
Prang
Prang
Prang
Pyar
Bella mengamuk didalam kamarnya, ia menghempaskan semua barang yang ada di atas meja riasnya. Kamar Bella menjadi berantakan seperti Terkena gempa bumi.
"Arrgghhh... sialan kamu Ara, kamu sudah mengambil calom suamiku" teriak Bella.
Ia baru saja melihat dari media kalau Narendra malam ini sedang melangsungkan acara pertunangannya dengan Ara.
"Awas kamu Ara, aku akan membuatmu pisah dengan Narendra"
Pyar..
Bella melempar sesuatu ke arah cermin, dan membuat cermin itu hancur berantakan.
Di luar kamar Seno mendengar kegaduhan dari kamar putrinya, ia yakin kalau putrinya itu sudah melihat kabar pertunangan Narendra dengan wanita lain.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"Bella, tenangkan dirimu sayang. Putri papah cantik pasti kamu bisa mendapatkan pria lain yang jauh lebih baik dari Narendra" teriak Seno agar putrinya berhenti mengamuk.
"Tidak mau! Bella hanya mau Narendra pah, kalau Bella tidak bisa memiliki Narendra orang lain juga tidak boleh" teriak Bella dari dalam kamarnya.
"Itu artinya kalian tidak jodoh Bella, masih banyak pria lain di dunia ini yang lebih baik dari Narendra" bujuk Seno.
"Bella tidak peduli, Bella cuma mau sama Narendra" ucap Bella keras kepala.
Argghhhhh....
Prang..
Prang..
Seno hanya bisa menghela nafas berat saat mendengar putrinya kembali mengamuk.
"Percuma saja papah terus membujuk Bella, dia sedang emosi pah, jadi dia tidak mungkin mau mendengarkan ucapan papa, biarkan saja nanti kalau capek juga akan berhenti sendiri"ucap mamah Bella.
"Kita tunggu emosi Bella mereda dulu, baru kita ajak bicara pelan-pelan" ujar mamah Bella.
Mereka berdua akhirnya pergi dari depan kamar Bella, mereka membiarkan Bela yang terus mengamuk.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Narendra sudah berada di rumah Ara untuk mengantarnya ke sekolah.
Hari ini merupakan hari terakhir Narendra di tanah air, besok ia sudah harus berangkat ke paris untuk meneruskan kuliahnya.
"Abang sudah sarapan belum" tanya Ara sambil menuruni anak tangga.
__ADS_1
"Belum sayang" sahut Narendra tersenyum manis menatap tunangannya.
"Kalau begitu kita sarapan dulu, setelah itu baru kita berangkat" ajaknya seraya menghampiri Narendra.
Narendra mengangguk sambil mengusap puncak kepala Ara.
Narendra mengikuti langkah Ara yang ada di depannya menuju ke ruang makan.
Di ruang makan sudah ada Andre dan juga Shaja yang sedang menunggunya.
"Lama sekali sih" kesal Shaka.
"Namanya juga perempuan, memangnya kamu tidak ada acara make up dulu" sahut Ara tidak terima sambil duduk di seblah Narendra.
"Memangnya kak Ara make up" tanya Shaka mengeryitkan dahinya. ia melihat wajah kakaknya yang masih sama tidak ada perubahan, tidak ada bedak dan lipstik yang menempel di wajah kakaknya.
"Ngapain harus make up, kak Ara tidak make up saja sudah cantik" ucap Ara percaya diri.
"Lalu kenapa kak Ara lama?" desak Shaka.
Andre menatap kedua anaknya jengah, kalau tidak di hentikan berdebatan mereka akan semakin panjang dan lama.
"Ayo makan, nanti kalian telat" ucap Andre membuat keduanya berhenti bersuara.
Ara mengambilkan makanan serta minum untuk Narendra, ia sudah seperti seorang istri yang melayani suaminya makan.
"Terima kasih" ucap Narendra dan Ara mengangguk.
__ADS_1
Mereka mulai memasukkan makananya kedalam mulut, tidak ada lagi yang bersuara, karena Andre tidak suka kalau ada yang makan sambil mengobrol.
Bersambung