
"Ya ampun kenapa jantungku deg-degan begini ya, tatapannya itu selalu membuatku meleleh" Ucap Ara sambil senyum-senyum sendiri.
Ara merasa hatinya berbunga-bunga setelah di hubungi oleh kekasihnya.
"Tadi lesu, giliran sekarang senyum-senyum sendiri, stress lo lama-lama Ra" sindir Indri seraya menyenggol bahu Ara.
"Gimana ngga full senyum, orang sudah mendapatkan suntikan vitamin barusan" sahut Ara dengan mata berbinar.
Ara kembali ke kelasnya sambil melompat lompat girang, dia seperti mendapat tambahan energi baru.
Indri hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ara.
"Kayaknya mulai hari ini gue harus terbiasa melihat tingkah aneh Ara" gumam Indri.
Mereka kembali ke kelansya dan melanjutkan mengikuti pelajaran hingga jam pulang sekolah tiba.
Sedangkan di tempat lain Bella dan kedua temanya sedang nongkrong di sebuah cafe.
__ADS_1
"Aku dengar Narendra meneruskan kuliahnya di inggris Bell" kata Silvy.
"Yang benar kamu Sil, gue belum mendapat kabar tentang Narend sejak kelulusan kemaren" sahut Bella tak percaya.
"Serius, aku juga baru tahu dari ayahku. Ayahku kan salah satu rekan bisnis tuan Raka Wijaya" ucap Silvy.
"Lalu Narendra masuk di universitas mana" tanya Bella penasaran.
"Dia masuk di Oxford university" jawab Silvy.
Semenjak lulus sekolah Bella benar-benar tidak tahu kabar tentang Narendra, Narendra yang sulit di dekati tentu membuat Bella kesulitan mencari tahu tentang Naredra. Niat awal dia ingin kuliah di kampus yang sama dengan Narendra tapi dia malah telat, Narendra sudah lebih dulu berangkat ke inggris dan kuliah di Oxford University.
"Entahlah, sangat sulit masuk ke universitas itu" timpal Bella.
"Kau bisa masuk ke universitas yang tak jauh dari kampus itu Bell, dengan begitu kau masih bisa mendekati Narendra" usul Silvy.
"Benar apa yang di katakan Silvy, Bell. Itupun kalau kau masih tertarik dengan Narendra, lo bisa bayangkan kalau lo berhasil menjadi menantu dari Keluarga Wijaya, Bell. Apapun yang kau inginkan pasti bisa kau dapatkan dengan mudah" sahut Stevi memanasi Bella.
__ADS_1
Stevi sengaja mengompori Bella untuk semangat mendekati Narendra, karena kalau Bella berhasil masuk kedalam keluarga Wijaya maka otomatis dirinya juga akan terangkat namanya karena berteman baik dengan Bella.
"Lo kira mudah Stev, gue deketin dia sejak SMA kelas satu sampai sejarang tetap tidak berhasil, jangankan untuk pacaran bahkan di ajak ngbrol aja tidak pernah" ucap Bella.
"Tentu saja susah, orang Narendra tidak menyukai lo, dia hanya menyukai Ara adik kelas kita itu. Aku sering melihat Narendra berangkat berdua dengan dia, setiap jam istirahat juga Narendra selalu menemui Ara di kantin." jelas Silvy membuat Bella semakin putus asa.
Kalau memang benar apa yang di katakan Silvy berarti dirinya sudah tidak mempunyai kesempatan untuk mendapatkan Narendra.
Pasalnya saat jomblo saja Narendra sulit di dekati apalagi ketika sudah mempunyai wanita impiannya, Jangankan untuk melihat melirik wanita lain saja mungkin dia enggan.
"Aku akan meminta ayahku untuk menemui tuan Raka dan menawarkan perjodohan Dengannya" ucap Bella sambil tersenyum puas seolah idenya itu memang sangat brilliant.
Silvy dan Stevi mengangguk setuju dengan ide Bella, jalan satu-satunya memang harus mendekati tuan Raka.
Mereka kira kalau Raka lebih mudah di dekati daripada Narendra. Apakah mereka lupa dengan istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Itu artinya Narendra dan Raka tak beda jauh.
Bersambung.
__ADS_1
Happy reading guys 🙏