
Keesokan harinya setelah dari sekolahan Seno langsung mendatangi Raka di perusahaan Wijaya untuk mencoba menawarkan perjodohan antara putrinya dengan Narendra
Semalam setelah makan malam bersama istri serta putrinya Seno megajak mereka berdua mengobrol di ruang tengah.
Dan di situ putrinya mengutarakan keinginannya, dia meminta dirinya untuk menemui Raka dan meminta Raka untuk menjodohkan putranya dengan Bella.
kembali ke Seno.
Tiba di perusahaan Wijaya, Seno langsung menuju ke meja resepsionis.
"Selamat siang tuan, ada yang bisa kami bantu" tanya Resepsionis ramah.
"Saya Seno, ingin bertemu dengan tuan Raka" sahut Seno.
"Apa tuan sebelumnya sudah membuat janji dengan tuan Raka?" tanya Resepsionis.
"Belum, tapi saya yakin kalau tuan Raka mau menemui saya, saya ini kepala sekolah di salah satu sekolah yang di miliki tuan Raka" sahut Seno yang terkesan sombong.
Selain menjadi kepala sekolah Seno juga mempunyai perusahaan milik orang tuanya yang di wariskan untuk Seno. Makanya Bella suka sekali menyombongkan kekayaan orang tuanya, kalau hanya kepala sekolah saja tak cukup membuat Bella dan orang tuanya kaya.
"Sebentar tuan, saya akan coba tanyakan dulu kepada asistennya." ucap Resepsionis di balas anggukan oleh Seno.
Resepsionispun menghubungi Andre guna menanyakan kesediaan Raka menemui Seno.
"Baiklah tuan" ucap Resepsionis lalu mematikan panggilanya.
"Anda langsung di suruh naik ke atas keruangan tuan Raka" ucap Rsepsionis sambil menunjukkan letak liftnya.
Tadi Andre mengijinkan Seno masuk untuk menemui Raka, mereka berdua penasaran denga tujuan Seno menemuinya.
Seno pun masuk kedalam lift, dia memencet tombol menuju ke lantai paling atas.
Ting
Lift berhenti di lantai atas, Seno keluar dari dalam lift, dia melangkah dan berjalan menuju ke ruangan Raka.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
Sebelum Masuk Seno mengetuk pintu ruangan Raka terlebih dahulu.
Klek..
Pintu di buka oleh Andre yang memang sedang berada di ruangan Raka.
"Masuk tuan Seno" ucap Andre.
Seno pun tersenyum sambil mengangguk lalu masuk kedalam ruangan Raka yang sebelumnya sudah di persilahkan masuk oleh Andre.
"Selamat siang tuan Raka, maaf menggnggu waktu anda" sapa Seno.
Raka hanya mengangguk dengan wajah datar tanpa ekpresi.
"Silahkan duduk" ucap Rak mempersilahkan Seno untuk duduk.
Seno pun duduk di sofa, Raka bangkit lalu berjalan menuju kesofa yang ada di ruangannya.
"Ada apa gerangan tuan Seno siang-siang begini menemui saya" ucap Raka yang seolah tahu ada yang Seno inginkan darinya.
"Bagaimana kabar tuan muda Narendra, setelah kelulusan saya suda tak pernah lagi bertemu dengannya" tanya Seno basa basi.
"Langsung saja katakan, ada tujuan anda datang ke kantor saya" ucap Raka yang tak suka berbasa bas. Menurut Raka tidak penting apalagi dia menanyakan tentang putranya.
Glukk
Seno menelan ludahnya kasar, ia sedikit takut melihat wajah datar Raka penuh intimidasi.
"Maksud kedatangan saya kesini, saya mau tanya apa tuan muda Narendra sudah mempunyai pasangan apa belum tuan? kalau belum saya akan mencoba menjodohkannya dengan Bella putri saya" ucap Seno membuat Raka tersenyum miring mendengar kata perjodohan yang keluar dari mulut Seno.
"Apa anda sedang mengajak saya bercanda tuan Seno" tanya Raka.
Raka menatap Seno aneh, apa putrinya itu tidka laku sehingga mendatanginya untuk menawarkan sebuah perjodohan.
__ADS_1
Apa dia pikir Raka akan menyetujuinya? tentu saja tidak, karena Raka tidak ingin putra putrinya mengikuti jejak orang tuanya yang menikah karena perjodohan.
Ia berharap putra putrinya bisa menemukan jodohnya sesuai keinginanya bukan atas perjodohan, karena Raka takut kalau anaknya akan di perlakukan yang sama seperti dirinya memperlakukan Alana dulu.
Kembali ke Seno.
"Saya tidak bercanda tuan, saya serius kebetulan kan Bella sudah kenal tuan mudaNarendra sejak kelas satu SMA, begitu pula tuan muda Narend juga sudah kenal lama dengan Bella, jadi tidak masalah kalu kita menjodohkan mereka tuan." jelas Seno.
"Maaf tuan Seno, saya tidak mengijinkan putra saya menikah cepat, saya menyuruh dia menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu" tolak Raka secara tidak langsung.
Raka menolak tawaran Seno secara halus, dia tak mau menyinggung perasaan Seno bagaimana pun Raka mempunyai seorang putri.
"Tak apa tuam, putri saya bisa menunggu tuan muda Narendra, karena saat ini Bella juga sedang melanjutkan pendidikannya" ucap Seno memaksa.
Raka menghela nafas panjang.
"Yang mau menjalani bukan saya tuan, jadi saya perlu minta pendapat putra saya terlebih dahulu, karena ini menyangkut masa depan putra saya." tegas Raka.
"Baiklah tuan, saya akan menunggu tuan muda Narendra kembali" ucap Seno yang sudah gemeteran melihat wajah Raka yang sudah tidak bersahabat lagi.
"Kalau begitu saya pulang dulu tuan" pamit Seno.
"Hmm" sahut Raka dengan wajah datar.
Seno pun akhirnya meninggalkan ruangan Raka.
"Ck, Apa putrinya tidak laku, sampai-sampai dia menjodohkannya dengan Narendra, Ndre" ucap Raka setelah Seno pergi.
"Entahlah Ka, aku kan tidak kenal dengan putri si Seno itu" sahut Andre.
"Kenapa kau tak menyetujuinya saja Ka" tanya Andre penasaran.
"Apa kau gila hah? yang ada putraku di babat habis sama putrimu, apa kau pikir aku tidak tahu kalau mereka berdua sudah berpacaran, jangan berlagak bodoh Ndre" sengit Raka.
Andre hanya mengendikkan bahunya.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏