Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 54


__ADS_3

Setelah puas bermain di danau Narendra mengantar Ara pulang kerumahnya, ia harus bersiap-siap untuk keberangkatannya nanti malam.


"Abang pulang dulu, nanti malam antar abang ke bandara, jangan telat seperti waktu itu" ucap Narendra.


"Iya-iya nanti Ara ngga telat lagi" sahut Ara mengerucutkan bibirnya sebal.


Narendra terkekeh melihatnya sambil mencubit kedua pipi Ara gemas.


"Abang ngga cium Ara dulu? kan abang nanti malam mau kembali ke London" ucap Ara berharap Narendra bakal menciumnya.


"Tidak, nanti saja setelah menikah abang akan mencium mu" tolak Narendra.


"Iya deh" sahut Ara lesu.


Lantas Ara keluar dari mobil Narendra, ia melambaikan tangannya ketika mobil Narendra mulai melaju meninggalkan pekarangan rumahnya.


Setelah mobil Narendra sudah menghilang barulah Ara masuk kedalam rumahnya.


"Kamu habis darimana Ara? kenapa jam segini baru pulang kerumah" tanya Chika ketika melihat putrinya baru pulang.


Ara menepuk keningnya, ia lupa memberi tahu maminya kalau pergi sama Narendra.


"Ara habis pergi sama bang Narend mi" sahut Ara cengengesan.


"Lain kali kasih tahu mami kalau kamu mau pergi, biar mami tidak khawatir" peringatnya kepada sang putri.

__ADS_1


"Baik mi, tadi Ara lupa makanya tidak memberi kabar mami" ucap Ara.


Chika merotasi bola matanya malas, memangnya apa yang putrinya ingat, dia hanya mengingat tentang Narendra saja.


"Sudah sana bersih-bersih, nanti malam kata aunty Alana Narendra mau kembali ke London" titah Chika.


"Iya mi, Ara bakal LDRan sama bang Narend. hufttt....rasanya. berat sekali harus menahan rindu" sahut Ara drama.


"Sekolah dulu yang benar baru mikirin rindu" ledek Chika.


"Bisa nikah aja ngga sih mi, Ara kan sudah pintar ngapaim sekolah terus" cebik Ara sebal.


"Kamu itu masih piyik Ara, memang kamu pikir nikah itu enak" kesal Chika.


Ingin rasanya Cika menoyor kepala putrinya gemas.


"Sudah sana masuk kamar, nanti kalau sudah waktunya baru mami kasih tahu tentang apa itu pernikahan, kamu lebih baik fokus sekolah saja dulu" tegas Chika.


Chika tak mau menjelaskannya sekarang, ia ingin putrinya fokus dengan pendidikannya dulu. jangan sampai gara-gara cinta membuat pendidikan putrinya menjadi berantakan.


****


Malam hari Ara bersiap-siapa untuk pergi ke bandara bersama kedua orang tuanya. Orang tua Ara juga ingin mengantar kepergian calon menantunya.


"Sudah siap belum Ara? kenapa lama sekali" tanya Chika tak sabar.

__ADS_1


"Ara sudah cantik belum mi" tanya Ara sambil memutar tubuhnya.


"Putri mami selalu cantik, buruan kita berangkat jangan sampai kita telat, bisa-bisa sampai Bandara pesawat Narend sudah take off"


"Iya ayo mi"


Mereka pun bergegas masuk kedalam mobil, dan mobil pun melaju menuju ke bandara.


Di tempat lain Narendra dan keluarga juga sudah berada di dalam mobil menuju ke Bandara.


"Kamu sudah menghubungi Ara Bang" tanya Alana kepada sang putra.


"Sudah mam, mereka juga sudah di jalan menuju Bandara" sahut Narendra yang baru saja mendapat pesan dari Ara.


Mobil yang di tumpangi Narendra tiba di Bandara bersamaan dengan mobil Ara yang juga baru saja tiba.


"Itu mereka sampai Bang" ucap Alana memberi tahu putranya.


Narendra tersenyum langsung menghampiri wanitanya.


Bersambung.


Jangan lupa like, koment, vote🙏


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2