Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 41


__ADS_3

Nayla membawa Bella ke kamar mandi melewati mamanya yang sedang menonton televisi di ruang tengah.


"Permisi tante, saya mau numpang kekamar mandi" sapa Bella kepada Alana.


"Hmmm" hanya itu yang keluar dari mulut Alana.


Pasalnya ia sedang fokus menonton film drama korea kesukaannya, membuat Bella tersenyum kecut.


Bella pun melanjutkan langkahnya mengikuti Nayla yang membawanya kekamar mandi yang ada di dekat tangga rumah.


Bellapun masuk kedalam kamar mandi itu, lalu dia kembali menemui mamanya.


Sedangkan di dalam kamar mandi Bella terus menggerutu.


"Sialan, sombong sekali ternyata mamanya pantas saja Narendra susah di dekati orang mamanya saja begitu" dumal Bella sambil menacap wajahnya dengan bedak.


"Aku harus mencoba mengajaknya ngobrol lagi" gumam Bella seraya memasukkan bedaknya kedalam tasnya.


Sedangkan di ruang tengah Nayla sedang duduk bersama mamanya sambil menonton film kesukaan mamanya.


"Temanmu mana Nay? kenapa kamu tinggal" tanya Alana tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi.


"Lagi di kamar mandi" sahut Nayla singkat sambil memasukkan popcorn kedalam mulutnya.


"Sepertinya kamu kurang menyukainya Nay" tanya Alana bisa menebak dengan nada bicara putrinya yang tak seperti biasanya.

__ADS_1


"Dia tuh wanita yang dulu mengejar ngejar abang waktu masih SMA. Nayla heran kenapa tiba-tiba datang kemari, padahal dia tahu kalau abang kuliah di luar Negeri" sahut Nayla.


Alana selalu memperlakukan putra putrinya selayaknya teman, dan juga sahabat sehingga membuat putra putrinya selalu terbuka dengannya.


Tiba-tiba terdengar suara teriakam seseorang yang masuk kedalam rumah Alana.


"Selamat siang mama mertua, calon mantu sudah datang ini, pip...pip.. pip calon mantu" teriak Ara memasuki rumah Alana.


Membuat Alana dan Nayla tertawa kecil mendengar teriakan Ara.


"Calon mantu katanya mam, hahaha" ucap Nayla tertawa.


"Anak itu memang mempunyai percaya diri yang begitu tinggi Nay" sahut Alana.


"Calon mantu sudah datang rupanya" ledek Alana ketika melihat Ara masuk keruang tengah.


"Iya mama mertua, calon mantu kangen nih" bukan Ara namanya kalau di ledek malu, yang ada dia ikut menimpali ledekan Alana.


"Kamu darimana Ra" tanya Nayla.


"Dari rumah, tadi di suruh abang datang kesini" sahut Ara sambil mencomot popcorn yang ada di pangkuan Nayla.


"Lah, ngapain abang menyuruh kamu kesini? kamu lagi kenapa mau di suruh-suruh sama bang Narend" tanya Nayla heran.


"Sebagai kekasih sekaligus calon istri Ara harus nurut sama perintah bang Narend kak, bsia bahaya nanti kalau Ara di pecat jadi calon istri" sahut Ara membuat Nayla geleng-geleng.

__ADS_1


Sebucin itukah mereka berdua, sampai-sampai di suruh ke rumah abangnya saja Ara langsung nurut, biasanya kalau sudah sampai di rumah Ara lebih memilih tidur daripada keluyuran.


Tak lama Bella muncul dari kamar mandi, Bella kaget melihat Ara yang ada di rumah Narendra, apalagi terlihat Ara seperti akrab dengan mamanya Narendra.


"Eh ada boneka Anabell juga di sini kak" kaget Ara ketika melihat Bella yang muncul dari arah tangga.


Bella mengepalkan tangannya menahan emosi, jangan sampai dia kelepasan di hadapan Alana, bisa gagal rencana dia ingin mendekati Alana.


"Iya, dia belum lama kok datang kesini" sahut Nayla.


Ara manggut-manggut sambil merebahkan tubuhnya di sofa dan menaruh kepalanya di pangkuan Alana.


Begitulah Ara, dia lebih manja kepada Alana ketimbang sama maminya, sama maminya dia sering berantem dan selalu berdebat tentang hal-hal yang tak penting.


Nayla beranjak dari sofa.


"Ayo Bell kita kedepan lagi" ajak Nayla mencoba ramah kepada Bella.


"Kita di sini aja Nay lebih ramai jadi seru, iya kan tante" ucap Bella meminta dukungan kepada Alana.


Alana hanya mengangguk kecil sambil mengusap usap kepala Ara yang ada di pangkuannya.


Membuat Bella mendengus kesal.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2