bilang apa-apa sama mamah sayang" tanya Alana kembali, pasalnya suaminya itu belum memberitahu dirinya tentang kepulangan Narendra.
"Tadi mah" sahut Narendra.
"Nanti mamah tanya sama papah setelah papah pulang boy" ucap Alana, dia juga penasaran dengan rencana suaminya yang tiba-tiba menyuruh putranya pulang.
"Baiklah mam, mana Ara mam" ucap Narendra menanyakam kekasihnya.
Alana pun kembali memberikan ponselnya kepada Ara.
"Ada apa bang" tanya Ara, "Eh bang Narend lihatlah siapa yang sedang bertamu kerumahmu" lanjutnya sambil memutar kameranya ke arah Bella dan Nayla.
Narendra kaget melihat Bella sedang berada di rumahnya.
"Bang Narend kenapa tidak menghubungi Nay" ucap Nayla sedikit mengeraskan suaranya agar abangnya dengar.
"Malas" jawab Narendra singkat.
"Baik" singkat Narendra.
Ara kembali memutar kamera ponselnya kearahnya, ia tahu kalau kekasihnya itu tidak suka dengan keberadaan Bella dirumahnya.
"Sayang, sudah dulu ya nanti aku hubungi lagi" ucap Narendra mengakhiri panggilannya.
Setelah panggilannya berakhir Ara menaruh kembali ponselnya dia atas meja, Bella melirik kearah layar ponsel Ara, dia melihat foto Narendra di jadikan wallpaper di ponsel Ara.
"Sebenatnya mereka berdua ada hubungan apa, tidak mungkin kan kalau mereka berdua sudah jadian" batin Bella bertanya-tanya.
Karena sejak tadi Bella merasa di cuekin oleh Nayla dan juga mamahnya, akhirnya Bella memutuskan untuk pulang, lain kali dia akan datang lagi kalau tidak ada Ara di rumah Nayla.
Karena dengan adanya Ara di rumah Nayla, fokus Nayla dan mamahnya malah ke Ara bukan ke dirinya.
🍀🍀🍀
Malam hari Alana menunggu kepulangan suaminya dari kantor, ia tidak sabar ingin tahu apa yang sedang di rencanakan suaminya itu.
Tak lama Raka masuk kedalam rumah dengan wajah lelahnya, Alana menghampiri suaminya dan mencium punggung tangan suaminya, setelah itu dia mengambil alih tas kerja suaminya.
"Kamu mau makan dulu atau mandi dulu sayang" tanya Alana kepada suaminya.
__ADS_1
"Aku makan dulu aja sayang, biar tidak bolak balik kebawah" sahut Raka.
Setelah makan ia ingin langsung istirahat.
Alana mengajak suaminya menuju ke dapur, beruntung tadi dia sudah menghangatkan masakannya, jadi suaminya bisa langsung makan tanpa harus menunggu untuk di hangatkan terlebih dahulu.
Pukul berapapun suaminya pulang kerja, meskipun Alana sudah tidur dia akan bangun untuk menyiapkan kebutuhan suaminya, dia tak pernah lelah untuk melayani suaminya. Kapanpun suaminya butuh dia akan selalu mencoba untuk suaminya.
Alana mengambilkan nasi serta lauk untuk suaminya.
"Terima kasih sayang" ucap Raka sambil menerima piring tersebut dari tangan istrinya.
Raka mulai menyantap makananya, Alana duduk di samping suaminya, dan dengan setia Alana menemani suaminya hingga selesai makan.
Usai menghabiskan makanannya, Raka mengajak istrinya naik keatas menuju ke kamarnya.
Tiba di kamarnya Alana langsung menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya.
"Airnya sudah siap, sayang" ucap Alana sambil keluar dari dalam kamar mandi.
Raka mengangguk, kemudian melucuti pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi.
Alana memunguti pakaian kotor suaminya lalu memasukkannya kedalam keranjang pakaian kotor.
Setelah itu dia pergi ke ruang ganti untuk mengambilkan pakaian ganti suaminya.
Alana menunggu suaminya sambil duduk di atas ranjang dan bersandar di hadboard ranjang.
Tak lama suaminya keluar dari kamar mandi, dan langsung memkaia piyamanya.
"Sayang, aku mau tanya tadi Narend menghubungiku katanya bulam depan kamu memyuruhnya pulang, memangnya ada apa" tanya Alana.
Raka mengambil nafas lalu mengembuskannya pelan. Ia sudah menebak kalau putranya pasti akan menanyakan hal itu kepada istrinya.
"Ayah teman Narendra datang kekantor, dia memintaku untuk menjodohkan Narendra kepada putrinya, tapi kamu tahu sendiri bukan kalau putramu itu sudah jadian sama Ara" ucap Raka yang tak ingin menyembunykkan sesuatu dengan istrinya.
"Lalu apa hubungannya papa menyuruhnya untuk pulang?" tanya Alana bingung.
"Papah ingin Narendra dan Ara bertunangan mam" jawab Raka membuat Alana membulatkan matanya.
Apakah ini cara suaminya untuk menghindari tawaran perjodohan kepada rekan bisnisnya, pikir Alan bertanya dalam hati.
"Mereka berdua masih muda sayang, Ara juga masih sekolah, bagaimana caranya kamu menyuruh mereka untuk bertunangan. Apakah tidak ada cara lain selain bertunangan, lalu siapa nama putrinya yang ingin di jodohkan dengan Narendra?"
"Ayah Bella mam, kepala sekolah di sekolahan mereka dulu".
Bersambung
__ADS_1